Showing posts with label Penyakit kucing. Show all posts

Friday, July 26, 2013

Ilmuwan telah menemukan penyebab utama alergi kucing

Iis Nurliyah: Penyakit kucing.
foto alergi kucing
Para peneliti telah mengidentifikasi bagaimana jalur reaksi alergi terhadap kucing. Hal ini memunculkan satu harapan baru untuk segera mendapatkan sebuah obat pencegahan yang lebih efeksitif dan efisien.

Dr Clare Bryant dari University of Cambridge, memimpin para peneliti untuk meneliti protein yang ditemukan pada kulit kucing, atau kita mungkin lebih mengenalnya dengan ketombe kucing, yang diperkirakan merupakan penyebab utama datangnya alergi.

Tim tersebut menemukan bahwa terdapat suatu jalur tertentu dalam tubuh kita yang akan aktif jika terkena alergen dari kucing, barulah setelah itu kita dihadapkan pada bakterial toksin. Fenomena ini memicu respon daya imun tubuh yang besar bagi penderita alergi, menyebabkan gejala-gejala seperti bersin-bersin, batuk, atau hidung meler.

Kepada BBC News, Dr Bryant mengatakan bahwa dengan memahami mekanisme dasarnya, obat yang diciptakan serta dalam uji klinis dalam kondisi yang lain dapat digunakan dalam cara yang berbeda untuk merawat dan mencegah alergi terhadap kucing.

Sebuah reaksi alergi muncul ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan dalam mendeteksi ancaman kesehatan, semisal ketombe kucing atau bulu kucing, bukan karena mendeteksi adanya bakteri atau virus yang masuk ke dalam tubuh.

Hasil dari penelitian ini sendiri telah dipublikasikan dalam Journal of Immunology. Dan tentu saja ini adalah sebuah harapan baru bagi para penderita alergi kucing yang ingin memelihara kucing, bukan???

Referensi : zeenews india
Monday, July 15, 2013

Kucing tidak selalu berbahaya bagi ibu hamil???

Iis Nurliyah: Penyakit kucing.
foto ibu hamil dan kucing
Sudah bukan rahasia lagi kalau banyak kaum hawa yang begitu kepincut dengan keimutan kucing. Kaum Adam juga banyak yang merupakan pecinta kucing kok. Nah, yang jadi hot topik akhir-akhir ini adalah masalah Toksoplasma yang terdapat di tai kucing yang konon sangat berbahaya bagi ibu-ibu hamil. Apakah benar demikian???

Secara teoritis, hal itu sangat benar bahwa bakteri toksoplasma dapat membahayakan janin. Namun pada kenyataannya tidak semua wanita hamil rentan dengan bakteri tersebut. Hal ini dikarenakan kekebalan tubuh orang per orang itu berbeda-beda.

Seorang wanita yang sudah sejak kecil memelihara kucing, kemungkinan besar di dalam tubuhnya sudah terbentuk suatu antibodi terhadap bakteri toksoplasma. OK lah, tidak sejak kecil, tetapi paling tidak, sudah lama memelihara kucing. Tahunan lah, begitu.

Makanya tidak sedikit wanita yang buru-buru menyanggah bahaya toksoplasma pada kucing karena menurut pengalaman mereka, hal tersebut tidak ada pengaruhnya dengan kehamilan mereka.

Namun alangkah lebih baiknya jika sebelum merencanakan kehamilan, si calon ibu memeriksakan diri terlebih dahulu apakah dia memiliki daya tahan tubuh yang bagus terhadap toksoplasma atau tidak. Atau anda juga bisa memeriksakan kucing kesayangan anda apakah mengidap infeksi aktif tokso atau tidak. Jika ternyata si kucing mengidap infeksi aktif toksoplasma atau si calon ibu memiliki daya tahan tubuh lemah, ya mau bagaimana lagi, demi keselamatan si calon janin, si kucing harus dititipkan terlebih dahulu selama masa kehamilan anda.

Oleh karena alasan di atas, banyak yang mengatakan kalau memiliki hewan piaraan sejak kecil - dalam kasus kali ini adalah kucing - adalah bagus bagi anak. Selain membuat si anak belajar tentang kasih sayang sesama makhluk Tuhan, memelihara kucing sejak kecil juga dapat menciptakan kekebalan tubuh terhadap alergi dan juga bakteri toksoplasma ini. 

Referensi : female kompas
Saturday, July 13, 2013

Ternyata kucing juga bisa jerawatan loh!!!

Iis Nurliyah: Penyakit kucing.
feline acne, jerawat pada kucing
sumber gambar : pets.webmd.com
Kalau anda pernah memperhatikan dengan sangat seksama, mungkin anda akan mendapati kucing anda memiliki bintik kecil berwarna hitam di kulitnya, kemungkinan besar di bagian dagunya. Ada kemungkinan itu bukanlah kutu atau kotoran. Bisa saja itu adalah jerawat.

Jerawat pada kucing (feline acne) sangat berbeda dengan jerawat pada manusia. Jerawat pada kucing umumnya berupa bintik hitam kecil di bagian dagu. Itu adalah pori-pori yang terseumbat. Banyak orang keliru menganggapnya sebagai kutu atau kotoran. Jika dibiarkan saja pori-pori yang tersumbat tersebut dapat membesar dan menyebabkan infeksi hingga menjadi pustula. Paling sering jerawat ini tumbuh di bagian bawah bibir dan dagu, tetapi terkadang juga tumbuh di bagian atas bibir.

Faktor yang paling utama sebagai penyebab munculnya jerawat ini adalah mangkuk makanan atau minuman yang terbuat dari plastik. Plastik dapat menjadi tempat tumbuh bakteri dan ketika si kucing makan atau minum, maka bakteri tersebut pindah ke kucing melalui dagi si kucing yang menempel di mangkuk plastik tersebut.

Sehingga, mengganti mangkuk plastik dengan mangkuk besi atau keramik dapat menjadi salah satu solusi mencegah tumbuhnya jerawat pada kucing ini. Selain itu, sebaiknya anda mencuci mangkuk tersebut menggunakan air hangat setiap hari.

Penyebab lain munculnya jerawat pada kucing adalah makanan yang buruk, parasit, alergi, dan jamur. Beberapa ras kucing tidak memiliki kemampuan yang baik dalam membersihkan diri mereka sendiri, dan tidak bisa menjaga bagian dagu mereka agar tetap bersih.  Lihat saja kucing Persia, setelah minum biasanya dagu mereka akan basah dan terkadang kotor.

Dokter hewan perlu melakukan beberapa tes terhadap kondisi kulit si kucing, seperti mengambil sample kulit untuk dilakukan tes mikroskopik, dan skin cytology untuk mengetahui infeksi jamur yang mereka derita.

