Showing posts with label Kucing asli Indonesia. Show all posts

Wednesday, January 9, 2013

Jenis kucing liar langka yang hidup di Indonesia

Iis Nurliyah: Kucing asli Indonesia.
Jenis kucing liar langka yang hidup di Indonesia
Jenis kucing liar yang hidup di wilayah Indonesia cukup banyak jumlahnya. Mulai dari jenis kucing besar seperti Harimau Sumatera, Harimau Jawa, dll hingga jenis kucing kecil seperti Blacan, semua hidup dengan populasi yang mengkhawatirkan di Indonesia.
Adalah tugas kita seharusnya yang telah mewarisi tanah dengan beranegaragam satwa di atasnya ini untuk merawat dan menjaganya. Dan karena tak kenal maka tak sayang, maka saya akan mencoba mengenalkan jenis-jenis kucing liar langka yang hidup di wilayah Indonesia. Jenis-jenis kucing berikut ini adalah jenis-jenis kucing berukuran kecil hingga medium. Sehingga Harimau tidak saya masukkan.

Kucing Hutan/Blacan
gambar kucing blacan
Kucing ini memiliki berbagai nama yang berbeda di setiap wilayah di Indonesia seperti meong congkok, macan akar, macan rembah dll. Populasi kucing ini kian menurun akibat dari menyempitnya habitat dan makanan, serta karena ditangkap oleh manusia. Yah, kucing ini memang salah satu kucing liar yang memungkinkan untuk dipelihara, makanya banyak dijual di pasar gelap. Sebelumnya saya juga pernah memelihara kucing blacan. Namun setelah diberitakan di TV kalau kucing ini termasuk hewan yang dilindungi, saat ini saya sudah tidak memeliharanya lagi. Selngkapnya anda bisa membaca di artikel Mengenal Kucing Blacan

Kucing Emas
gambar kucing emas
Dikenal juga dengan nama Asiatic Golden Cat atau penduduk Sumatera penyebutnya macan kijang. Karena masih ada yang percaya kalau kucing ini memiliki kekuatan magis, makanya populasinya semakin menurun akibat diburu untuk diambil bagian-bagian tubuhnya seperti cakar, gigi, kulit dll. Selama pola pikir kita masih purba semacam itu, jenis kucing liar langka yang hidup di Pulau Sumatera ini akan semakin terancam populasinya. Selengkapnya baca di Kucing Emas, jenis kucing yang penuh mitos.

Kucing Batu
gambar kucing batu
Merupakan jenis kucing arborel yang lebih benyak menghabiskan waktu hidupnya di atas pohon. Dalam bahasa Inggris kucing ini dikenal dengan nama Marbled Cat. Saat ini kucing batu sudah dimasukkan dalam kategori rentan punah di Indonesia. Sehingga mereka sudah dilindungi Undang Undang dan dilarang diperjualbelikan. Selengkapnya baca di Mengenal kucing Batu.

Kucing Merah
gambar kucing merah langka
Seperti namanya, bulu kucing ini memang terlihat kemerahan. Di dunia kucing ini lebih dikenal dengan nama Bornean Bay Cat, karena memang hanya hidup di Pulau Borneo (Kalimantan). Belum ada data pasti mengenai jumlah populasi jenis kucing langka ini. Namun yang pasti IUCN sudah mengkategorikannya sebagai binatang yang hampir punah. Selengkapnya baca di Mengenal Kucing Merah.

Flat-headed cat
gambar Flat-headed cat
Merupakan jenis kucing liar bertubuh kecil yang tersebar di daerah Thailand, Malaysia, Kalimantan, dan Sumatera. Sejak tahun 2008 kucing liar ini digolongkan sebagai hewan yang terancam punah oleh IUCN. Diperkirakan pada tahuhn 2008, jumlah kucing ini hanya ada sekitar 2.500 ekor. Selengkapnya baca di Mengenal Flat-headed cat.

Kucing Bakau
gambar kucing bakau
Kucing ini adalah kucing yang pandai menyelam. Berbeda dengan kebanyakan kucing yang takut dengan air, kucing ini justru akan berenang dan menyelam untuk mendapatkan mangsanya seperti ikan dan katak. Jenis kucing ini dilindungi oleh Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999. Selengkapnya baca di Mengenal Kucing Bakau.

