Friday, July 12, 2013

Seekor anak kucing disusui oleh seekor bulldog di Inggris

Iis Nurliyah.
Foto seekor Bulldog bernama Harley dengan anak angkatnya, seekor kucing bernama Tigger
Jika sebelumnya kita pernah membahas tentang seekor kucing yang menyusui anak anjing pitbull, kali ini kebalikannya. Seekor anjing (kali ini dari jenis bulldog) menyusui seekor anak kucing. Hmm, unik. Unik banget malah.

Anjing bulldog baik hati tersebut bernama Harley, seekor anjing bulldog betina berusia 2 tahunan. Sementara anak kucing yang disusuinya bernama Tigger, seekor kucing yatim piatu berusia 2 mingguan.

Tigger ditemukan di sebuah gereja di Inggris. Kemudian dia dibawa ke sebuah yayasan hewan yang bernama Vets Arvonia di Cheltenham, Gloucestershire, Inggris. Di yayasan tersebut, Tigger bertemu dengan Clare Evan, yang memutuskan untuk mengadopsinya karena jatuh hati dengan kemungilannya.

Clare sendiri sebenarnya sudah memelihara seekor anjing bulldog di rumahnya yang tidak lain adalah Harley si calon ibu angkat Tigger. Tidak disangka-sangka, Harley ternyata tidak memusuhi keturunan dari musuh bebuyutannya tersebut. Harley justru datang dan menciumi Tigger.

Dan ajaibnya, Harley yang divonis tidak bisa memiliki keturunan karena menderita tumor di tulang belakangnya, ternyata mampu mengeluarkan air susu. Nah loh!!! Rasa kasih dan sayang memang sangat luar biasa bukan??!!
“Saat aku mencoba menggendong Tigger, Harley telah lebih dulu mengambil alih,” ungkap Clare seperti yang ditulis di dailymail.co.uk, Kamis, 11 Juli 2013.
Keajaiban kasih sayang ini tidak cukup sampai disitu. Yogi, seekor anjing Herder yang juga dipelihara Clare, ternyata juga sayang kepada Tigger. Yogi sering menjilati Tigger untuk menjaganya agar tetap bersih. Sayangnya seekor anjing peliharaan Clare yang lain yang bernama Kya (juga jenis Herder) tidak mengikuti jejak kedua temannya tersebut. Kya, masih tidak bisa bersahabat dengan Tigger si kucing.

Referensi : tempo.co
Thursday, July 11, 2013

Akibat krisis makanan di Homs, ulama memfatwakan boleh makan daging kucing???

Iis Nurliyah.
Foto kucing mujahid
Menurut laporan Ugarit News, salah satu provinsi di Suriah yang bernama Homs, merupakan salah satu daerah yang paling parah mendapatkan serangan militer dari konflik berdarah yang terjadi di sana hingga saat ini. 

Entah siapa yang salah, entah siapa yang benar. Entah itu berperang demi Tuhan dan Keyakinan, atau itu hanya akal-akalan orang yang rakus akan kekuasaan yang melihat kebodohan dan fanatisme sempit orang-orang disana yang bisa dengan mudah dipanasi dan dimanfaatkan. Itu tidak penting.

Namun yang penting kita tahu adalah, rakyat di sana dipaksa untuk kelaparan. Konon, saking terbatasnya sumber makanan, sebagian ulama setempat sampai mengeluarkan fatwa "Boleh makan daging kucing", asalkan sebatas untuk menyambung nyawa.

Yang lebih mengerikan lagi, muslim setempat pun sedang menunggu fatwa "dibolehkannya membunuh anak dan istri" agar mereka bisa tenang 'berjihad', tanpa khawatir istrinya diperkosa musuh atau anaknya dicincang dan dibakar musuh.

Entah kenapa, mendengar berita tersebut, aku jadi teringat pesan Jiraiya Sensei (salah satu karakter dalam serial Naruto). Jiraiya Sensei berpesan kepada Naruto, "When people get hurt, they learn to hate." (Ketika seseorang terluka, mereka akan belajar untuk membeci). Dan sepertinya, orang-orang di daerah konflik tersebut benar-benar sudah belajar untuk 'membenci', bahkan tidak hanya membenci musuhnya, melainkan teman, sodara, keluarga juga mereka benci dengan menganggap mereka adalah beban.

