Wednesday, January 22, 2014

Chazz dan Samus, dua sahabat yang tak terpisahkan

Iis Nurliyah.
Seekor kucing betina berusia 2 bulanan yang bernama Samus harus bertarung dengan berbagai masalah kesehatan sejak dilahirkan di dunia ini. Hingga akhirnya dia mendapatkan adopter dan dibawa ke rumah barunya dan bertemu dengan Chazz, seekor kucing jantan berwarna ginger (oranye) berusia satu tahun.

Ketika bertemu dengan Samus, seperti Chazz tahu jika Samus si kucing kecil butuh kasih sayang dan kenyamanan lebih. Keduanya pun menjadi sahabat yang sangat dekat, tidak terpisahkan sejak pertama kali dipertemukan.
"Dia (Samus) sangat bahagia sekarang. Mereka sangat lucu dan bermain bersama sepanjang waktu." ungkap Justin G, seperti dikutip dari instagram Chazz and Samus.
Hmm, indahnya persahabatan, dan saling menyayangi. ^_^
 
Foto Chazz dan Samus tidur bareng

Foto Chazz dan Samus berpelukan

Foto Chazz dan Samus berduaan

Foto Chazz dan Samus Makan Bareng

Chazz dan Samus saling menyayangi

Referensi : Chazz and Samus
Tuesday, January 21, 2014

Didga, si kucing skateboard [VIDEO]

Iis Nurliyah.
Mungkin anda sudah pernah mendengar tentang seekor anjing bulldog yang gemar bermain skateboard bernama Tillman. Namun ternyata kucing pun ada yang juga mahir bermain skateboard lho!!! Kemampuannya pun tidak kalah mahir dibandingkan dengan Tillman. 

Adalah Didga, seekor kucing berbulu putih-abu-abu yang dilatih oleh seorang pelatih hewan bernama Robert Dollwet. Bersama dengan skateboard-nya yang diberi nama Ollie, Didga berkeliling kota Coolangatta, Australia.

Mereka berkeliling melewati jalanan kota, tepi pantai, restoran, bahkan dengan cueknya melompati seekor anjing Rotweiler. Beberapa trik yang cukup sulit berhasil Didga perlihatkan dengan sempurna, seperti melompati papan, dan melompati anjing. Keren!!!

Baru sekitar seminggu di-upload di YouTube oleh akun yang bernama CATMANTOO, Video kucing berdurasi 3 menit 28 detik ini sudah ditonton oleh lebih dari 200.000 viewer. Penasaran dengan video kucing ini??? Silahkan dilihat di bawah ini!!!
Monday, January 20, 2014

Navi si kucing berbulu hitam-putih dan anak ayam yang diadopsinya

Iis Nurliyah.
foto Navi si kucing dan anak ayam adopsinya

Navi merupakan seekor kucing yang gemar bersantai di depan pintu. Menghabiskan hari-harinya untuk bersantai, tiduran sambil mengawasi setiap hal yang terjadi di sana. 

Suatu hari ada tamu kecil yang tidak biasa menghampirinya. Seekor anak ayam berusia beberapa minggu yang terpisah dari induknya. Dicar-cari kemanapun, tidka juga ditemukan dimana si induk dari anak ayam malang ini. Dan satu hal yang mengejutkan terjadi.

Biasanya, anak ayam adalah mangsa yang lezat bagi seekor kucing. Namun Navi punya pikirannya sendiri. Ketika si anak ayam mendekat dan meringkuk di tubuhnya, Navi membiarkannya. Si anak ayam pun mulai mengikuti kemana pun Navi pergi.

