Sunday, September 1, 2013

Seekor kucing yang mengembalikan suara seorang anak

Iis Nurliyah.
Foto Dillon dan Jessi
Bagi orang tua, melihat anak-anaknya tersenyum bahagia adalah satu hal yang sangat membahagiakan. Namun apa jadinya jika 'sesuatu' telah mencuri senyum manis anak mereka???

Jayne merasa begitu sedih ketika anaknya, Lorcan Dillon, kehilangan senyum manisnya diusia 8 tahun. Dillon diduga menderita gejala gangguan kecemasan sosial (social anxiety disorder) sejakt usianya masih 3 tahun.

Sebenarnya kondisi fisik Dillon normal, hanya saja 'sesuatu' di dalam dunianya membuat Dillon begitu sulit melakukan komunikasi dengan orang lain. Pada mulanya Dillon terlihat cukup normal berkomunikasi di rumah, tetapi ketika dia mulai dititipkan di tempat penitipan anak, secara perlahan Dillon mulai tidak mau bicara.
"Di rumah, dia (Dillon) selalu sangat bawel, mungkin dia syok ketika pergi ke tempat penitipan anak. Dan ketika ditanya kenapa dia tidak berbicara di sana, dia tidak dapat menjelaskannya, dia hanya menunjuk tenggorokannya." ungkap Jayne seperti dikutip dari theguardian.com.
Hingga akhirnya pada September 2010, kucing milik Jayne meninggal dan dia pun mengadopsi anak kucing baru yang diberi nama Jess. Kedatangan Jess ternyata membawa titik balik bagi Dillon dan keluarga Jayne. Jess dan Dillon seolah saling memiliki ketertarikan.
"Mereka saling tertarik satu sama lain. Jess adalah bola bulu menggemaskan dengan mata besar berwarna biru. Dia (Jess) merespon dan mengeong kepada Dillon dan ada sebuah ikatan kuat."
Dillon pun memeluk Jess, dan nama kucing itu pun diganti menjadi Jessi. Kondisi emosi Dillon pun perlahan mulai membaik. Dia mulai menunjukkan rasa ingin melindungi terhadap Jessi, mereka pun seolah tak terpisahkan. Dan yang lebih mengharukan lagi adalah, enam bulan setelah kedatangan Jessi, untuk pertama kalinya Jayne mendengar Dillon mau berbicara lagi. Yeah, meskipun itu baru 3 buah kata yang keluar dari mulut Dillon, Jayne begitu bahagia.
"Mereka selalu bermain bersama dengan mainan kucing favorit mereka hingga suatu saat Dillon mengucapkan kata  'I love you, Jessi-cat,' lalu, 'You are my best friend.'. Itu pertama kalinya dia mengucapkan 3 kata. Aku meneteskan air mata dan aku benar-benar bahagia." ungkap Jayne. "Orang-orang bertanya apakah saya marah saat dia (Dillon) bilang 'I Love You' kepada kucing, bukan kepadaku, tetapi aku berharap dia segera bisa belajar untuk mengatakannya kepada orang lain suatu saat nanti. "
Meskipun Dillon masih belum mau berkomunikasi secara bebas di sekolah, tetapi kepercayaandirinya perlahan tumbuh seiring persahabatannya dengan Jessi. Jayne pun tak kan menyerah untuk membantu anaknya kembali ke kehidupan normal. Dan saat ini Jessi menjadi satu harapan besar untuk mengembalikan 'kehidupan' Dillon dan Jayne. 

Semoga Dillon segera mendapatkan kepercayaandirinya kembali. ^_^

Referensi : theguardian
Saturday, August 31, 2013

Its Catturday... [Foto-foto kucing Fleksibel]

Iis Nurliyah.
Catturday kali ini kucinggue akan menampilkan beberapa foto kucing yang terbilang unik, cantik, tapi ironis. Kucing-kucing cantik berikut ini akan berpose pada lokasi-lokasi yang tak lazim. Dan dengan kelenturan tubuh mereka, kucing-kucing ini tampak begitu lucu, dan tidak tampak ada rasa kesakitan. Dan inilah foto-foto kucing yang bertubuh fleksibel :

