Monday, February 4, 2013

Kenapa Islam menganggap air yang bekas diminum kucing itu suci??? Penemuan ilmiah tentang cara kucing minum berikut ini akan membuat anda tercengang...

Iis Nurliyah.
Mengapa air bekas diminum kucing diangap suci oleh Islam?
Pada awalnya saya sendiri juga tidak percaya sepenuhnya ketika mendengar bahwa Islam menganggap air yang bekas diminum oleh kucing itu suci. Dalam pikiran saya, apa bedanya air yang bekas diminum anjing dengan yang bekas diminum kucing. Toh kedua hewan tersebut memiliki banyak bakteri di mulut mereka. Namun setelah saya membaca tentang hasil penelitian yang dilakukan oleh beberapa orang peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Princenton University, saya baru paham kenapa air bekas diminum oleh kucing itu suci menurut Islam.
Pada awalnya, sejak tahun 1940-an para peneliti yakin kalau cara minum kucing itu sama dengan cara minum anjing, yaitu dengan mencelupkan lidahnya ke dalam air kemudian menciduk air tersebut menggunakan lidahnya. Namun baru-baru ini beberapa peneliti dari MIT tersebut menemukan fakta lain.
Dengan menggunakan perekam video berkecepatan sangat tinggi, mereka merekam aktifitas minum seekor kucing. Kemudian dengan memperlambat hasil rekaman video tersebut sampai beberapa kali, ditemukan bahwa lidah kucing nyaris tidak menyentuh permukaan air saat mereka minum. Melainkan, lidah mereka yang bergerak dengan sangat cepat membuat air di permukaan tertarik ke atas dan masuk ke mulut kucing. Berikut adalah penjelasan mengenai cara kucing minum yang saya kutip dari kittykrafty.com :
“Lajur cairan itu diciptakan oleh keseimbangan lembut antara daya tarik bumi, yang menarik cairan kembali ke mangkuk, dan kelambanan, yang di dalam ilmu fisika, merujuk kepada kecenderungan cairan atau benda apa pun, terus bergerak di satu arah kecuali kekuatan lain ikut campur”.
Secara sederhananya, lidah kucing akan bergerak sampai beberapa kali dalam satu detik untuk menarik air naik dari permukaan. Jika gerakan lidahnya tersebut sampai telat satu detik saja, maka air akan segera jatuh kembali ke permukaan akibat dari gravitasi bumi. Namun jika secara konstan kecepatan gerak lidah kucing tidak menurun, maka air akan tetap mengalir ke atas secara vertikal dan seolah melompat sendiri ke mulut kucing.
Dari penelitian tersebut juga diketahui bahwa kucing dapat menggerakkan lidahnya hingga 4 kali dalam satu detik saat mereka minum. Setiap jilatan tersebut akan membawa 0,1 mililiter air. Dan cara minum seperti ini tidak hanya dilakukan oleh kucing domestik, melainkan juga oleh kucing besar, seperti harimau. Namun kucing besar cenderung melakukannya secara lebih lamban.
Nah, dengan adanya hasil penelitian ini (yang bahkan dilakukan sendiri oleh orang yang non-muslim), saya menjadi sangat paham mengapa Islam menganggap suci air yang bekas diminum oleh kucing. Anda juga paham bukan??? ^_^