Saat itulah, Chris, pemilik Navi, menyadari bahwa kucing kucing jantan miliknya baru saja mengadopsi seekor anak ayam mungil. Owww, So cute! ^_^
foto Navi si kucing dan anak ayam adopsinya 01

foto Navi si kucing dan anak ayam adopsinya 02
Referensi: Kitty Army
Thursday, January 16, 2014

Baru ketemu, kucing dan rusa ini langsung bersahabat

Iis Nurliyah.
Seekor kucing liar dan 2 ekor rusa bertemu dalam sebuah ketidaksengajaan. Lima belas menit kemudian seuatu yang ajaib terjadi. Bukannya saling mengusir karena mereka berbeda spesies, kedua mamalia tersebut justru terlihat saling bersahabat.
"Saya tiba di Scout Island kemarin malam... menikmati waktu yang menyenangkan. Saat sesi pemotretan kita selesai, wika melihat 2 ekor rusa di dekat area preschool… Kucing kecil ini mendekat." ungkap Laureen Carruth, seorang fotografer, menulis pada blog-nya.
Menurut penuturan Laureen, kedua rusa tersebut mulai terlihat penasaran dengan kehadiran si kucing. Lalu rusa yang berbadan lebih kecil mulai mendekati si kucing, mengendus dan menjilat si kucing. 15 menit awal berlalu, dan mereka pun terlihat begitu bersahabat.

Hmm, persahabatan memang selalu indah... ^_^
Foto Kucing dan rusa 01

foto kucing dan rusa 02

foto kucing dan rusa 03

Referensi : Laureen Carruth
Wednesday, January 15, 2014

2 tahun menghilang, si kucing ditemukan lagi di desa sebelah

Iis Nurliyah.
Foto Dusty dan Georgina
Kucing yang satu ini juga bernama Dusty, tetapi kisahnya berbeda dengan Dusty yang dulu. Jika Dusty yang dulu suka menghilangkan barang-barang tetangga, Dusty yang ini adalah seekor kucing yang lama menghilang.

Dusty menghilang dalam perjalanan saat sang pemilik, Georgina Niner, hendak membawanya berkunjung ke tempat Dokter hewan pada September 2011. Georgina merasa begitu kesal karena setelah melakukan pencarian intensif, si kucing tidak juga ditemukan. Akhirnya dia pun menyerah.

Dua tahun setelah itu (tahun 2013 akhir) kucing yang dulunya tinggal bersama Georgina di sebuah tempat di Inggris yang bernama Liskeard itu, ditemukan kembali di desa tetangga yang bernama desa Tideford. Si 'kucing nakal' tersebut ditemukan oleh Lesley Clarke (65). Lesley mengatakan bahwa saat ditemukan, Dusty dalam keadaan lapar, tetapi dalam kondisi kesehatan yang baik.

Mendapat kabar bahwa kucing kesayangan yang dia pikir sudah tidak akan bisa bertemu kembali telah ditemukan, Georgina merasa begitu bahagia. "Saya sangat bersyukur, ini adalah akhir yang bahagia." ungkapnya seperti dikutip dari plymouthherald.co.uk.

Referensi : Plymouthherald
Tuesday, January 14, 2014

Mengenal Kucing Sokoke

Iis Nurliyah.
Foto Kucing Sokoke
Kucing Sokoke merupakan jenis kucing hybrid yang berkembangbiak secara alami di hutan Arabuko Sokoke, di Kenya. Orang Giriama di Kenya menyebut kucing ini dengan sebutan Khadzonzo yang artinya "terlihat seperti kulit kayu", sesuai dengan pola dan warna bulu kucing ini.

Pertama kali ditemukan oleh seorang breeder kuda yang juga seniman alam liar yang bernama Jeni Slater pada tahun 1978. Kemudian teman dari Jeni yang bernama Gloria Moeldrop membawa beberapa kucing tersebut ke Denmark untuk dikembangbiakkan karena Slater merasa khawatir akan kelangsungan populasi kucing Sokoke di Kenya.

Pada tahun 1990, Gloria mengimpor lebih banyak kucing dari Kenya. Untuk pertama kalinya kucing sokoke diikutkan dalam show pada tahun 1984 di Copenhagen. Kemudian pada tahun 1993, ras kucing ini mendapatkan pengakuan dari Fédération Internationale Féline (FIFe) dengan nama "Sokoke".