Demikianlah kiranya beberapa jenis kucing liar langka yang hidup di wilayah Indonesia. Akan lebih bijaksana bagi kita jika mengaguminya tanpa harus ingin memilikinya. Biarkan mereka hidup di habitat mereka, dan biarkan mereka tumbuh selayaknya. ^_^
Monday, December 24, 2012

Mengenal Kucing Batu

Iis Nurliyah: Kucing asli Indonesia.
gambar kucing batu
Kucing batu yang memiliki nama latin Pardofelis marmorata ini dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Marbled Cat. Merupakan salah satu spesies kucing liar dan kucing yang dilindungi yang hidup di Indonesia.
Ukuran tubuh kucing batu seukuran dengan kucing domestik. Panjang tubuhnya hanya sekitar 45 hingga 62 cm, panjang ekornya sekitar 35 hingga 55 cm dan berat badannya hanya sekitar 2 sampai 5 kg saja. Kucing ini memiliki pola bulu yang terlihat sangat mirip dengan kucing Blacan.
Kucing batu merupakan pemanjat pohon yang handal. Mereka termasuk jenis hewan arboreal yang kebanyakan waktunya dihabiskan di atas pohon. Meskipun demikian mereka terkadang juga akan turun untuk berburu mangsanya seperti tikus, burung, reptil, dan tupai. Mereka juga termasuk hewan nokturnal yang lebih aktif dimalam hari.
Habitat kucing liar ini dalah di hutan hujan tropis dengan ketinggian dibawah 3.000 m di atas permukaan laut. Populasi kucing batu tersebar di beberapa negara Asia Selatan dan Tenggara seperti Kamboja, Bhutan, Brunei Darussalam, Laos, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Thailand, Vietnam, Nepal, dan India. Di Indonesia sendiri kucing ini dapat ditemukan di Pulau Kalimantan dan Sumatera.
Diperkirakan populasi kucing batu di seluruh dunia hanya ada sekitar 10.000 ekor. Dan diperkirakan jumlahnya akan terus menurun setiap tahunnya akibat dari alih fungsi hutan sebagai lahan pemukiman dan pertanian, serta kebakaran hutan. Sehingga, kucing batu dimasukkan oleh CITIES sebagai satwa golongan Apendiks I (tidak boleh diperdagangkan). Sedangkan IUICN memasukkannya ke dalam golongan satwa konservasi Vulnerable (rentan). Selain itu, kucing batu juga termasuk satwa yang dilindungi oleh Undang Undang.
Referensi : alamendah

Mengenal kucing emas, kucing yang penuh mitos di Sumatera

Iis Nurliyah: Kucing asli Indonesia.
gambar kucing emas
Kucing emas yang bernama latin Pardofelis temminckii ini dalam bahasa Inggris disebut dengan Asiatic Golden Cat, Temminck’s Cat, atau Golden Cat. Kucing ini meruapakn kucing liar yang hidup di Pulau Sumatera. Belum banyak informasi yang didapat dari kucing ini.
Penduduk lokal biasa menyebut kucing emas dengan sebutan harimau kijang. Mereka menganggap kucing ini sebagai binatang bertuah. Sehingga secara tidak langsung kepercayaan mereka ini telah mengancam keberadaan kucing emas karena perburuan untuk mengambil bagian-bagian tubuh si kucing untuk dijadikan jimat atau semacamnya.
Kucing emas merupakan jenis kucing liar berukuran medium yang memiliki panjang tubuh sekitar 66 hingga 105 cm, panjang ekor 40 hingga 57 cm, tinggi mencapai 56 cm, dan berat badannya sekitar 9 sampai 15 kg. Warna bulu kucing emas tentu saja cokelat keemasan. Namun ada juga yang berwarna abu-abu ataupun cokelat tua.
Kucing langka ini merupakan hewan yang lebih banyak aktif di malam hari. Namun terkadang kita juga bisa menjumpainya di siang hari. Mangsanya antara lain tikus, reptil, burung, rusa muda, kambing, hingga anak kerbau. Meskipun kucing ini mahir memanjat, kucing ini cenderung lebih senang berburu di permukaan tanah.
Kucing emas merupakan hewan yang lebih suka hidup sendiri (soliter). Namun setelah menemukan pasangannya, dia akan setia pada pasangannya tersebut dan berburu bersama-sama.
Penyebaran kucing emas antara lain mencakup Bangladesh, India, Bhutan, China, Indonesia, Kamboja, Laos, Nepal, Thailand, Malaysia, Myanmar, dan Vietnam. habitatnya adalah di hutan-hutan hujan tropis dengan ketinggian tidak lebih dari 2000 m diatas permukaan laut. Di Indonesia, kucing emas hanya dapat ditemui di Pulau Sumatera. Kucing emas yang tidak di alam liar bisa ditemui di Taman Nasional Way Kambas (Lampung), Taman Nasional Kerinci Seblat (Jambi), dan Taman Nasional Batang Gadis (Sumatera Utara).
Jumlah populasi kucing emas tidak diketahui secara pasti. Namun diyakini jumlahnya semakin tahun semakin menurun. Sehingga kucing ini digolongkan sebagai satwa Apendix I (dilarang diperdagangkan) oleh CITIES. Sedangkan menurut IUCN Redlist kucing emas digolongkan sebagai salah satu satwa Near Threatened (Hampir Terancam).
Kucing emas sempat dianggap sudah punah, hingga pada tahun 2005 sebuah gambar kamera berhasil menangkap keberadaan kucing ini di area Way Kambas. Dan sejak saat itu, kucing ini pun dilindungi oleh Undang Undang.
Ancaman bagi kelangsungan hidup kucing emas yang paling besar adalah manusia. Penyempitan habitat akibat pembangunan area pemukiman serta mitos yang berkembang di masyarakat yang menganggap kucing ini bertuah, sangat membahayakan jumlah populasi kucing emas ini.
Referensi; alamendah
Sunday, December 23, 2012