Referensi : kittykrafty
Sunday, February 3, 2013

Mengenal Kucing Colorpoint Shorthair

Iis Nurliyah.
Gambar Kucing Colorpoint Shorthair
Kucing Colorpoint Shorthair memiliki penampilan yang sangat mirip dengan kucing Siam. Hal ini dikarenakan kucing colorpoint adalah sepupu pertama dari kucing Siam. Namun hanya Cat Fanciers' Association (CFA) yang mengakuinya sebagai ras tersendiri. Sementara registry lainnya menganggap kucing colorpoint sebagai bagian dari kucing Siam dan kucing Oriental.
Ada dua pendapat umum mengenai kucing colorpoint ini. Ada yang beranggapan bahwa kucing ini sebenarnya adalah kucing Siam, mengingat pola colorpoint-nya sangat mirip dengan kucing Siam. Sementara pendapat satunya lagi percaya kalau kucing Colorpoint adalah hasil dari persilangan kucing Siam. 
Namun yang sebenarnya adalah kucing ini merupakan hasil dari persilangan dari kucing Siam dengan kucing American Shorthairs, yang merupakan proses persilangan yang sama dengan yang menghasilkan kucing Oriental.
Kucing ini memiliki 16 warna "point" yang berbeda selain dari 4 warna kucing siam tradisional. Upaya untuk membiakkan kucing bergaya Siam yang memiliki warna "point" diluar 4 warna point pada Siam ini dimulai sejak tahun 1940-an di Inggris dan Amerika dengan menyilangkan kucing Siam, Abyssinian, American Shorthair, serta kucing domestik berbulu pendek yang berbulu merah.
Temperamen kucing Colorpoint Shorthair cenderung sangat cerdas, senang bermain, dan ramah dengan manusia. Kucing ini juga dikenal senang berada di luar rumah dan bermain dengan manusia, sehingga kucing ini mendapatkan sebutan sebagai kucing yang "extroverts".
Namun kucing colorpoint ini juga bisa menjadi sangat sensitif, gugup, dan susah beradaptasi dengan perubahan lingkungan, termasuk perubahan pemilik. Seperti halnya kucing Siam, kucing ini juga cenderung banyak mengeong. Namun suara meongnya sangat beragam. Ada sekitar 100 jenis variasi suara yang dimiliki kucng jenis ini. Angka yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan suara meong yang dimiliki oleh kebanyakan kucing normal.
Temperamen kucing Colorpoint Shorthair jantan dapat sangat agresif terhadap binatang lainnya. Mereka juga termasuk binatang yang mendominasi, sehingga sering berkelahi dengan kucing lain yang dianggapnya masuk mengganggu daerah kekuasaannya.

Referensi : wikipedia

Sam, kucing yang memiliki alis menjadi sensasi baru di Instagram

Iis Nurliyah.
Foto samhaseyebrows, kucing yang memiliki alis 01
Kucing selalu saja membuat sensasi baru yang seolah tidak ada habisnya di dunia maya. Beberapa waktu lalu ada kucing yang memiliki pola hitam di atas mulutnya yang terlihat seperti sebuah kumis, sehingga si kucing disebut sebagai kucing Hitler
Nah kini ada lagi kucing yang memiliki pola hitam di bagian wajahnya, tetapi kali ini bukan di atas mulut melainkan di atas kedua bola matanya. tak ayal si kucing pun terlihat seolah memiliki alis yang menyerupai alis manusia. Dan kucing tersebut pun dijuluki samhaseyebrows.
Samhaseyebrows sendiri merupakan nama akun Instagram yang diberikan oleh sang pemilik kucing yang sudah memposting sekitar 50 buah foto si kucing di situs berbagi foto tersebut. Dan alhasil, si kucing yang memiliki alis tersebut menjadi sebuah sensasi baru. 
Saat artikel ini ditulis saja sudah ada sekitar 6.000 folower lebih dari akun instagram samhaseyebrows ini. Dan sepertinya folowernya akan terus meningkat mengingat si kucing masih tergolong "selebritis" baru. 
Kami akan menampilkan beberapa foto samhaseyebrows di bawah ini. Jika anda ingin melihat lebih banyak lagi foto-foto lucu kucing yang memiliki alis ini anda bisa mengunjungi akun Instagram samhaseyebrows.
Foto samhaseyebrows, kucing yang memiliki alis 02