Penting bagi anda untuk menjaga agar kulit dan bulu si kucing selalu bersih. Shampoo kucing sepertinya dapat sangat membantu. Dan dalam beberapa kasus, mungkin dokter hewan langganan anda akan menyarankan untuk menggunakan shampoo obat yang mengandung benzoyl peroxide

Selain menggunakan shampoo, ada juga cara lain untuk menjaga kesehatan kulit dan bulu si kucing, yaitu dengan suntikan obat. Namun saya rasa cara yang paling aman, paling murah, dan paling sederhana adalah dengan selalu menjaga kebersihan si kucing. Yeah, membantu mengeringkan dagu si kucing kalau basah sehabis minum, atau menggroomingnya setiap 2 minggu sekali, saya rasa cukup berdampak baik. ^_^

Referensi : palmbeachpost
Wednesday, July 10, 2013

Hati-hati dengan toksoplasma pada tai kucing!!!

Iis Nurliyah: Penyakit kucing.
foto kucing kampung lucu
Dibalik kelucuan dan keluguan seekor kucing, ternyata ada bahaya yang cukup berbahaya yang tersimpan dibalik semuanya. Adalah bakteri Toksoplasma gondii yang disebut-sebut merupakan sebuah parasit yang lebih kompleks dibandingkan dengan virus.

Menurut penelitian yang sudah banyak dilakukan, bakteri toksoplasma ini sangat berbahaya bagi wanita hamil karena dapat mengganggu perkembangan janin, seperti pertumbuhan organ maupun mental si bayi. Konon, bakteri ini juga menyebabkan peningkatan keinginan bunuh diri seorang wanita, dan juga menjadi salah satu penyebab kebodohan pada anak. Parasit yang satu ini juga disebut-sebut terkait dengan adanya penyakit depresi, dan schizophrenia.

Parasit ini tidak hanya menyerang wanita saja, melainkan semua orang. Hanya saja, dampaknya akan lebih fatal pada wanita hamil. Tidak juga hanya orang dengan kekebalan tubuh yang buruk, bahkan orang yang sehat pun dapat terkena Toksoplasma gondii.

Sebenarnya Toksoplasma  gondii tidak hanya ditemukan pada kucing saja. Parasit ini juga dapat ditemukan pada kotoran anjing, kelinci, kambing, atau babi. Hanya saja karena kucing merupakan binatang peliharaan yang sangat populer, maka ancaman mereka jadi lebih serius.

Beberapa tips dari The American Academy of Pediatrics yang sebaiknya anda lakukan untuk mencegah penyebaran dan penularan parasit ini antara lain :
  • Periksa kesehatan sebelum menikah untuk melihat apakah anda dan pasangan anda benar-benar bebas dari parasit ini. Hal ini berguna agar dapat segera diambil tindakan jika ternyata salah satu dari anda terkena gejala toksoplamosis ini.
  • Karena toksoplasma dapat menginfeksi hewan ternak melalui rumput yang terkena kotoran kucing yang mereka makan, maka pastikan daging yang anda makan telah dimasak dengan benar-benar matang.
  • Minumlah susu yang sudah dipasteurisasi atau sudah dimasak.
  • Cuci tangan dan peralatan masak dengan air sabun dan air hangat setelah digunakan untuk memeasak daging.
  • Cucilah buah dan sayur dengan bersih menggunakan air yang mengalir sebelum dimakan. Akan lebih baik jika anda mengupas terlebih dahulu buah-buahan yang akan anda makan.
  • Minum air yang bersih dan matang.
  • Hindari kontak langsung dengan kotoran kucing.
  • Dan yang terakhir yang menurut saya sangat penting adalah, jangan lupa kucing anda divaksin, dan diperiksakan kondisi kesehatannya secara rutin.
O iya, sebaiknya ibu-ibu yang sedang hamil jangan membersihkan litter box atau berurusan dengan kotak pasir si kucing terlebih dahulu. Biar itu dikerjakan oleh suami anda. Sebaiknya kotoran kucing jangan dibuang di dalam toilet, apalagi kalo anda menggunakan toilet duduk. Lebih baik dikubur saja yang dalam di tempat yang jarang dilewati. ^_^

Referensi : Kompas Health
Thursday, June 13, 2013

Apa itu Kucing Janus???

Iis Nurliyah: Penyakit kucing.
Apa itu kucing janus?
Masih ingat dengan Deucy si kucing berwajah dua yang kita bahas kemaren??? Yup, kucing berwajah dua disebut dengan nama kucing Janus. Nah kali ini kucinggue berhasil menemukan seluk beluk mengenai apa itu kucing Janus. Simak hasil penelusuran kucinggue berikut ini.

Dalam bahasa yang simple, kucing janus bisa kita sebut dengan kucing berkepala dua. Dalam bahasa kedokteran Janus disebut dengan istilah Diprosopus. Kata 'Janus' sendiri diambil dari nama dewa Yunani yang bernama 'Janus' yang konon memiliki 2 wajah.

Dalam sudut pandang ilmiah, kucing Janus merupakan kucing yang menderita kelainan langka yang dikenal dengan craniofacial duplication atau diprosopus yaitu duplikasi pada sebagian atau seluruh bagian wajah pada satu kepala yang sama.

Tidak ada penjelasan sederhana yang pasti dapat menjelaskan tentang bagaimana kelainan ini bisa terjadi. Namun secara garis besarnya adalah ada sebuah protein yang disebut "Sonic Hedgehog homolog (SHH)”. Protein ini memiliki andil dalam pembentukan wajah. Nah jika protein ini jumlahnya berlebihan maka beresiko menimbulkan Janus tadi.

Menurut data-data yang pernah terdokumentasikan, jumlah kucing yang mengalami kelainan ini sangatlah jarang. Kejadian yang menimpa manusia dan hewan lain pun sama sangat jarangnya. Dan biasanya, kucing janus umurnya tidaklah panjang. Usia harapan hidup mereka sekitar kurang lebih satu minggu. Namun Frankie-Louie, berhasil memegang rekor dunia sebagai kucing janus yang hidup paling lama di dunia, yaitu 12 tahun.

Referensi : petside
Tuesday, April 16, 2013

Bantu kucing anda terlepas dari penyakit separation anxiety

Iis Nurliyah: Penyakit kucing.
Foto kucing berbulu orange
Kucing peliharaan dapat dengan cepat memiliki kedekatan yang erat dengan kita. Namun sifatnya ini dapat menjadi senjata makan tuan bagi si kucing, karena kucing menjadi cenderung mudah terkena separation anxiety (kecemasan pemisahan), yaitu semacam stress berlebihan ketika anda tidak di sampingnya.

