Tuesday, November 20, 2012

Mengenal Kucing Himalayan

Iis Nurliyah.
Kucing Himalayan jenis Peke
Kucing Himalayan merupakan ras kucing berbulu panjang yang terlihat sangat identik dengan kucing Persia kecuali warna bola matanya yang biru dan pewarnaan bulunya. Waktu saya jalan - jalan ke Pasar hewan beberapa hari yang lalu saja, saya sempat terkecoh dengan penampilan kucing Himalayan ini.
Pola warnanya terlihat sangat mirip dengan kucing Siam dengan dominasi warna putih dan abu-abu pada bagian wajah dan cakar. Namun kucing ini juga memiliki bulu lebat yang khas kucing Persia. Usut punya usut ternyata kucing ini memang hasil persilangan antara kucing Persia dengan kucing Siam.
Sebenarnya kucing jenis ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, tetapi kucing ini baru dikenalkan ke Eropa sekitar tahun 1950-an. Itu pun dengan nama Colourpoint Persian, bukan kucing himalayan seperti yang kita sebut sekarang.
Saat ini kucing Himalayan atau kucing himalaya sudah diklasifikasikan dalam ras yang berbeda dengan Persian oleh International Cat Association. Namun masih dimasukkan dalam group yang sama dengan Persia dan Exotic Shorthair (Kucing Persia versi bulu pendek) dalam "Persian Breed Group standard".
Namun begitu, beberapa peternak kucing masih menganggap Himalayan sebagai versi warna lain dari Persian, bukan sebagai ras yang terpisah. Meskipun pada kenyataannya kucing ini tetap bersaing dalam kategori warnanya masing - masing dan dikompetisikan dalam kompetisi yang berbeda.
Seperti kucing persia, kucing Himalayan cenderung memiliki tubuh yang terlihat bulat dengan kaki pendek, yang membuat mereka susah untuk melompat setinggi ras kucing lainnya. Meski ada juga beberapa yang bentuk tubuhnya lebih menyerupai kucing Siam dan dapat melompat hingga setinggi 7 kaki.
Terdapat 2 jenis kucing Himalayan yaitu jenis tradisional atau muka boneka (Doll Face) dan Peke atau Ultra-face dengan wajah yang terlihat lebih Pesek atau bahkan sangat pesek. Yang anda lihat pada gambar di atas adalah kucing Himalayan jenis Peke sedangkan yang akan anda lihat di akhir artikel ini nanti adalah kucing himalayan jenis doll face.
Karakteristik kucing himalayan adalah kucing yang manis, cerdas, dan cenderung sangat bersahabat dan dapat menjadi hewan pendamping yang sangat baik. Sifat mereka juga lebih aktif dari pada kucing Persia yang terkesan suka bermalas-malasan. Sifat ini di dapatnya dari kucing Siam yang memang lebih aktif dari Persia.
Mereka senang menghabiskan waktunya hingga berjam-jam untuk bermain main dengan benda-benda yang menurut mereka menarik, seperti kertas kusit, dan tali atau mainan kucing lainnya. Mereka cenderung hidup untuk mengabdi kepada manusia untuk mendapatkan kasih sayang dan perlindungan. So, tidak mengherankan jika mereka sangat senang dielus-elus.
Karena kucing Himalaya adalah keturunan dari kucing Persia, maka beberapa kucing ini dapat menuruni gen yang dapat memicu penyakit seperti Polycystic kidney disease (PKD). Namun dengan melakukan tes genetik, anda dapat mengetahui apakah kucing himalaya anda berpotensi menderita PKD atau tidak secara dini untuk melakukan pengobatan.
Seperti kebanyakan kucing berbulu panjang, kucing Himalaya butuh untuk disisir setiap harinya agar penampilannya senantiasa terlihat cantik. Selain itu, mungkin anda juga perlu membasuh mukanya setiap hari. Anda juga dituntut untuk sering memandikannya untuk menghilangkan minyak pada bulu dan kulitnya.
Jika anda berminat untuk memelihara kucing Himalayan, perlu anda ketahui jika harga kucing Himalayan sekitar 1 juta hingga 5 juta rupiah tergantung kualitas. Namun anda juga bisa menemukan yang jual kucing Himalayan murah di internet, seperti yang pernah saya lihat di sebuah situs jual beli Indonesia yang jual anakan kucing Himalaya murah seharga Rp650.000,00.
Kucing Himalayan jenis doll face
Referensi : Wikipedia
Monday, November 19, 2012