Flat-headed cat, kucing liar yang ada di Sumatera dan Kalimantan

Iis Nurliyah: Kucing asli Indonesia.
flat headed cat
Flat-headed cat (Prionailurus planiceps) merupakan seekor kucing liar bertubuh kecil yang tersebar di daerah Thailand, Malaysia, Kalimantan, dan Sumatera. Sejak tahun 2008 kucing liar ini digolongkan sebagai hewan yang terancam punah oleh IUCN. Diperkirakan pada tahuhn 2008, jumlah kucing ini hanya ada sekitar 2.500 ekor.
Pada mulanya kucing liar ini dimasukkan dalam keluarga Felis, tetapi sekarang kucing ini dimasukkan menjadi salah satu dari lima spesies Prionailurus. Menurut catatan ISIS, hanya ada beberapa ekor saja yang terdapat dalam penangkaran. Kira-kira tidak lebih dari 10 ekor. Itu pun semuanya berada di kebun binatang Malaysia dan Thailand.
Kucing berkepala datar ini memiliki bulu berwarna cokelat kemerahan di dahinya, cokelat gelap di badannya, dan putih berbintik di bagian perutnya. Warna pada mukanya lebih cerah daripada warna badannya, dengan moncong dan dagu berwarna putih. Kucing ini juga memiliki sejenis selaput di bagian cakarnya seperti halnya kucing bakau yang memudahkannya untuk berenang dan bergerak di daerah berlumpur.
Flat-headed cat memiliki panjang tubuh sekitar 41 hingga 50 cm dengan panjang ekor sekitar 13 hingga 15 cm. Berat badan kucing berkepala datar ini sekitar 1,5 hingga 2,5 kg.
Habitat Flat-headed cat adalah hutan hujan tropis yang ada di Thailand Selatan, Semenanjung Malaysia, Sabah, Serawak, Brunei, Kalimantan, dan Sumatera. Mereka hidup di daerah dataran rendah terutama di daerah-daerah yang dekat dengan sumber air tawar. 70% kucing ini ditemukan dalam radius 3 kilometer dari sumber air tawar.
Kucing liar yang hidup di wilayah Indonesia ini adalah binatang soliter. Kucing langka ini secara umum merupakan hewan yang aktif di malam hari (nokturnal). Namun diketahui juga bahwa kucing betina dewasa lebih aktif sekitar pukul 08.00 - 11.30 WIB dan 18.00 - 22.00 WIB.
Karena jumlahnya yang kian menurun, kucing berkepala datar ini dimasukkan dalam daftar hewan yang dilindungi di Indonesia, Malaysia, dan Thailand.