Aku harap bangsa Indonesia ini tidak mengikuti jejak mereka yang sudah terlanjur pandai 'membenci'. Semoga negeri ini selalu damai dan bersatu, agar tidak sampai ada fatwa yang 'menghalalkan yang haram demi menyambung hidup'. Mereka saja sampai menghalalkan yang haram untuk menyambung hidupnya sendiri, tetapi kenapa mereka malah merenggut hidup orang lain yang tentu juga ingin menyambung hidupnya di dunia ini??? Apakah kalian tidak berpikir???

Berhentilah meributkan siapa yang benar siapa yang salah, kita itu bangsa yang toleran, kita bangsa yang beradab, kita bangsa yang saling menghormati. Semoga tidak ada lagi orang yang menghasut untuk bermusuhan di negeri ini, entah itu mengatasnamakan agama, suku, kebenaran, atau yang lain. Semoga kejadian "Daging kucing boleh dimakan" yang terjadi di Homs, Suriah, bisa menjadi renungan bagi kita semua, untuk semakin memahami akan pentingnya perdamaian.

Referensi : arrahmah
Wednesday, July 10, 2013

Hati-hati dengan toksoplasma pada tai kucing!!!

Iis Nurliyah.
foto kucing kampung lucu
Dibalik kelucuan dan keluguan seekor kucing, ternyata ada bahaya yang cukup berbahaya yang tersimpan dibalik semuanya. Adalah bakteri Toksoplasma gondii yang disebut-sebut merupakan sebuah parasit yang lebih kompleks dibandingkan dengan virus.

Menurut penelitian yang sudah banyak dilakukan, bakteri toksoplasma ini sangat berbahaya bagi wanita hamil karena dapat mengganggu perkembangan janin, seperti pertumbuhan organ maupun mental si bayi. Konon, bakteri ini juga menyebabkan peningkatan keinginan bunuh diri seorang wanita, dan juga menjadi salah satu penyebab kebodohan pada anak. Parasit yang satu ini juga disebut-sebut terkait dengan adanya penyakit depresi, dan schizophrenia.

Parasit ini tidak hanya menyerang wanita saja, melainkan semua orang. Hanya saja, dampaknya akan lebih fatal pada wanita hamil. Tidak juga hanya orang dengan kekebalan tubuh yang buruk, bahkan orang yang sehat pun dapat terkena Toksoplasma gondii.

Sebenarnya Toksoplasma  gondii tidak hanya ditemukan pada kucing saja. Parasit ini juga dapat ditemukan pada kotoran anjing, kelinci, kambing, atau babi. Hanya saja karena kucing merupakan binatang peliharaan yang sangat populer, maka ancaman mereka jadi lebih serius.

Beberapa tips dari The American Academy of Pediatrics yang sebaiknya anda lakukan untuk mencegah penyebaran dan penularan parasit ini antara lain :
  • Periksa kesehatan sebelum menikah untuk melihat apakah anda dan pasangan anda benar-benar bebas dari parasit ini. Hal ini berguna agar dapat segera diambil tindakan jika ternyata salah satu dari anda terkena gejala toksoplamosis ini.
  • Karena toksoplasma dapat menginfeksi hewan ternak melalui rumput yang terkena kotoran kucing yang mereka makan, maka pastikan daging yang anda makan telah dimasak dengan benar-benar matang.
  • Minumlah susu yang sudah dipasteurisasi atau sudah dimasak.
  • Cuci tangan dan peralatan masak dengan air sabun dan air hangat setelah digunakan untuk memeasak daging.
  • Cucilah buah dan sayur dengan bersih menggunakan air yang mengalir sebelum dimakan. Akan lebih baik jika anda mengupas terlebih dahulu buah-buahan yang akan anda makan.
  • Minum air yang bersih dan matang.
  • Hindari kontak langsung dengan kotoran kucing.
  • Dan yang terakhir yang menurut saya sangat penting adalah, jangan lupa kucing anda divaksin, dan diperiksakan kondisi kesehatannya secara rutin.
O iya, sebaiknya ibu-ibu yang sedang hamil jangan membersihkan litter box atau berurusan dengan kotak pasir si kucing terlebih dahulu. Biar itu dikerjakan oleh suami anda. Sebaiknya kotoran kucing jangan dibuang di dalam toilet, apalagi kalo anda menggunakan toilet duduk. Lebih baik dikubur saja yang dalam di tempat yang jarang dilewati. ^_^