foto samhaseyebrows, kucing yang memiliki alis 03

foto samhaseyebrows, kucing yang memiliki alis 04

foto samhaseyebrows, kucing yang memiliki alis 05

Saturday, February 2, 2013

Kucing telah membunuh 3,7 milyar burung setiap tahunnya

Iis Nurliyah.
Kucing vs Burung
Menurut sebuah penelitian yang dilakukan baru-baru ini, kucing-kucing yang hidup di alam liar ataupun kucing peliharaan yang dibiarkan berkeliaran telah membunuh sekitar 1,4 milyar dari 3,7 milyar burung di daratan Amerika Serikat setiap tahunnya. Hasil penelitian ini pun semakin memanaskan perdebatan antara pecinta kucing dan penyelamat lingkungan.
Perkiraan tersebut jauh lebih tinggi dari ribuan juta burung mati tiap tahunnya yang sebelumnya dikambinghitamkan kepada kucing. Penelitian tersebut juga mengatakan kalau dari 6,9 milyar hingga sekitar 20,7 milyar mamalia seperti tikus, kelinci, pengerat serta yang lainnya juga telah dibunuh oleh kucing. Laporan ini diterbitkan pada Selasa kemarin (29/01/2013) di Nature Communications.
"Saya sangat terkejut." ungkap ornithologist Peter Marra dari Smithsonian's Conservation Biology Institute. Dia dan temannya yang juga berasal dari Smithsonian Scott Loss, serta ahli biologi dari U.S. Fish and Wildlife Service Tom Will adalah yang melakukan penelitian ini.
Ini adalah bagian dari tiga tahun kerja Fish and Wildlife Service untuk memperkirakan berapa jumlah burung yang mati akibat predator, racun, dan kecelakaan. Dan menurut laporan American Bird Conservancy sekitar sepertiga dari 800 spesies burung di Amerika Serikat terancam punah atau mengalami penurunan jumlah populasi yang cukup signifikan.
Selama bertahun-tahun pecinta burung dan pecinta kucing terlibat adu argumen mengenai apa yang sebaiknya dilakukan terhadap kucing jalanan di Amerika, apakah mesti di euthanasia atau dibiarkan berkeliaran setelah sebelumnya dikebiri.
"Temuan kami menunjukkan kalau kucing yang bebas berkeliaran di luar rumah diperkirakan menyebabkan ancaman yang lebih besar terhadap populasi satwa liar jika dibandingkan sebelumnya dan kemungkinan besar mereka adalah pembunuh utama burung-burung dan mamalia di Amerika Serikat" ungkap Marra dan rekan penulisnya "Pemberitahuan secara ilmiah dan intervensi polisi dibutuhkan untuk menguangi dampak ini."
Penelitian ini mengkritik kebijakan Trap-Neuter-Return (TNR), "tangkap-kebiri-dilepaskan", yang diserukan oleh Alley Cat Allies dan organisasi penyayang kucing lainnya. Menurut mereka, tujuan dari NTR ini adalah untuk menekan jumlah populasi kucing jalanan tanpa harus membunuh mereka secara langsung, karena menurut perkiraan Nathan Winograd, pendiri dari No-Kill Advocacy Center di Oakland, sekitar 4 juta kucing di-euthanasia di penampungan hewan setiap tahunnya.
Namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa kebijakan TNR ini malah justru semakin membahayakan populasi hewan liar karena jumlah predator yang berkeliaran di jalanan semakin banyak. Namun Becky Robinson, Presiden dari Alley Cat Allies, tetap bersikukuh kalau kebijakan TNR ini adalah cara terbaik menjaga populasi burung tanpa perlu membunuh kucing.
Eleuh eleuh, ternyata di Amerika dan Eropa masalah keseimbangan alam sudah menjadi masalah yang sangat pelik seperti itu. Menurut para pecinta kucing sekalian, pendapat mana yang benar??? Kalau menurut saya keduanya benar. Kita tidak bisa seenaknya saja membunuh/melindungi satu spesies untuk melindungi/membunuh spesies lainnya, karena itu akan semakin mengacaukan keseimbangan rantai makanan.

Referensi : usatoday

Situs milik Gareth Morgan di-hack oleh pecinta kucing Selandia Baru

Iis Nurliyah.
situs cats2go di-hack oleh pecinta kucing selandia baru
Pernyataan terang-terangan Gareth Morgan yang menyerukan kampanye Selandia Baru bebas dari kucing, sepertinya berlanjut ke babak baru. Kalangan pecinta kucing Selandia Baru yang merasa berang terhadap pernyataan tersebut kini mulai bertindak lebih dari sekedar mengecam dengan kata-kata.
Kabarnya website yang belum lama ini dibuat oleh Morgan untuk menyerukan kampanyenya tersebut yang beralamat di Cats2go.co.nz di-hack oleh seorang pecinta kucing yang tidak setuju dengan kampanye Morgan.
Di laman yang telah di-hack tersebut dipajangkan sebuah foto (hasil photoshop) yang menggambarkan seekor kucing pemburu yang membawa senapan laras panjang sedang menenteng 'seekor' Gareth Morgan yang berhasil diburunya. hihi...
Memang tidak lazim sebuah situs di-hack hanya karena seseorang tidak menyukai pemikiran seseorang yang lain. Namun hal ini jelas menunjukkan betapa jengkelnya para pecinta kucing di Selandia Baru yang jumlahnya mencapai setengah dari rumah tangga di negara tersebut terhadap kampanya anti-kucing yang digemakan oleh Gareth Morgan.
Namun hal ini juga bisa dianggap tidak begitu mengherankan dunia, mengingat beberapa waktu yang lalu saat pagelaran EURO di Ukraina, kelompok Hacker Anonymous juga pernah meng-hack sebuah situs pemerintah Ukraina sebagai tindakan protes dari pembantaian anjing jalanan yang pemerintah Ukraina lakukan.
Keluarga Gareth Morgan sendiri merasa alangkah diperlukannya sebuah debat Nasional di Selandia baru untuk membahas tentang masalah kucing dan populasi hewan asli Selandia baru yang semakin terancam dengan meningkatnya populasi kucing peliharaan. NZTV sendiri memperkirakan ada sekitar 1 juta ekor kucing di Selandia Baru saat ini (awal tahun 2013).
Jika anda masih belum paham dengan isu yang sedang panas-panasnya di Selandia Baru ini, sebaiknya anda membaca dulu tentang duduk perkaranya di artikel Kampanye Selandia Baru bebas dari kucing oleh Gareth Morgan.