Referensi : wikipedia
Tuesday, December 18, 2012

Kucing Merah, kucing liar endemik Pulau Kalimantan

Iis Nurliyah: Kucing asli Indonesia.
gambar kucing merah kalimantan
Kucing Merah (Pardofelis badia) atau dalam Bahasa Inggris disebut Borneo Bay Cat, Bay Cat, Bornean Bay Cat, dan Bornean Marbled Cat. Kucing liar ini merupakan kucing endemik Pulau Kalimantan. Artinya anda tidak akan bisa menemukannya di luar Pulau Kalimantan. Konon kucing ini cudah ada di Pulau Kalimantan sejak 4 juta tahun lalu ketika Kalimantan masih bersatu dengan daratan Asia.
Kucing liar ini disebut kucing merah karena memiliki bulu yang berwarna cokelat kemerahan. Meskipun demikian, sebenarnya ada juga jenis yang berbulu keabu-abuan. Ukuran tubuh kucing merah sekitar 55 cm untuk panjang tubuhnya, dan berat tubuh sekitar 2,3 hingga 4,5 kg.
Kucing merah termasuk binatang nokturnal. Dia aktif dimalam hari untuk mencari mangsa seperti tikus, burung, dan monyet. Selai berburu, kucing ini diketahui juga memakan bangkai-bangkai sisa predator lain atau hewan yang mati lainnya.
Kucing merah akan siap kawin ketika menginjak usia antara 18 hingga 24 bulan. Dalam sekali persalinan, kucing ini dapat melahirkan 1 sampai 3 ekor anakan setelah menjalani masa kehamilan selama 70 hingga 75 hari.
Habitat kucing merah adalah hutan - hutan tropis di Kalimantan dengan ketinggian sekitar 900 meter di atas permukaan laut. Belum ada data pasti mengenai jumlah populasi kucing merah. Oleh karena itu kucing merah dikategorikan kedalam binatang yang terancam punah oleh IUCn pada tahun 2002 lalu.
Kucing merah juga termasuk hewan yang dilindungi di Malaysia. Yeah seperti yang kita tahu, kita berbagi tempat dengan Malaysia di Pulau Kalimantan. Dan kucing Merah ini juga ditemukan di Serawak dan Sabah. Di sana kucing ini pun disebut dengan kucing merah.
Referensi : alamendah
Monday, December 3, 2012

Sunda clouded leopard, kucing liar langka asli Indonesia

Iis Nurliyah: Kucing asli Indonesia.
Sunda clouded leopard, kucing liar langka asli Indonesia
Ternyata Indonesia memiliki satu ras kucing liar langka yang bisa dibilang sebagai hewan endemik karena hanya ditemukan di pulau Sumatera dan Kalimantan saja. Kucing yang diberi nama Sunda clouded leopard atau oleh penduduk setempat sering disebut macan dahan (Neofelis diardi) ini memiliki paras yang menyerupai jaguar.
Kucing liar langka asli Indonesia ini merupakan ras kucing berukuran medium. Para ilmuwan baru menemukan spesies ini di awal abad ke-19. Itu pun masih diklasifikasikan sebagai subspesies dari macan tutul (Neofelis nebulosa), dan baru pada tahun 2006, kucing medium ini diklasifikasikan dalan spesies tersendiri.
Pada tahun 2008 IUCN mengklasifikasikan  Sunda clouded leopard sebagai hewan yang rawan punah. Jumlahnya waktu itu diketahui hanya ada sekitar 10.000 ekor dengan tren jumlah yang terus menurun setiap tahunnya.
Sebelumnya spesies kucing langka ini disebut Bornean clouded leopard (Macan tutul Borneo). Nama ini merujuk pada kata - kata Dr. Stephen O'Brien dari U.S. National Cancer Institute yang dipublikasikan oleh WWF pada tahun 2007. Pada artikel tersebut dituliskan seperti ini "Genetic research results clearly indicate that the clouded leopard of Borneo should be considered a separate species".
Kebiasaan dan pola hidup dari macan dahan ini belum banyak diketahui karena binatang langka ini masih sulit dikuak. Namun diasumsikan bahwa binatang ini adalah jenis binatang penyendiri, dan berburu di permukaan tanah, dan akan memanjat pohon jika ada bahaya yang mengancam.
Sebelumnya saya berpikir jika 'kucing' yang dimaksud dalam artikel Sunda clouded leopard ini adalah seukuran kucing liar kecil seperti Blacan. Eh, ternyata 'kucing' yang dimaksud di sini adalah sejenis macan. He he, peace... ^_^
Referensi : Wikipedia