Referensi : Kompas Health
Tuesday, July 9, 2013

Pria penyelamat kucing jalanan di Jakarta

Iis Nurliyah.
Foto Pak Handoko dengan kucing-kucing jalanan yang dirawatnya
Seolah menutup mata akan keberadaannya, kita terkadang tanpa iba menelantarkan binatang seperti kucing di jalanan dengan beberapa alasan klasik seperti 'mereka hanyalah binatang yang mengganggu'. Namun berbeda dengan pria yang satu ini.

Handoko (64), pria baya yang tinggal di Cileduk ini, begitu menaruh perhatian terhadap kucing-kucing jalanan. Hingga saat ini, beliau telah menghidupi setidaknya 35 ekor kucing kampung di rumahnya. Selain itu sekitar 10 hingga 20 ekor kucing jalanan lainnya yang setiap hari mendatangi rumahnya, juga beliau kasih makan.

Kebanyakan kucing yang tinggal di rumah Pak Handoko berkeliaran secara bebas di area rumah. Namun ada juga yang dikandangkan yaitu kucing yang sakit, kucing yang baru dipungut, atau kucing yang sering berantem dengan kucing lainnya.

Kepedulian Pak Handoko terhadap kucing-kucing jalanan tersebut dimulai sejak tahun 2003. Awalnya Pak Handoko hanya memungut kucing-kucing jalanan yang sakit, atau anak kucing yang yatim piatu. Namun, karena pada saat itu beliau masih tinggal di kompleks, beliau tidak bisa memungut banyak kucing, akibat dari keterbatasan tempat dan juga komplain dari warga.

Pada tahun 2008, Pak Handoko pindah ke rumah baru. Di rumah barunya ini, Pak Handoko dapat menampung lebih banyak kucing jalanan. Pak Handoko pun tak segan merogoh kantongnya sendiri untuk merawat kucing-kucing tersebut. Bahkan besarnya biaya perawatan kucing tak lagi dipikirkannya.
“Tentu saja berat. Biaya merawat kucing memang tidak sedikit, apalagi di sini ada puluhan kucing. Biaya untuk memberi makan mereka sehari saja sudah berapa. Namun kalau soal itu saya tidak begitu memperhitungkan,” ungkap Pak Handoko seperti dikutip dari pesatnews.com.
Meskipun biayanya tidaklah sedikit, Pak Handoko tetap memberikan makanan yang layak bagi kucing-kucing yang dirawatnya tersebut, seperti dry food atau nasi dengan ikan untuk kucing dewasa, dan wet food untuk kucing-kucing kecil.

Referensi : pesatnews
Monday, July 8, 2013

Dalam 2 tahun, 4000 ekor kucing telah dicuri oleh sebuah geng di Vietnam

Iis Nurliyah.
Foto kucing di jalanan
Enam orang ditangkap di Vietnam dengan tuduhan telah mencuri sekurang-kurangnya 4000 ekor kucing selama 2 tahun terakhir. Kucing-kucing tersebut dicuri untuk dijual dagingnya. Demikian menurut laporan dari media Australia.

Nguyen Duc Dung (26) yang merupakan pemimpin dari genk pencuri kucing tersebut mengatakan kepada polisi bahwa mereka menangkap kucing-kucing tersebut menggunakan perangkap yang menggunakan potongan daging atau ikan sebagai umpannya. Sasaran mereka adalah kucing-kucing yang berkeliaran di luar rumah pemiliknya. Dengan metode ini mereka dapat mencuri sekitar 4-6 ekor kucing setiap malamnya.