foto kucing Fleksibel

foto kucing Fleksibel 02

foto kucing Fleksibel 03

foto kucing Fleksibel 04

foto kucing Fleksibel 05

foto kucing Fleksibel 06

foto kucing Fleksibel 07

foto kucing Fleksibel 08

foto kucing Fleksibel 09
Referensi : boredpanda
Friday, August 30, 2013

Seekor kucing terjepit diantara tembok dan lemari dapur

Iis Nurliyah.
Foto kucing yang terjepit tembok
Rochelle Withell mengatakan bahwa partner-nya pergi bekerja sekitar jam 5 pagi ketika dia melihat seekor kucing yang tidak terlihat familiar berada di rumahnya di Welcome Bay.
"Kita punya jendela yang terbuka di lantai bawah, jadi sepertinya dia (kucing) masuk melalui situ dan panik ketika melihat Nick berada di dapur." ungkap Rochelle seperti dikutip dari nzherald.co.nz. "Dia melompat ke atas lemari dan jatuh lagi."
Menurut penuturan Rochelle, kucing tersebut jatuh dari ketinggian sekitar 2 meter dan terjepit. Rochell pun berusaha mengeluarkan si kucing, tetapi setelah beberapa jam mencoba hasilnya tetap nihil. Dia pun pergi ke rumah para tetangga untuk menanyakan barang kali kucing tersebut adalah milik salah satu dari mereka.

Wally Kilham dan Peter Zimmerman, tetangga Rochelle, menawarkan diri untuk membantunya. Sebelumnya mereka belum pernah bertemu, tetapi kejadian pagi itu membuat mereka jadi saling bersilaturahmi.

Dan akhirnya berkat bantuan dua tetangganya tersebut, si kucing yang terjepit diantara dinding dan lemari dapur selama setidaknya 7 jam tersebut berhasil dikeluarkan setelah memanfaatkan beberapa perlengkapan memancing.

Referensi : nzherald
Thursday, August 29, 2013

Lacak Keberadaan Kucing Anda Melalui Smartphone

Iis Nurliyah.
Foto Zach Freiberg dan Kucing
Ketika kucing milik ibunya menghilang, Zach Freiberg yang bekerja sebagai seorang designer berusaha membantu menemukannya dengan menciptakan sebuah aplikasi pelacakan melalui smartphone. Bekerjasama dengan 5 orang temannya yang juga merupakan designer dan juga network engineer di Victoria University, Freiberg menciptakan sebuah aplikasi yang diberi nama LoCATor.

LoCATor bekerja menggunakan sistem GPS, kalung yang terkoneksi dengan internet untuk memberitahukan dimana lokasi si kucing ke dalam database online yang kemudian bisa diakses oleh pemiliknya atau orang lain yang tertarik mengamatinya.

Kampanye 'Cats To Go'-nya Gareth Morgan juga mendorong penggunaan aplikasi ini sebagai solusi mencegah kucing membunuh semakin banyak binatang endemik Selandia Baru. Namun Freiberg mengatakan bahwa aplikasi ini hanyalah sebuah alat, bukan sebuah solusi.
"Ini mungkin akan menghentikan orang membiarkan kucing mereka keluar atau membantu [Department of Conservation] untuk membuat pertahanan untuk melindungi kehidupan liar - kita bermain dengan gagasan bahwa orang akan selalu ingin membantu alam ini. Ini hanyalah sebuah gangguan kecil, tetapi mereka akan membantu dalam permasalahan ini."
LoCATor akan memberikan peringatan kepada pengguna ketika kucing menerobos perbatasan yang tidak terlihat, semisal Batas luar Zealandia atau zona aman di sekitar bandara.

Referensi : stuff.co.nz
Wednesday, August 28, 2013

Seekor kucing terjebak di bawah kap mobil hingga 50 mil perjalanan

Iis Nurliyah.
foto kucing yang terjebak di bawah kap mobil
Suara jeritan terdengar dari dalam sebuah mobil yang berada di sebuah stasiun pengisian bahan bakar di Tallahassee, Florida, Amerika Serikat. Tapi itu bukanlah suara jeritan seorang korban penculikan, melainkan suara seekor kucing yang berada di bawah kap mobil.