Nancy Peterson, seorang manajer program kucing di Humane Society of the United States, menjelaskan bahwa kucing yang menderita separation anxiety cenderung mudah stress ketika sang majikan tidak ada di dekatnya. Namun hal ini sebenarnya bukan karena si kucing kehilangan anda, tetapi lebih karena and sudah mengubah rutinitas si kucing.

Beberapa ras kucing seperti kucing Siam dan Burma, cenderung paling mudah terserang penyakit mental ini. Anak-anak kucing yatim piatu, anak kucing yang baru disapih, dan anak kucing yang dibeli dari petshop biasanya lebih rentan terkena penyakit ini.

Nancy melanjutkan, gejala-gejala kucing menderita separation anxiety antara lain mengikuti anda terus selama di rumah, banyak mengeong, tidak mau makan, mencakar-cakar pintu, selalu melompat ke pangkuan anda jika ada kesempatan meski tidak anda panggil atau menghabiskan waktunya seharian untuk menjilati bulunya sendiri.

Tanda-tanda lainnya antara lain buang kotoran atau pipis di dekat pintu yang sering anda lalui, dan atau di barang-barang yang biasa anda pakai seperti pakaian, sepatu, atau yang lainnya.

Ada beberapa cara yang Nancy anjurkan untuk mengurangi tingkat kestressan si kucing saat anda tinggalkan sendirian di rumah, antara lain dengan membuatkan tempat yang aman seperti tempat tidur khusus si kucing, atau jendela tempat si kucing bisa nangkring dan menghabiskan waktunya sendirian sambil melihat dunia luar.

Hmm, mungkin hal ini menjadi sebuah ironi. Di satu sisi kita mengharapkan kedekatan dengan kucing kita, tetapi ternyata kedekatan kita justru bisa membuat si kucing memiliki ketergantungan yang berlebihan terhadap kita. Yeah, anda tentu bisa memilih tindakan yang paling bijak.

Referensi : myfoxny
Friday, February 8, 2013

Wanita yang memelihara kucing terancam penyakit mental yang dapat membuat mereka melakukan bunuh diri

Iis Nurliyah: Penyakit kucing.
kucing manis ini ternyata adalah monster mematikan
Sebuah penemuan ilmiah yang sangat mengejutkan dikemukakan pada tahun 2012 lalu. Penelitian tersebut mengungkapkan adanya sejenis parasit yang berdiam di kotoran kucing yang dapat menginfeksi manusia, terutama wanita, sehingga mereka mempunyai kecenderungan untuk melakukan bunuh diri.
Para peneliti menemukan bahwa wanita yang terinfeksi parasit Toxoplasma gondii (T. gondii) yang menular melalui kontak dengan kotoran kucing atau memakan daging atau sayuran yang tidak dicuci, memiliki kecenderungan untuk melakukan bunuh diri.
Penelitian ini dilakukan terhadap 45.000 wanita di Denmark. Sekitar sepertiga dari populasi manusia di dunia ini diduga sudah terinfeksi parasit ini yang bersembunyi di dalam sel otak dan otot. Infeksi ini tidak dapat diketahui dengan mudah karena cenderung tidak menimbulkan gejala-gejala apapun. Dan infeksi yang disebut dengan toxoplasmosis ini diduga kuat memiliki kaitan dengan beberapa penyakit mental seperti schizophrenia dan perubahan perilaku.
"Kita tidak dapat mengatakan dengan pasti jika T. gondii menyebabkan wanita mencoba untuk melakukan bunuh diri, tetapi kita menemukan keterkaitan prediktif antara infeksi dan tindakan bunuh diri yang mungkin terjadi." ungkap Doctor Teodor Postolache, senior dari penelitian yang dilakukan oleh associate professor of psychiatry di University of Maryland School of Medicine, Amerika Serikat. "Kita berencana untuk melanjutkan penelitian terhadap kemungkinan keterkaitan ini."
Doctor Albert Reece, wakil presiden dari medical affairs di University of Maryland mengatakan bahwa infeksi T.gondii merupakan masalah kesehatan yang paling utama di dunia, dan banyak orang yang tidak menyadari kalau mereka sudah terinfeksi.
"Dr Postolache adalah ahli terkemuka dalam ilmu neuroimmunology bunuh diri. Bunuh diri merupakan masalah kesehatan mental yang sangat penting. Sekitar 1 juta orang di seluruh dunia melakukan bunuh diri dan 10 juta yang lain berusaha untuk bunuh diri setiap tahunnya. Kita berharap dengan penelitian ini suatu hari akan membantu menemukan cara untuk menyelamatkan banyak nyawa dari upaya bunuh diri." ungkap Doctor Albert Reece seperti dikutip dari telegraph.co.uk.
Penelitian ini merupakan penelitian terbesar terhadap T. gondii dan kecenderungan bunuh diri serta penelitian prospektif pertama untuk mendokumentasikan upaya bunuh diri yang terjadi setelah ditemukan adanya infeksi parasit tersebut di dalam tubuh.
Dalam penelitian ini juga ditemukan fakta bahwa wanita yang terinfeksi T. gondii memiliki persentasi bunuh diri 1,5 kali lebih besar dibandingkan wanita yang tidak terinfeksi parasit tersebut. Dan resiko tersebut sepertinya terus meningkat seiring meningkatnya produksi antibodi terhadap T.gondii.
Sayangnya, penemuan ini masih belum bisa dibilang sebagai hasil final mengingat belum ditemukan secara pasti apa yang menyebabkan perilaku bunuh diri ini. Namun mereka tetap yakin kalau keterkaitan T.gondii dengan perilaku bunuh diri bukanlah sebuah peristiwa acak, melainkan suatu fenomena yang suatu saat pasti dapat dijelaskan secara ilmiah.

Referensi :  telegraph
Thursday, January 24, 2013

Seorang wanita di Amerika hampir menjalani operasi setelah tangannya digigit kucing peliharaannya