Kisah nyata kucing, Tama seekor kucing yang menjadi kepala stasiun di Jepang

Iis Nurliyah.
Tama seekor kucing yang menjadi kepala stasiun di Jepang
Kisah nyata kucing memang banyak dicari karena sepertinya kisah nyata anjing lebih banyak beredar diinternet sementara penduduk Indonesia lebih banyak yang menyukai kisah kucing daripada anjing. Sehingga saya memutuskan untuk mengumpulkan banyak kisah nyata kucing dalam blog ini. Seperti kisah seekor kucing yang bernama Tama yang menjadi kepala stasiun di Jepang berikut ini.
Tama konon lahir di Stasiun Kanrojimae dari induk yang bernama Miko. Tama lahir dengan 3 sodaranya. Namun salah satu sodaranya mati dan 2 lainnya diadopsi orang. Sehingga Tama yang memiliki bulu 3 warna (blangtelon) dan induknya dipelihara oleh seorang pemilik kios makanan dan minuman di dekat stasiun.
Tama pun akhirnya hidup dengan induknya dan seekor kucing lagi yang diberi nama Chibi yang merupakan kucing yang dibuang pemiliknya di dekat stasiun yang akhirnya dibesarkan juga oleh induk Tama. Akhirnya ketiga kucing ini pun dikenal banyak orang dan disebut sebagaiidol stasiun.
Pada bulan Agustus tahun 2004, Nankai Electric Railway, perusahaan perkeretaapian setempat, memutuskan untuk menutup jalur kereta api lokal karena terus merugi.yang kemudian diambil alih oleh  perusahaan transportasi Ryobi Group yang bermarkas di Prefektur Okayama dan mendirikan sebuah perusahaan kereta api baru yang bernama Wakayama Electric Railway untuk dioperasikan di jalur Kishigawa yang panjangnya hanya 13,4 km sebagai anak perusahaan Okayama Electric Tramway.
Pemerintah kota Kishi kemudian membeli Jalur Kereta Api Kishigawa beserta bangunan stasiun Kishi dan meminta agar kandang ketiga kucing yang berada di depan stasiun untuk dipindahkan karena dinilai mengganggu.
Namun ternyata setelah jalur tersebut dioperasikan lagi pada 1 April 2006, Mitsunobu Kojima (direktur Ryobi Group merangkap direktur Wakayama Railway) yang berkunjung ke Stasiun Kishi, terpikat pada pandangan pertama kepada Tama. Dia pun mengijinkan Tama, Chibi dan induknya untuk tinggal di stasiun dan menjadikan Tama sebagai maneki neko untuk menarik pengunjung.
Akhirnya Tama diangkat menjadi kepala stasiun pada 5 Januari 2007. Peristiwa ini sungguh fenomenal, karena sebelumnya belum pernah ada seekor kucing yang menjadi kepala stasiun di Jepang. Dan setelah Tama diangkat sebagai kepala stasiun pengunjung stasiun pun meningkat hingga 17% dan terus meningkatkan penghasilan penduduk lokal secara tidak langsung karena wisatawan yang datang. Keren kan??? ^_^
Referensi : wikipedia
Sunday, November 18, 2012

Venus, kucing yang memiliki 2 wajah [video]