Referensi : thenextweb
Friday, February 1, 2013

Wanita ini suka makan bulu kucing

Iis Nurliyah.
Wanita ini suka makan bulu kucing
Food disorder memang banyak sekali bentuknya. Ada orang yang suka makan sabun, ada juga yang suka makan obat nyamuk bakar. Namun ujung-ujungnya semuanya sama, mereka harus menjalani serangkaian penanganan medis karena gengguan kesehatan. Nah ternyata di dunia ini ada loh orang yang orientasi makannya terganggu karena senang makan bulu kucing.
Orang yang mengalami kelainan orientasi makanan tersebut adalah Lisa, warga Detroit, Michigan, Amerika Serikat. Menurut pengakuan Lisa, dia sudah mengkonsumsi bulu kucing sejak 15 tahun yang lalu.
“Saya kecanduan makan bulu kucing,” kata Lisa, di TLC’s My Strange Addiction.
Lisa memakan bulu kucing dari berbagai lokasi yang berhasil dia kumpulkan, mulai dari rontokan bulu kucing peliharaannya, hingga bulu-bulu kucing yang dikumpulkannya dari seluruh lantai di apartemen yang ditinggalinya. Namun, menurut penuturannya, bulu kucing yang paling nikmat adalah yang langsung diambil dari tubuh si kucing. Hiyakz!!!
Kecanduan Lisa terhadap bulu kucing sepertinya sudah memasuki tahap yang mengkhawatirkan. Setiap 2 jam sekali dia merasa ingin "ngemil" bulu kucing. Sehingga tak jarang dia langsung menjilati tubuh si kucing untuk mendapatkan bulu kucing yang masih segar.
Konon, kata Lisa, kegiatan anehnya tersebut juga dapat meningkatkan keharmonisan hubungannya dengan kucing-kucing peliharaannya. Uniknya, tidak dilaporkan apakah Lisa pernah mengalami masalah kesehatan terkait dengan hobi anehnya tersebut.
Perlu anda ketahui, bulu kucing itu sama dengan rambut jadi tidak bisa dicerna oleh lambung. Semoga saja bulu kucing yang ditelan Lisa langsung bablas keluar bersama kotoran, tidak ada yang nyangkut di usus atau lambung. Selain itu, di setiap helai bulu kucing terdapat banyak bakteri berbahaya seperti toxoplasma dan alergen. So, pastinya itu dapat mengakibatkan penyakit yang cukup serius jika kecanduan bulu kucing Lisa tidak segera ditangani dengan serius.

Referensi : heraspost

Mengenal Kucing Ceylon

Iis Nurliyah.
Gambar Kucing Ceylon
Kucing Ceylon merupakan jenis kucing domestik hasil dari pembiakan yang dilakukan oleh Cat Club dari Sri Lanka (dulunya disebut Ceylon). Pada tahun 1980-an kucing ini dibawa ke Italia. Dan pada tahun 1984 mereka diperkenalkan kepada penduduk Barat di ajang Como Cat Show. Dan sepertinya saat itu skses menarik perhatian. 
Setelah menjalani pembiakan secara intensif selama 4 tahun (ada beberapa orang yang yakin kalau ras kucing ini telah mengalami improvisasi), pada Mei 1998 akhirnya kucing Ceylon diakui sebagai salah satu kucing pedigree baru. Kucing Ceylon atau biasa juga disebut sebagai kucing Celonese memiliki pola bulu yang menyerupai kucing Abyssinian modern.
Kucing Ceylon merupakan jenis kucing berbadan medium dengan bulu pendek yang padat dan halus, serta bergaris-garis. Warna bulu kucing Ceylon adalah berwarna pasir-keemasan dengan tanda hitam atau biasa disebut dengan warna "Manila". Mereka juga hadir dalam beberapa warna liannya seperti biru, merah, krem, dan beberapa variasi tortoiseshell.
Temperamen kucing Ceylon cenderung ramah, serta responsif. Setidaknya itu menurut Dr. Paolo Pellegatta, breeder yang mengembangbiakkan kucing ras ini. Kucing ini juga senang bermain, dan memiliki antusiasme tinggi terhadap berbegai hal.
Sayangnya informasi mengenai kucing ras ini masih sangat minim di internet. So, untuk masalah kesehatan, perawatan, dan beberapa informasi lainnya belum dapat kami sajikan ke hadapan pembaca sekalian.

Sumber : berbagai sumber