Iis Nurliyah: Penyakit kucing.
akibat digigit kucing
Sammy adalah seekor kucing jalanan yang dipungut oleh Joyce. Dilihat dari penampilannya, Sammy sama sekali tidak terlihat berbahaya. Namun pada suatu malam, Sammy berkelahi dengan kucing Joyce yang lain yang bernama Blue. Joyce yang merasa terganggu pun segera menghampiri kedua kucing tersebut dan hendak memisahkan Sammy dari Blue. Namun tiba-tiba Sammy mencengkeram lengan Joyce dan menggigit lengannya hingga berdarah.
Joyce pun segera melepaskan gigitan si kucing dan mencuci lukanya dengan air sampai bersih. Dia pikir itu hanya gigitan biasa yang tidak berbahaya, sehingga dia tidak begitu mengkhawatirkannya. Namun pada hari berikutnya, lengan Joyce terasa membengkak, jari-jemarinya sulit untuk digerakkan, dan pergelangan tangannya terasa panas. Namun Joyce masih tidak begitu mengkhawatirkannya, dia hanya menempelkan beberapa es batu untuk meredakan sakitnya.
Beberapa hari kemudian, luka di tangan Joyce semakin parah. Akhirnya diapun memutuskan untuk periksa ke rumah sakit. Setelah diperiksa dengan sinar X-ray, untungnya gigitan si kucing tidak sampai mengakibatkan infeksi tulang. Kalau saja gigitan si kucing lebih dalam sedikit saja mungkin Joyce sudah harus menjalani operasi karena terkena infeksi tulang. Dan setelah berobat sekitar 4 hari dan menghabiskan dana mencapai $15,524 yang dibayar oleh pihak asuransi yang diikutinya, tangan Joyce pun pulih kembali.
Setelah kejadian terebut, Joyce pun menjadi lebih berhati-hati lagi ketika memisahkan kedua kucingnya tersebut jika tengah berantem. Dia akan menggunakan semprotan air untuk memisahkan kedua kucingnya tersebut. Tidak lagi secara sembrono memegangnya.
Menurut Princy N. Kumar, kepala bagian penyakit infeksi di MedStar Georgetown University Hospital, lebih dari 50% gigitan kucing dapat mengakibatkan infeksi. Namun kebanyakan orang menyepelekannya, meski faktanya 1 dari 2 orang yang digigit kucing mengalami infeksi.
Menurut penelitian, di dalam mulut kucing terdapat banyak bakteri yang cukup berbahaya bagi kesehatan. Dari sekian banyak microba yang hidup di mulut kucing, bakteri Pasteurella multocida lah yang paling berbahaya karena bakteri ini dapat menyebabkan infeksi yang sangat buruk. Dan berdasarkan penelitian sekitar 90% kucing domestik membawa bakteri tersebut. Konon, anjing juga membawa bakteri tersebut, tetapi persentasi penularannya tidak sebanyak kucing yang mencapai 50%.
Menurut statistik di New York, memang tidak banyak kasus orang masuk rumah sakit karena digigit kucing. Namun menurut data, sekitar 13% orang yang periksa ke rumah sakit akibat digigit oleh hewan, merupakan korban gigitan kucing. So, jangan anggap remeh luka bekas gigitan kucing yak sodara-sodara!!!

Referensi : washingtonpost
Sunday, January 20, 2013

Apa itu Nystagmus pada kucing???

Iis Nurliyah: Penyakit kucing.
Spangles, kucing yang bermata juling
Nystagmus atau strabismus merujuk pada kondisi mata juling atau bola mata bergetar. Dimana arah bola mata tak normal (satu ke kiri satunya ke kanan atau ke mengarah tengah semua) atau bola mata bergerak tak terkendali seperti bergetar.
Kondisi Nystagmus pada kucing dapat terjadi pada dua mata sekaligus ataupun hanya pada salah satu bola mata saja. Salah satu penyebabnya adalah luka atau penyakit pada bagian mata yang mencederai sistem vestibular. Kerusakan pada syaraf mata atau adanya penyakit yang menyerang bagian dalam telinga dapat membuat mata jadi tidak seimbang, sehingga terjadilah mata juling atau mata bergetar.
Untuk mendetaksi apakah kucing anda mengalami nystagmus atau tidak, cara cukup gampang. Anda tinggal melihat bola mata si kucing. Lihat apakah bola matanya juling atau tidak. Lihat pula pergerakan bola matanya, umpama waktu melirik ke kiri agak lampat tetapi tiba-tiba balik ke kanan dengan cepat, kemungkinan besar kucing anda mengalami nystagmus.
Ras kucing domestik yang memiliki kecenderungan besar untuk terserang kelainan ini adalah kucing ras Siamese, kucing Himalayan, dan flame-point Persian. Khusus bagi kucing Siamese, kondisi mata juling disebut juga dengan nama medial atau convergent strabismus.
Lalu apa yang harus anda lakukan jika kucing anda menderita nystagmus??? Jika kucing anda juling karena bawaan sejak lahir, maka anda tidak perlu melakukan apa-apa, karena itu tidak mempengaruhi penglihatannya. Biarlah itu menjadi kelebihannya. Lihat saja Spangles, justru karena mata julingnya, dia menjadi kucing yang sangat terkenal di internet. Namun jika kondisi tersebut terjadi karena pernah cedera atau karena penyakit, maka mungkin dokter hewan anda akan memberikan pengobatan anti-inflammatory.
Yang dapat anda lakukan agar kucing anda tidak memiliki kondisi mata juling adalah, selektif dalam memilih anak kucing yang akan anda adopsi. Karena jika kondisi tersebut adalah penyakit turunan, maka kemungkinan besar akan menurun juga pada kucing generasi berikutnya.

Referensi  : healthypetu
Thursday, January 10, 2013

Berbagai penyakit kucing yang perlu anda ketahui

Iis Nurliyah: Penyakit kucing.
beberapa jenis penyakit kucing
Penyakit kucing bisa dibilang sama dengan penyakit manusia. Penyakit kucing ada yang digolongan penyakit ringan ada juga yang digolongkan kedalam penyakit berat. Nah berikut ini kami akan coba perkenalkan beberapa jenis penyakit kucing dari yang tergolong ringan hingga berat yang bisa dibilang paling sering diderita oleh si kucing peliharaan :

Flu Kucing
Flu kucing dapat terjadi karena tertular kucing lain, faktor cuaca, kehujanan, dan karena kekebalan tubuhnya yang menurun. Gejalanya hampir sama dengan flu manusia yaitu pilek dan bersin-bersin. Memang tidak menyebabkan kematian pada kucing dewasa, tetapi bisa fatal jika menyerang anak kucing.
Pencegahannya, anda bisa segera mengeringkan bulu si kucing jika basah karena kehujanan atau karena bermain air. Jika anak kucing anda terkena flu, periksakan segera ke dokter hewan terdekat.

Penyakit kulit
Biasanya penyakit kulit pada kucing terjadi akibat gigitan kutu, adanya parasit, atau juga jamur. Memang terkesan sepele, tetapi akan membuatnya tidak enak dipegang dan dipandang. Si kucing juga pastinya akan menderita karena tidak mendapatkan belaian kasih sayang.
Pencegahannya tentu dengan rutin memandikannya dan menjaga kebersihan si kucing dan kandangnya.
Untuk pengobatannya, anda bisa mengoleskan lotion anti jamur, atau jika kutunya banyak, mandikan dia dengan shampoo anti kutu atau bisa juga memberinya bedak anti kutu. Namun untuk anak kucing yang berusia dibawah 3 bulan, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter hewan anda.