Kucing tersebut menumpang tanpa diketahui si sopir hingga terbawa sejauh 50 mil ke Cairo, Grady County, Georgia, Amerika Serikat. Seorang wanita yang mengemudikan mobil tersebut mengatakan bahwa dia mendengar suara kucing menjerit ketika dia berhenti di SPBU. Karena tidak bisa menemukan sumber suara tersebut, dia pun memanggil bantuan mekanik.
"Satu makhluk kecil yang tak berdaya dan terlihat putus asa terjebak di bagian bawah mobil, beberapa inchi dari belt yang berputar, kipas, dan beberapa benda yang berbahaya." ungkap mechanic Curtis White kepada WCTV.
Setelah kucing tersebut berhasil dikeluarkan, kucing tersebut pun dikasih susu dan sosis  Sang pemilik mobil pun memutuskan untuk mengadopsi si kucing.

Referensi : blog.al.com
Tuesday, August 27, 2013

Suami ingin mengancam membunuh istri hanya karena masalah kotoran kucing

Iis Nurliyah.
Avelino Urbano Garon
Seorang pria yang tinggal di Palm Coast, Florida, Amerika Serikat tega mengancam akan membunuh istrinya sendiri hanya karena mereka berdebat tentang siapa yang seharusnya membersihkan kotoran kucing.

Avelino Urbano Garon (59) ditangkap pada 18 Agustus lalu dengan tuduhan penyerangan menggunakan senjata mematikan. Istrinya melaporkan kepada polisi bahwa mereka berantem seharian pada 17 Agustus .
"Avelino menjadi lebih marah dan mengancam akan melemparkan kucing ke dinding." demikian seperti yang tertulis di news-journalonline.com "Dia kemudian mengambil pisau dan mengatakan kepada istrinya 'Apa kamu ingin aku membunuhmu??? Aku akan lakukan!!!' "
Menanggapi tuduhan tersebut Alvaro mengatakan bahwa dia tidak bersalah. Menurutnya, istrinya memang yang seharusnya membersihkan kotoran kucing mereka, sehingga dia tidak merasa bersalah mengancam istrinya tersebut.

Garon pun akhirnya harus membayar $1,000 sebagai jaminan kebebasannya dari tahanan.

Referensi : news-journalonline

50 Juta Rupiah Bagi Yang Bisa Memberikan Informasi Mengenai Pelaku Pembakar Seekor Anak Kucing

Iis Nurliyah.
foto phoenix anak kucing yang dibakar di Sacramento
Uang sejumlah $5,000 atau sekitar 50 juta rupiah ditawarkan kepada siapa saja yang bisa memberikan informasi yang bisa menuntun hingga penangkapan seorang pelaku pembakaran seekor anak kucing. 

Menurut manajer dari Front Street Animal Shelter Care Service, Gina Knepp, seorang penduduk di Manorside Drive, Sacramento Selatan, melihat seekor anak kucing berjalan mengikuti seseorang di  jalanan Manorside an Meadowglen Avenue pada 9 Agustus 2013. Keesokan harinya penduduk setempat menemukan anak kucing tersebut di jalanan dengan luka bakar di tubuhnya serta masih tercium bau bensin yang menyengat.

Anak kucing tersebut pun dibawa ke Rumah Sakit Binatang Sacramento Selatan oleh salah seorang warga yang kemudian menanggung semua biaya perawatan dan mengadopsi anak kucing tersebut.

Beberapa hari kemudian orang tersebut dipaksa untuk menyerahkan anak kucing jantan yang berusia empat bulanan yang ditolongnya tersebut kepada Front Street Animal Shelter ketika kondisi dari anak kucing tersebut tidak mengalami pembaikan.

Anak kucing tersebut pun diperiksa oleh dokter hewan dari shelter dan ditemukan luka bakar parah pada bagian kaki belakang dan pinggang, telinga, dan bagian lain di tubuhnya. Kucing tersebut juga masih berbau bensin, meskipun sudah dimandikan oleh dokter hewan rumah sakit, ungkap Knepp.

Anak kucing ini akhirnya diberi nama Phoenix oleh seorang karyawan Shelter. Namun sayangnya, anak kucing ini akan segera disuntik mati pada Minggu siang waktu setempat karena kondisi kesehatannya yang terus memburuk.

Dan barang siap yang mengetahui pelaku penganiaya binatang ini diharapkan untuk segera melapor pada otoritas setempat dengan menghubungi Chief Animal Control Officer Dan Torres  melalui nomer telepon 916-808-5855 atau melalui alamat email dtorres@cityofsacramento.org. Humane Society of the United States pun menyediakan hadiah sebesar $5,000 bagi siapa saja yang memberikan informasi mengenai si pelaku.

Referensi : news10