Iis Nurliyah.
Venus, kucing yang memiliki 2 wajah
Seekor kucing yang bernama Venus diketahui memiliki 2 wajah. Dua wajah yang saya maksud adalah benar-benar 2 wajah, bukan 2 kepala. Wajah Venus terbagi sama rata menjadi 2 bagian dimana sisi wajah bagian kanan berwarna hitam dengan mata berwarna hijau, sedangkan sisi wajah bagian kiri berwarna kecokelatan dengan warna mata biru.
Bola mata berwarna biru yang dimiliki Venus juga merupakan sebuah misteri yang lainnya lagi. Biasanya mata biru hanya dimiliki oleh kucing Siam atau kucing berbulu putih lainnya. Namun entah kenapa Venus bisa memiliki bola mata berwarna biru, padahal pada umumnya kucing sejenis Venus memiliki bola mata berwarna kuning atau hijau.
Fenomena ini tergolong amat sangat langka, dan bahkan belum bisa dijelaskan secara detail oleh sains.  "Dia (Venus) adalah salah satu misteri." Ungkap Leslie Lyons, seorang profesor dari University of California, dikutip dari kompas.com.
Beberapa laporan menyebutkan bahwa Venus merupakan jenis kucing Chimera yaitu jenis kucing yang memiliki dua tipe DNA yang terjadi akibat fusi dari dua buah embrio. Dalam mitologi sendiri Chimera dikenal sebagai seekor monster yang memiliki bentuk tubuh hasil gabungan dari berbagai jenis hewan.
Sebenarnya kucing Chimera bukanlah jenis kucing yang langka. Jenis kucing ini banyak ditemui pada kucing ras tortoiseshell jantan. Dan ekstra kromosom X yang dimilikinya ditandai dengan bulu berwarna hitam dengan tutul-tutul orange. Namun seekor kucing betina sudah memiliki 2 kromosom X sejak dilahirkan. Sehingga hal ini mematikan teori kalau Venus adalah jenis Chimera.
Teori yang pasti mengenai kenapa Venus bisa memiliki 2 wajah masih belum bisa dijelaskan dengan seksama hingga saat ini. Perlu dilakukan beberapa rangkaian tes DNA utnuk meneliti fenomena Venus.
Namun terlepas dari itu semua, Venus sudah menjadi sosok kucing yang sangat populer. Bahkan Venus sudah memiliki laman Facebook sendiri, serta beberapa video di Youtube. kalau anda penasaran seperti apa wujud dari kucing fenomenal ini, silakan lihat saja video Youtube di bawah ini!!!
Referensi : sains.kompas
Saturday, November 17, 2012

Rekor kucing terbesar di dunia

Iis Nurliyah.
Rekor kucing terbesar di dunia
Rupert
Rupert, nama seekor kucing Maine Coon, disebut-sebut sebagai kucing terbesar di dunia saat ini dengan ukuran tubuh yang mencapai 3 kali ukuran tubuh kucing normal. Kucing ini dimiliki oleh Kyra Foster, seorang warga Amerika, dan memenangkan kontes kucing terbesar di daerahnya.
"Ia adalah kucing mega raksasa." ungkap Lesley Morgan Blythe, juri kompetisi tersebut dikutip dari merdeka.com. "Ia merupakan jenis Maine Coon terbesar yang pernah saya lihat. Kemungkinan hanya ada dua yang bisa seperti ini."
Rekor kucing terbesar di dunia sebelumnya dipegang oleh Meow, seekor kucing asal New Mexico, Amerika Serikat yang memiliki berat 18 kg atau sebesar 4 kali ukuran tubuh kucing normal. Namun kucing ini dikabarkan mati pada bulan Mei lalu diusia 2 tahun di penangkaran hewan, Santa Fe Animal Shelter & Humane Society.
Meow, kucing terberat di dunia
Meow
Kucing tebesar di dunia ini mati akibat obesitas yang dideritanya yang mnyebabkan gangguan pernapasan yang menjadi sebab utama kematiannya. Meow sempat sempat tampil di acara “Today” di BBC, dan "Anderson Cooper 360" di CNBC dan berhasil mencuri perhatian para pecinta kucing di Amerika.
Sebelum Meow menyandang gelar kucing terbesar di dunia, sebelumnya sudah pernah tercatat seekor kucing yang sampai saat ini masih menjadi kucing terbesar di dunia dan belum terpecahkan. Kucing tersebut bernama Himmy dari Australia yang memiliki berat mencapai 21,3 kg.
Namun jika yang dimaksud kucing dalam kategori ini adalah seluruh keluarga kucing, maka yang terbesar tentulah Singa atau Harimau. Dan sebagai penyandang perseorangan dari rekor kucing terbesar di dunia saat ini yang tercatat oleh Guiness World Record adalah seekor Liger (persilangan Lion 'Singa' dengan Tiger 'Harimau') yang bernama Hercules tentulah yang menajdi yang terbesar dengan berat badan mencapai setengah Ton dan tinggi saat berdiri mencapai 3 meter.
Hercules tercatat sebagai pemegang rekor kucing terbesar di dunia oleh Guiness World Record sejak 2007 lalu, dan sampai saat ini belum ada lagi kucing yang bisa memecahkan rekornya tersebut.
Hercules, kucing terbesar di dunia menurut Guiness World Record
Hercules