Infeksi Telinga
Ciri-cirinya adalah keluar bau tidak sedap dari telinga si kucing atau juga daun telinganya terlihat bengkak atau lecet. Biasanya terjadi karena banyak kuman di dalam telinga si kucing.
So, langkah pencegahannya yang terbaik tentulah sering membersihkan telinga si kucing menggunakan cotton buds yang ujungnya dibasahi. kalau sudah terkena infeksi ya belikan obat tetes yang dijual di petshop.

Sakit tulang belakang
Bisa terjadi akibat dipukul orang atau jatuh dari ketinggian. Ciri-ciri yang mungkin bisa dideteksi adalah si kucing gemetaran ketika hendak berdiri dari tidurannya. Si kucing enggan dipegang punggungnya. Tidak ada luka di kaki, tetapi jalannya pincang. Dan sering kehilangan keseimbangan saat berjalan ataupun berdiri.
Pengobatannya, anda bisa mengoleskan balsem untuk keseleo yang mungkin biasa digunakan oleh manusia.

Feline Infectious Enteritis (FIE)
Terjadi akibat jumlah sel darah putih dalam tubuh si kucing menurun cukup banyak. Penyakit ini termasuk penyakit yang menular dan dapat menyebabkan kematian pada si kucing. Penyakit ini juga banyak menyerang anak-anak kucing.
Ciri-ciri kucing yang terkena FIE antara lain demam, diare, tidak nafsu makan, dan muntah-muntah. Cara terbaik untuk engobatinya adalah segera membawanya ke dokter hewan terdekat dan terpercaya.

Distemper
Penyakit ini disebut juga dengan Feline Panleukopenia yang disebabkan oleh virus yang merusak usus. Sebenarnya penyakit ini dapat menyerang semua binatang dan termasuk penyakit yang mematikan bagi binatang. Menurut study 25-90% kucing yang terkena distemper akan mengalami kematian. Lebih lengkapnya tentang penyakit ini, silakan baca Tentang Distemper pada kucing.

Psychogenic Abnormal Feeding Behaviour
Penyakit ini bukanlah penyakit fisik, melainkan penyakit mental yang dapat menyerang si kucing. Ciri-cirinya adalah si kucing memiliki obsesi yang berlebihan terhadap makanan. Biasanya kucing akan menjadi agresif jika ada makanan atau dia akan mengeong dengan keras jika sudah tiba waktunya makan. Selengkapnya anda bisa baca di Penyakit Mental pada kucing.

Sumber : berbagai sumber
Wednesday, January 9, 2013

Kutu kucing dan penanganannya secara alami

Iis Nurliyah: Penyakit kucing.
kutu kucing
Kutu kucing atau biasa orang sebut dengan tungau (sebenarnya tungau lebih tepat masuk keluarga laba-laba daripada keluarga kutu) adalah salah satu penyakit yang menyerang kucing yang cukup merepotkan. Perkembangbiakannya tergolong cukup cepat dan menyiksa bagi si kucing.
Kutu kucing dapat menyebabkan bulu rontok, penyakit kulit pada kucing, dan juga beberapa penyakit lain. Dan dulu, waktu saya mau mem-vaksin untuk pertama kali kucing persia saya, kata dokter saya disuruh menunggu seminggu lagi setelah si kucing dimandikan dengan shampoo anti kutu, karena kutu kucing nya masih banyak. 
So, menurut perkiraan saya sendiri, kucing yang banyak kutunya itu tidak boleh mendapatkan vaksinasi yang pertama. Kalau kucing tidak bisa segera divaksin artinya kucing rentan terkena berbagai penyakit. Sehingga mengatasi kutu kucing adalah langkah paling awal dari merawat kucing. Ya atau Tidak???
Sekali mandi kutu tuh dulu saya bayar 35 ribu rupiah. Itu pun tidak sekali mandi, kutu si kucing langsung punah. Masih ada mandi kutu yang kedua lagi. Lumayan menguras kantong kan??? Namun setelah browsing di internet, ternyata ada cara murah, alami dan cukup ampuh untuk menangani kutu kuicng. Yaitu dengan menggunakan minyak telon.
Terus terang saya belum mencobanya sendiri. Namun menurut sumber yang kami dapat, cara tersebut merupakan rekomendasi dari seorang dokter hewan senior yang bernama drh. Sutarman. Msc. So, saya pikir mungkin anda perlu mencobanya.
Menurut beliau, anda hanya perlu mengoleskan minyak telon ke tubuh si kucing (hindari bagian kepala) 2x seminggu untuk yang pertama kali. Setelah pengolesan yang kedua tersebut, anda hanya perlu melakukannya lagi sebulan sekali sebagai perawatan dan pencegahan kutu datang lagi.
Saat si kucing diolesi minyak telon, kucing akan terlihat tidak nyaman, kehangatan, lalu merasa kedinginan. Itu terjadi karena minyak telon tengah bereaksi terhadap kutu kuicng sehingga si kutu bakal kelimpungan dan membuat kucing merasa agak geli.
Setelah itu, ketika buang kotoran, kotoran kucing akan lembek, tidak keras seperti kucing sehat pada umumnya. Menurut penuturan sang dokter itu terjadi karena racun-racun dalam tubuh kucing ternetralisir oleh minyak telon. Sehingga dengan menggunakan minyak telon, ada 2 manfaat yang didapat. Pertama kutu kucing hilang, dan kedua racun dalam tubuh kucing keluar. Anda berminat mencobanya??? ^_^

Referensi : kucing cattery
Sunday, December 30, 2012

Apa sih yang menyebabkan seseorang menderita alergi terhadap kucing???