Sekilo daging kucing mereka jual dengan harga $US 3 (sekitar 27 ribu rupiahan). Uang hasil penjualan daging kucing tersebut mereka gunakan untuk bermain video game. Akibat dari tindakannya tersebut, mereka pun terancam hukuman maksimum 7 tahun penjara.

Meskipun pencurian anjing sudah kerap terjadi di Vietnam, kasus kali ini merupakan yang pertama kalinya sebuah kelompok pencuri kucing ditangkap untuk kasus pencurian kucing dalam jumlah yang sangat besar.

Sekedar info, daging kucing memang cukup populer sebagai daging konsumsi di beberapa wilayah di Vietnam. Mereka biasa menggunakan daging kucing sebagai daging panggang dan disajikan bersama beras anggur (rice wine).

Referensi : euronews
Thursday, July 4, 2013

Setelah 5 pekan menghilang, kucing ini ditemukan di sebuah kontainer

Iis Nurliyah.
Foto Branwen bersama Wayne dan Lynne Price
Branwen, seekor kucing berusia 2 tahunan terjebak di dalam sebuah kontainer selama 5 pekan. Ajaibnya, meski tidak ada suplai makanan dan minuman, serta udara segar, si kucing tetap bertahan hidup hingga dipertemukan kembali dengan pemiliknya.

Kucing betina berbulu hitam-putih milik pasangan Wayne dan Lynne Price ini ditemukan minggu lalu di sebuah kontainer di Thomastown Park, tidak begitu jauh dari rumah mereka yaitu di The Parade, Merthyr Tydfil. Dan sekarang si kucing sudah berkumpul kembali dengan sang pemilik.
"Para pekerja tengah bekerja memindahkan barang di sana dan mereka melihat sepasang mata memandang mereka," ungkap Wayne (53). "Mereka mencoba mendekatinya, tetapi dia snagat ketakutan, dia sangat waspada terhadap orang. Para pekerja menelepon istri saya karena mereka tahu kita kehilangan seekor kucing, dan ketika dia pergi kesana, Branwen langsung berlari menghampirinya."
Lyne begitu bahagia bisa bertemu kembali dengan kucingnya, dan dia pun segera membawanya pulang. Kondisi Branwen sendiri sangat kurus ketika ditemukan, tetapi kini dia sedang menjalani diet untuk pemulihan berat badannya.

Referensi : walesonline
Wednesday, July 3, 2013

Perkumpulan Kucing Domestik Solo

Iis Nurliyah.
Perkumpulan Kucing Domestik Solo
Selama ini yang kita tahu perkumpulan-perkumpulan kucing yang ada dibuat hanya untuk menampung para pencinta kucing ras yang cantik dan eksotik. Namun ternyata di Solo, ada sebuah perkumpulan kucing yang mengkhususkan diri untuk menyelamatkan kucing-kucing domestik atau kucing kampung yang selama ini begitu banyak yang ditelantarkan. 

Komunitas yang bernama "Perkumpulan Kucing Domestik Solo" atau PKDS ini didirikan karena rasa empati para pendiri yang prihatin melihat kucing-kucing jalanan yang memang tak secantik kucing ras, yang mendapatkan perlakuan yang tidak selayaknya.

Memang saat ini komunitas penyelamat kucing tersebut belum memiliki shelter resmi sendiri, kinerja mereka juga masih terbatas akan Dana, Tenaga, dan Kapasitas, tetapi langkah yang mereka ambil saya rasa sudah sangat hebat.

Saat ini dana yang mereka dapat murni berasal dari sumbangan para dermawan. Sementara para pekerjanya adalah para sukarelawan yang tentu masih harus bekerja untuk mencari nafkah bagi keluarga mereka terlebih dahulu. Dan tempat penampungan mereka masih sangat terbatas, sehingga tidak semua kucing jalanan dapat ditolong.

Jika anda tergerak hati untuk membantu mereka, anda bisa mengunjungi situs mereka dan memberikan sedikit donasi. Selengkapnya silahkan langsung berkunjung ke PKDS.