Referensi : republika, merdeka, dan supertahu
Friday, November 16, 2012

Rekor kucing paling berisik di dunia

Iis Nurliyah.
Smokey, kucing paling berisik di dunia
Rekor kucing paling berisik di dunia dipegang oleh seekor kucing bernama Smokey. Diketahui Smokey dapat mendengkur hingga  menimbulkan suara dengan tingkat kebisingan mencapai 73 desibel. Suara ini setara dengan kebisingan yang dihasilkan oleh penyedot debu, pengering rambut, dan jalanan ramai di kota - kota besar.
Pemiliknya, Ruth Adams, mengetahui hal ini setelah dia mengadakan kontes dengkuran kucing paling keras sekitar satu tahun yang lalu di Inggris. Adams yang tinggal di kota Pitsford, 110 kilometer sebelah barat laut London ini sebelumnya juga sudah mengetahui kalau kucing berumur 12 tahun miliknya itu memang suka mendengkur. Bahkan saat makan pun Smokey bisa mendengkur. Menurut pengakuannya, terkadang Smokey dapat mendengkur dengan sangat keras hingga membuatnya terbatuk-batuk.
Smokey sendiri diadopsi oleh Adams sejak sekitar 4 tahun yang lalu dari sebuah tempat penitipan hewan. Jika biasanya kucing yang berisik dianggap mengganggu dan akan disingkirkan, lain lagi dengan Adams. Dia justru meminta bantuan Northampton College untuk membantunya mengukur suara dengkuran Smokey untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat kebisingannya dengan pasti.
Dan ternyata setelah diukur dengan seksama, diperoleh angka 73 desibel. Suara dengkuran ini 16 kali lebih keras dibandingkan dengan suara dengkuran kucing normal. Alhasil dengan berbekal angka ini mereka pun mendaftarkan Smokey ke Guinness World Records sebagai kucing dengan suara dengkuran paling keras di dunia.
Dan Smokey pun menjadi seekor kucing yang sangat terkenal di Inggris.

Monday, November 12, 2012

Sepertinya Kucing Blacan gue udah punya ikatan batin sama gue...

Iis Nurliyah.
gambar kucing blacan gue lagi galau
Hari Sabtu Sore, gue mesti mudik karena temen gue ada yang ngajakin maen ke Gunung Kidul (Rencananya sih gitu, tapi jadinya malahan ke Kolam Renang Arta Tirta). Nah karena kemaren waktu gue bawa pulang, turun dari kendaraan kucing gue jalannya miring-miring terus seharian, gue kasihan. makanya mudik gue kali ini kucing Blacan kesayangan gue nggak gue bawa sekalian.
Hari Senin malem gue balik ke Jogja. Gue buka pintu kamar, ternyata kamar gue udah kayak kandang kucing beneran, baunya minta ampun. Gue pel, kemudian gue semprot-semprot pake parfum ruangan buat nyamarin bau.
Abis itu temen gue bilang, dari siang kucing Blacan gue belum dibeliin makan, terus gue kasih dia makan jangkrik yang gue bawain dari rumah. Biasanya dia bakal makan lahap. Tapi, nggak tau kenapa si Aya, Blacan gue, nggak mau makan. Dia malah ngeloyor ke luar kost.
Gue panggil-panggil biasanya nyamper, tapi kali ini nggak. Gue cari-cari di luar ternyata dia lagi tiduran galau di atas bantal di deket kamar mandi kost. Gue bawa masuk, keluar lagi, bawa masuk lagi, keluar lagi. Ya udah, gue bela-belain beli lele goreng jam 10.45 malem. Untung warung penyetan belum punah sepenuhnya. Masih ada satu yang tersisa.
Namun, ternyata si Blacan tetep nggak mau makan lele yang gue beliin. Gue jadi was-was, jangan jangan dia sakit, takut mati lagi kayak kucing Persia gue. Nyampe jam setengah 12-an malem dia masih belum mau masuk kost. Gue samperin, gue usap-usap, kepalanya, terus gue bilang "Sorry yak, gue udah ninggalin lu sendirian 2 hari, besok kalo gue mudik, lu gue bawa dah..." Trus gue angkat bawa masuk kost. Nyampe dalem, si Aya mau tiduran di kasur deket gue, tapi tetep nggak mau makan nyampe pagi.
Paginya si Aya udah mau makan kayak biasa lagi, tapi pas gue kunci di kamar karena gue mau buang air kecil dulu, dia merengekrengek. Gue cuek aja. Tapi pas gue keluar dari toilet gue takjub, si Aya udah ada di depan pintu, jalannya agak pincangan. Ternyata dia lompat dari jendela yang tingginya hampir 1 meter, padahal umurnya baru 3,5 bulan, seharusnya kakinya belum cukup kuat. Trus si Aya gue ajak jalan-jalan pagi, ma main-main sebentar.
Dari sini gue jadi berpikir, apa kucing Blacan itu beda sama kucing hias kayak Anggora ato Persia yak???
Dari kebiasaannya emang beda sih. Blacan lebih mirip anjing dari pada kucing. Dia senang diajak bermain, kalo lagi seneng ekornya dikibas-kibas, sukanya jilatin tangan gue, dan kalo gue keluar hobinya ngikutin gue.
Apa mungkin kucing Blacan juga punya ikatan batin dengan majikannya kayak anjing??? Pikir gue.  Ah, itu masih belum teruji ilmiah. Mungkin cuma kebetulan aja kucing Blacan gue kayak gini. kalo ada temen-temen yang punya pengalaman serupa kayak gue dengan kucing Blacan kalian, boleh komen tuh... ^_^
Friday, November 9, 2012