Iis Nurliyah: Penyakit kucing.
Apa sih yang menyebabkan seseorang menderita alergi terhadap kucing???
Beberapa orang yang ingin memelihara kucing harus gigit jari karena mereka tidak bisa dekat-dekat dengan kucing akibat alergi. Namun katanya sekarang ada beberapa ras kucing yang termasuk jenis hypoallergenic (jenis yang tidak menyebabkan alergi). Sebenarnya apa sih yang menyebabkan alergi kucing???
Sejauh ini pemahaman yang berkembang di masyarakat adalah alergi kucing disebabkan oleh bulu kucing. Sebenarnya itu tidak salah juga sih, tetapi juga tidak sepenuhnya benar. Sesungguhnya alergi tersebut disebabkan oleh sebuah protein yang disebut FEL D1 yang diproduksi oleh kelenjar Hypoallergenic yang terdapat pada kulit kucing, air liur, dan urin.
Ketika kucing membersihkan bulunya dengan cara menjilatinya, protein tersebut akan menempel dan tertinggal di bulu si kucing. Dan ketika bulu kucing tersebut rontok dan tersebar di seisi rumah, bulu yang sudah terkena protein tersebut akan mengenai kulit dan menyebabkan alergi. Bisa juga protein tersebut menguap dan bercampur dengan udara yang terhirup, sehingga alergi muncul
Setiap jenis kucing memproduksi protein ini dalam jumlah yang berbeda. Beberapa ada yang menghasilkan dalam jumlah besar, beberapa yang lain menghasilkan dalam jumlah yang lebih sedikit. Oleh karena itu ada beberapa kucing yang dianggap tidak menyebabkan alergi (hypoallergenic).
Bagi anda yang mengidap alergi kucing tetapi tetap nekad ingin memelihara kucing, untuk mengurangi resiko alergi ini, ada beberapa hal yang bisa anda lakukan, diantaranya ;
  • Saat akan membeli kucing, pilih jenis yang hypoallergenic. Anda bisa mencari informasinya di internet, atau bertanya langsung pada penjualnya.
  • Belilah produk-produk hewan yang dapat mengurangi kadar alergen (zat yang menyebabkan alergi). Anda bisa berkonsultasi langsung dengan dokter hewan atau pemilik toko hewan.
  • Sering mengelap kucing anda menggunakan kain microfiber basah.
  • Patikan si kucing tidak berkutu, agar si kucing jarang mencakar-cakar bulunya yang menyebabkan banyak bulu yang rontok.
  • Jangan biarkan si kucing masuk ke kamar tidur anda atau mungkin membuatkan kandang kucing di luar rumah.
  • Pastikan ventilasi di rumah anda bagus atau bisa juga anda memasang AC plasmacluster.
  • Bersihkan karpet secara teratur dengan vacuum cleaner.
  • Lakukan pengebirian pada kucing jantan anda. Kuicng jantan yang tidak dikebiri cenderung memproduksi FEL D1 lebih banyak.
  • Biasanya orang yang alergi terhadap kucing juga mengidap alergi lainnya. Cobalah untuk mengurangi alergi tersebut, sehingga alergi terhadap kucing juga akan berkurang.
  • Anda juga bisa menggunakan suntikan anti alergi. Namun sebaiknya anda berkonsultasi terlebh dahulu dengan dokter anda.
Referensi : mysmelly
Thursday, December 27, 2012

Mengenal ailurophobia atau phobia kucing

Iis Nurliyah: Penyakit kucing.
ailurophobia atau phobia kucing
Meskipun kucing adalah binatang yang lucu dan menggemaskan, tetapi pada kenyataannya ada beberapa orang yang takut terhadap kucing. Rasa takut ini adalah benar-benar rasa takut yang tidak beralasan, bukan sekedar risih atau tidak mau memegang saja. Bahkan dalam beberapa kasus orang yang takut/ phobia terhadap kucing dapat panik, stress, dan histeris ketika harus bertemu dengan binatang yang selalu menampilkan wajah polos ini.
Orang yang memiliki phobia terhadap kucing dalam istilah kedokteran disebut dengan Ailurophobia. Ini adalah kelainan psikologis yang bertolak belakang dengan ailurophilia. Tokoh terkenal dalam sejarah yang menderita phobia kucing adalah Napoleon Bonaparte.
Seperti halnya kebanyakan phobia, ailurophobia juga biasanya dipicu oleh kenangan masa lalu yang tidak mengenakkan yang berhubungan dengan kucing. Misalnya pernah di cakar kucing waktu masih balita atau pernah di kerubutin banyak sekali kucing sampai syok.
Salah satu cara mengobati phobia ini adalah dengan melawan rasa takut itu sendiri. Dengan memutar ulang pola otak kita agar rasa takut terhadap kucing bisa diminimalisir atau bahkan dihilangkan. Dengan merefresh otak kita dari pemahaman kalau kucing itu berbahaya, kemudian menyisipkan pemahaman bahwa kucing itu tidak berbahaya. Tentu ini tidak mudah bagi yang mengalaminya. Namun dengan bimbingan orang yang tepat, anda pastiakan berhasil mengatasi phobia kucing tersebut. Lebih baik lagi kalau didampingi oleh psikolog.
Namun satu hal yang pasti adalah, yang paling ditakuti oleh rasa takut adalah ketakutan akan rasa takut yang tidak akan ditakuti lagi. So, jangan takut!!! ^_^

Referensi : berbagai sumber
Monday, December 17, 2012

Ailurophilia, penyakit terlalu sayang kepada kucing

Iis Nurliyah: Penyakit kucing.
Ailurophilia
Sayang kepada kucing itu lumrah karena kucing memang binatang yang lucu dan menggemaskan. Namun jika rasa sayang tersebut terlalu berlebihan, maka itu bisa digolongkan sebagai kelainan psikologis. Dan kelainan tersebut bernama Ailurophilia. Penyakit psikologis ini merupakan kebalikan dari ailurophobia yang merupakan penyakit takut secara berlebihan terhadap kucing atau phobia kucing
Umumnya seorang penyayang kucing akan perhatian, memberi makan, memandikan dan melakukan berbagai hal untuk menunjukkan rasa sayangnya terhadap binatang peliharaannya tersebut.  Dan ketika si kucing mati karena faktor usia atau karena kecelakaan dan sakit, si pemilik akan bersedih dan segera melupakannya setelah beberapa waktu atau setelah memelihara gantinya.
Namun bagi seorang penderita ailurophilia, rasa sayangnya yang berlebihan akan terus mendorongnya untuk terus menyayangi si kucing yang sudah mati. Dalam beberapa kasus, si penderita akan menyimpan mayat si kucing karena merasa tidak bisa hidup jika kehilangan si kucing.
Kasus penderita ailurophilia ini banyak terjadi di negara-negara maju seperti Amerika Serikat. Dalam beberapa kasus, seorang ailurophilia akan menyimpan mayat kucingnya yang sudah mati hingga bertahun-tahun di dalam freezer di rumahnya.
Data menunjukkan setiap tahunnya di Amerika Serikat ada sekitar 2000 kasus terapi psikologis serta tuntutan hukum akibat kasus pengidap penyakit mental ini. Nah loh, bener kan, segala sesuatu yang berlebihan itu tidak bagus!!!