Kucing Sokoke memiliki postur tubuh yang panjang dan ramping dengan kaki yang panjang serta memiliki mata berwarna kehijauan. Kaki bagian belakang lebih panjang dibandingkan dengan kaki bagian depan. Kucing ini merupakan jenis kucing berbulu pendek meski terkadang ada anakan yang terlahir dengan bulu panjang.

Kucing Sokoke terkenal sebagai jenis kucing yang aktif dan senang memanjat. Mereke cenderung vocal terhadap manusia yang merawatnya dan kucing-kucing lain yang hidup bersamanya. Kucing ini juga dikenal memiliki ikatan yang kuat dengan pasangannya dan pemilik mereka.

Konon, meskipun kucing sokoke berbulu pendek, tetapi mereka dapat segera beradaptasi dengan daerah yang bersuhu dingin, seperti di Eropa, tanpa memerlukan perlakuan khusus dari pemiliknya. Usia harapan hidup kucing Sokoke sekitar 15 tahun.

Jika mainstream-nya kucing betina yang merawat anak-anaknya, lain lagi dengan kucing Sokoke. Justru kucing Sokoke jantan yang merawat anak-anaknya, tetapi tetap si betina yang menyusui.
Referensi : wikipedia
Monday, January 13, 2014

Kucing Anda Berpikir Anda Adalah Kucing Berukuran Besar

Iis Nurliyah.
ilustrasi hubungan kucing dan manusia
Bagi yang sudah atau pernah memelihara kucing, kebanyakan menganggap diri mereka sebagai orang tua angkat dari si kucing, setelah memberikan tempat tinggal, makanan, dan kasih sayang. Namun apakah si kucing juga berpikir demikian???

Menurut penelitian Bradshaw, seorang ahli biologi di University of Bristol, Inggris, yang sudah melakukan penelitian sekitar 30 tahun terhadap perilaku kucing, kucing tidaklah menganggap manusia yang merawatnya sebagai orang tua angkat mereka. Kucing menganggap kita sebagai kucing yang berukuran lebih besar tetapi bukan musuh.

Teori tersebut diungkapkan berdasarkan fakta bahwa pada dasarnya kucing adalah binatang liar. Kucing dekat dengan manusia dan menjadi peliharaan manusia karena kemauan mereka sendiri, berbeda dengan anjing yang dekat dengan manusia karena memang didomistikasi oleh manusia untuk tujuan tertentu.

Seperti yang kita tahu, pada mulanya kucing adalah binatang liar. Karena memangsa tikus dan binatang pengerat yang merusak tanaman petani, kucing pun dibiarkan berkeliaran di sekitar manusia hingga akhirnya mereka 'dipelihara' oleh manusia karena dianggap berguna. Dengan kata lain, kucing dekat dengan manusia bukan karena sesuatu yang diajarkan kepada mereka seperti anjing yang patuh kepada majikannya, tetapi lebih kepada insting alami kucing untuk bertahan hidup. 

Menurut Bradshaw, kucing datang dan meringkuk di pangkuan kita itu memiliki satu maksud tertentu, yaitu agar diberi makan. Kucing membawa pulang hasil buruannya bukanlah untuk hadiah bagi anda, tetapi untuk menunjukkan bahwa makanan yang anda berikan kepada si kucing rasanya jauh lebih enak, sehingga dia tidak memakan hasil buruannya. 

Kucing menyambut kita dengan ekor tegak dengan maksud untuk memberitahu bahwa kita bukanlah kucing yang bermusuhan dengannya. Mungkin ini adalah perilaku kucing terhadap manusia yang paling tulus, yaitu untuk bersahabat, dan kita sebut sebagai kasih sayang.

Jadi jika anda pikir anda adalah orang tua angkat bagi si kucing setelah semua yang anda lakukan, tidak sama halnya dengan mereka. Kucing menganggap kita sebagai kucing berukuran besar, yang sangat bersahabat yang mau memberikan makanan enak untuk mereka setiap hari.

Referensi : mnn.com