Kucing Blacan, alternatif bagi yang ingin pelihara kucing Bengal tetapi nggak punya duit...

Iis Nurliyah.
Anakan Kucing Blacan
Blacan memiliki motif bulu yang sangat mirip dengan kucing Bengal, dan kucing Savannah. Hanya saja ukuran tubuh serta emosi yang dimiliki oleh kucing Blacan masih liar. Namun dengan memelihara Blacan sejak kecil dan tidak memberinya makan daging mentah lama - kelamaan sifat liarnya ini akan berkurang.
Bagi saya sendiri, memelihara kucing Bengal adalah sebuah impian. Namun karena harganya yang sangat mahal bagi saya (seekor anakan Bengal harganya sekitar 10 jutaan rupiah), maka saya putuskan untuk memelihara kucing hutan atau biasa kita kenal sebagai kucing Blacan. Toh kucing Bengal juga merupakan hasil persilangan dari kucing Blacan dengan American Shorthair.
Pada awalnya, saya sedikit kerepotan memelihara Blacan karena dia tidak mau makan cat food. Sehingga mau tidak mau setiap hari saya harus membelikannya satu ekor lele goreng yang gorengannya tidak terlalu kering hingga usia 3 bulan. Sebagai seorang anak kosan, ini jelas cukup menguras dompet saya. Dan terus terang saya tidak memberinya susu, padahal pada usia itu seharusnya dia masih menyusu.
Namun, setelah memelihara Blacan, ternyata ada tantangan tersendiri. Kucing Blacan sangat aktif tidak seperti kucing Persia yang dulu pernah saya pelihara yang kerjanya cuma makan dan tidur. Blacan cenderung sangat senang bermain. Namun, caranya bermain memang sedikit kasar, jadi jangan sampai anda salah mengartikan "permainannya" tersebut sebagai sebuah agresi.
Memang sih banyak kendala dalam memelihara Blacan, seperti dia sering pipis sembarangan. Susah ngelatih dia biar buang air besarnya nggak sembarangan. Dan karena dia nokturnal yang aktif di malam hari (pada kenyataannya siang malam Blacan saya selalu aktif nggak keruan) kalau malam sebaiknya dia dikandang, karena kalau tidak, dia akan mengganggu anda dengan lompat kesana kemari.
Namun ternyata waktu saya selidiki, perbedaan antara Bengal dengan Blacan hanyalah terletak pada ukuran, dan sifat liarnya saja. Ukuran Blacan hanya sebesar kucing domestik, tidak seperti Savanah dan Bengal yang ukurannya bisa segede anjing. Untuk karakteristik, Bengal dan Blacan sama - sama kucing yang sangat aktif. Dengan kata lain, menurut saya Blacan merupakan alternatif terbaik bagi yang ingin memelihara kucing Bengal tetapi terkendala masalah biaya.
O iya, Blacan saya saat ini berumur sekitar 3,5 bulan, dan sangat aktif. Penampilannyapun semakin mirip dengan Bengal, cuman warna bulunya sedikit kekuningan. Kemanapun saya pergi maunya ikut saja, bahkan waktu saya mandi pun dia ikut masuk kamar mandi.
Aya, kucing Blacan kesayangan saya

Kucing Blacan imut