Referensi : kucingkita
Sunday, December 16, 2012

Digigit kucing, pria Oregon ini terkena penyakit yang pernah membunuh 25 juta jiwa di Eropa pada abad ke-14

Iis Nurliyah: Penyakit kucing.
gambar mata kucing
Wabah penyakit yang disebut Black Death pernah menyerang Eropa pada abad ke-14. Tepatnya pada tahun 1348 hingga 1350, wabah tersebut sudah membunuh sekitar 25 juta jiwa. Namun siapa sangka seorang pria di Amerika Serikat terjangkit penyakit tersebut setelah sebelumnya dia digigit oleh seekor kucing.
Kejadiannya bermula ketika pria berumur 50 tahun asal Oregon yang namanya tidak disebutkan tersebut hendak melepaskan seekor tikus yang tengah digigit seekor kucing pada 2 Juni 2012. Kucing yang merasa terganggu itu pun menggigitnya.
Pria tersebutpun mengalami demam hingga beberapa hari setelah kejadian itu. Karena panasnya tidak kunjung turun, dia pun dirujuk ke ke Rumah Sakit Crook County. Di rumah sakit tersebut dokter mendiagnosanya mengidap penyakit Black Death.
Penyakit yang disebabkan oleh bakteri yersinia pestis ini sebenarnya sudah sangat jarang muncul lagi di abad modern ini. Meskipun demikian, saat ini sudah ada obat untuk penyakit yang pernah mewabah di Eropa tersebut. Namun, jika tidak segera mendapatkan pertolongan, tetap saja penyakit ini dapat mematikan.
Emilio Debess, seorang dokter hewan di Oregon mengatakan bahwa kasus orang yang terkena Black death sudah ada di Amerika sejak 1934. Dan sejak saat itu hingga sekarang penyakit ini sudah menewaskan sekitar 4 orang.
Setiap tahunnya diperkirakan ada sekitar 11 orang di Amerika Serikat yang terserang bakteri tersebut. Data WHO sendiri menyebutkan bahwa setidaknya pernah terjadi sekitar 1000 - 3000 kasus serupa di seluruh dunia.
Sekedar tambahan, sebenarnya bakteri yersinia pestis tidak hanya menyebabkan penyakit black death, tetapi juga bisa berkembang menjadi 3 penyakit berbahaya yang lainnya. Diantaranya adalah bubonik yang menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening, septicemia yang mengganggu peredaran darah, serta pneumonia yang mengganggu kinerja paru-paru.
Biasanya bakteri tersebut ditularkan oleh lalat. Dan untuk kasus ini, memang cukup unik karena ditularkan oleh seekor kucing. Yah, meskipun pada kenyataannya manusia memang bisa tertular bakteri tersebut dari binatang yang terinfeksi bakteri yersinia pestis.

Referensi : viva

Penyakit psikologis yang menyerang kucing

Iis Nurliyah: Penyakit kucing.
Penyakit psikologis yang menyerang kucing
Ternyata kucing juga bisa mengalami gangguan psikologis juga loh. Statement ini diutarakan oleh beberapa dokter hewan dunia yang mengatakan bahwa kucing juga bisa mengalami kelainan psikologis berupa obsesi berlebihan terhadap makanan.
Mungkin ini terdengar biasa saja mengingat hewan memang hanya tau makan, kawin, dan tidur. Namun obsesi berlebihan terhadap makanan ini sebenarnya dapat merepotkan sekali. Kelainan yang disebut sebagai Psychogenic Abnormal Feeding Behaviour ini dapat terlihat dari kebiasaan kucing yang agresif jika ada makanan, atau yang mengeong keras ketika tiba waktunya makan.
Itu hanyalah permulaan. Kucing yang sudah mengidap kelainan ini dalam tingkat yang lebih tinggi dapat dengan menjengkelkannya ikut nimbrung saat kita sedang makan. Lebih parahnya lagi jika saat kita sedang makan ayam, tiba-tiba kucing nimbrung dan mengambil ayam yang hendak kita makan tanpa permisi. Kondisi yang seperti ini menurut pengamatan saya sering terjadi pada kucing kampung yang dipelihara di rumah.
Kalau kucing-kucing hias, seperti anggora, persia dll, sepertinya lebih ke cara yang lebih halus seperti mengeong keras saat jam makan, berebut dengan kucing lain meski sudah diberikan makanan sendiri-sendiri, atau suka merayu dengan mengelus-eluskan tubuhnya kepada pemilik agar dapat makanan.
Cara yang bisa anda lakukan untuk menangani masalah ini adalah dengan menjauhkan si kucing saat anda sedang makan. Mengurungnya misalnya. 

Referensi : mobgenic
Saturday, December 15, 2012

Distemper pada kucing

Iis Nurliyah: Penyakit kucing.
Distemper atau Feline Panleukopenia merupakan penyakit pada hewan (semua jenis binatang bisa terjangkit penyakit ini) yang disebabkan oleh virus yang merusak usus. Tingkat penularan penyakit ini sangat tinggi antar binatang sejenis. Selain itu, penyakit ini juga termasuk penyakit yang sangat mematikan bagi binatang. Menurut study 25-90% kucing yang terkena distemper akan mengalami kematian.
Resiko tersebut akan semakin besar jika distemper menyerang kucing yang belum divaksinasi atau anakan kucing. So, ketika kucing sudah berumur 3 bulan, segeralah konsultasikan dengan dokter anda untuk melakukan vaksinasi apa saja.
Virus distemper dapat menyebar melalui perantara makanan, minuman, air liur, kencing, kotoran, muntahan, serta udara. Sehingga jika salah satu kucing di rumah terserang distemper, dalam waktu yang sangat cepat penyakit tersebut dapat segera menyerang kucing-kucing yang lain.
Tanda-tanda kucing yang terserang distemper antara lain, malas makan, demam, lesu, muntah-muntah, badan kaku, dan terkadang juga disertai diare. Selain itu, kucing yang terkena distemper juga cenderung akan menjadi suka mencari tempat yang dingin seperti kamar mandi. Kucing tersebut terlihat ingin minum, tetapi tidak dapat minum. atau mungkin juga tetap bisa minum tetapi kemudian muntah lagi.
Terus terang saya tidak berani memberikan cara penanganan menurut sudut pandang saya sendiri atau hanya ikut-ikutan kata orang. So, penanganan terbaik jika kucing anda mengalami tanda-tanda distemper seperti yang saya tuliskan di atas adalah dengan memeriksakannya ke dokter hewan terdekat sesegera mungkin.
Untuk pencegahannya anda bisa melakukan vaksinasi kepada kucing anda yang sudah berumur minimal 3 bulan. Kata dokter hewan saya beberapa waktu lalu, ada 3 tahap vaksinasi (seingat saya) yang perlu anda lakukan di masa awal kehidupan kucing. Terus terang saya lupa urutan pastinya. Yang saya ingat setelah vaksinasi pertama, sebulan kemudian vaksinasi lagi, lalu 3 bulan kemudian vaksinasi lagi. Dan selanjutnya bisa divaksin setahun sekali, tetapi itu sudah tidak wajib.
Dan jika salah satu kucing anda sudah positif didiagnosa menderita distemper. Segeralah bersihkan menggunakan cairan desinfektan semua yang pernah bersentuhan dengannya, seperti tempat makan, bantal, kain, tempat minum dll, agar tidak menulari kucing yang lain. Selain itu alangkah baiknya jika anda juga memeriksakan kucing yang lain tersebut meskipun masih terlihat sehat.
Demikian info yang dapat kami berikan. Semoga dapat membantu kucing-kucing kesayangan kita selalu dalam kesehatan. Amin.

Referensi : kittykrafty
Thursday, December 13, 2012

Ciri - ciri kucing yang sehat

Iis Nurliyah: Penyakit kucing.
gambar kucing galau
Memiliki kucing yang sehat merupakan sesuatu kebanggaan, ketenangan, dan kenyamanan tersendiri bagi para pemelihara kucing. Namun tak banyak pemelihara kucing yang mengetahui tanda-tanda kucing sehat. So, mari kita bahas beberapa ciri kucing sehat yang bisa ditangkap dengan mudah.
  • Nafsu makan : kucing yang sehat memiliki nafsu makan yang normal. Kata normal di sini merujuk pada pola makan harian si kucing. Misal pada hari-hari biasa kucing makan dengan lahap setiap jam-jam tertentu, tetapi tiba-tiba kucing tersebut jadi malas makan.
  • Suhu tubuh : kucing yang sehat memiliki suhu tubuh antara 37,6 hingga 39,4 derajat celcius. Jika suhu tubuh kucing tersebut diatas atau dibawah ambang tersebut, dimungkinkan kucing terserang virus. 
  • Denyut nadi kucing yang normal yaitu 76/menit hingga 148/menit. Jika denyut nadinya tidak normal, mungkin kucing anda rentan terkena kelainan pada ginjal dan jantung.
  • Frekwensi nafas kucing yang sehat berkisar antara 26 - 48 per menit. Kucing yang menderita pneumonia (radang paru-paru) biasanya nafasnya lebih cepat tetapi dangkal.
  • Kotoran kucing yang sehat biasanya padat dan tidak terlalu menyengat baunya. Jika kotoran kucing mencret, baunya sangat menyengat, atau berdarah, berarti kucing anda sedang sakit. namun untuk kotoran yang mencret, terkadang tidak berarti sakit. Bisa saja terjadi karena belum cocok dengan makanan yang baru anda berikan.
  • Kondisi kulit dan bulu kucing yang sehat cenderung tidak korengan dan tidak rontok. Untuk urusan rontok, mungkin ada masa-masa dimana bulu kucing mengalami siklus rontok tahunan. So, kenali kerontokan kucing anda lebih jeli.
  • Temperamennya tidak berubah secara tiba-tiba.  Kucing yang tiba-tiba menjadi ganas, takut cahaya, tidak tahu tuannya, kemungkinan besar terkena rabies. Perlu anda ketahui bahwa rabies juga bisa menular dari kucing ke manusia melalui gigitan. Sebaiknya anda mengikuti anjuran dokter untuk melakukan vaksin 3 kali setelah kucing berumur 3 bulan.
  • Mata tidak belekan, hidung tidak keluar cairan, telinga bersih, dan mulut tidak ngeces.
Yeah, saya rasa itu adalah sebagian besar tanda-tanda yang bisa anda lihat untuk mengetahui apakah kucing anda berada pada kondisi yang sehat atau tidak.

Referensi : penyakithewankita
Wednesday, December 12, 2012

Makanan-makanan yang berbahaya bagi kucing

Iis Nurliyah: Penyakit kucing.
makanan yang berbahaya bagi kucing
Terkadang karena kita terlalu sayang dengan kucing kesayangan kita, kita dengan ikhlas hati sering berbagi makanan dengan mereka. Masih mending jika yang dibagi adalah daging, telur, atau ikan. Yang keterlaluan adalah jika berbagi es krim atau makanan manis lainnya dengan kucing kita karena kita pikir makanan yang bagus buat manusia tentu bagus juga buat kucing.
Kenyataannya tidak begitu, beberapa jenis makanan yang 'bergizi' bagi manusia terkadang malah justru bisa membunuh kucing dalam hitungan beberapa jam saja. Dan berikut adalah beberapa jenis makanan yang berbahaya bagi kucing yang berhasil kami himpun.
  1. Cokelat, kopi dan teh : mungkin kita pikir kandungan gizi pada cokelat dapat meningkatkan stamina kucing. Namun kenyataannya justru berbalik. Kandungan yang terdapat pada ketiga jenis bahan minuman tersebut ternyata berbahaya bagi jantung dan syaraf kucing. Efeknya tidak sekedar membuat si kucing sakit, tapi lebih sering menuju kematian.
  2. Susu formula untuk manusia : Ini yang masih menjadi polemik. Kita sering mendengar seorang pemilik kucing membuatkan susu formula untuk kucing kesayangan mereka, dan tidak terjadi apa-apa. Namun menurut penelitian, susu formula untuk manusia dapat meningkatkan resiko terkena diare bagi kucing.
  3. Buah anggur dan Kismis : diketahui jika kandungan yang terdapat pada kedua jenis makanan ini dapat mengakibatkan gangguan pada ginjal si kucing.
  4. Makanan manis : dapat meningkatkan resiko obesitas dan diabetes pada kucing.
  5. Makanan asin : makanan dengan kadar garam tinggi dapat menyebabkan elektrolit dalam tubuh kucing menjadi tidak seimbang.
  6. Telur mentah : mengandung enzim avidin yang dapat menurunkan penyerapan vitamin B pada kucing. Hal ini akan berpengaruh pada perkembangan bulu kucing.
  7. Buah kesemek : selain anggur dan kismis, siapa sangka kesemek dapat menyebabkan obstruksi usus dan enteritis. So, agar lebih aman, jangan berikan buah apapun untuk kucing. Lagipula kucing kan binatang karnivora.
  8. Bawang merah dan bawang putih : dalam bentuk apapun (termasuk makanan bayi) kedua bawang ini mengandung sulfoxides dan disolfida yang dapat merusak sel darah merah pada kucing dan menjadikan mereka rentan terkena animea.
  9. Kacang Macadamia : mengandung sebuah zat yang dapat mengganggu sistem pencernaan, saraf, dan otot pada tubuh kucing.
  10. Alkohol dan Marijuana : Yah, tentu saja itu tidak baik bagi kucing, bagi manusia saja tidak baik.
  11. Suplemen manusia yang mengandung zat besi : dapat merusak lapisan pada sistem pencernaan, dan juga dapat menjadi racun bagi organ lainnya.
Intinya, dari daftar makanan yang berbahaya bagi kucing tersebut, dapat ditarik kesimpulan yang mudah diingat yaitu Kita cukup memberi makan cat food atau daging dan ikan matang kepada kucing, tanpa embel - embel bumbu dan rasa yang enak menurut manusia.
Semoga informasi ini dapat membantu.

Referensi : penyakithewankita