Saturday, December 29, 2012

Mengenal Kucing American Keuda

Iis Nurliyah.
gambar kucing American Keuda
Kucing American Keuda merupakan ras kucing yang baru dikenal sekitar tahun 1980-an. Nama "Keuda" sendiri sebenarnya adalah singkatan dari "Kitten Evaluation Under Direct Assessment" yang merupakan nama dari sebuah progam yang berlangsung di Oklahoma, New Mexico, dan Texas untuk menyelidiki jenis kucing yang bertahan hidup sebagai barn cat (kucing lumbung).
Kucing american Keuda memiliki penampilan yang sangat mirip dengan kucing Egyptian Mau. Meskipun demikian, tidak ada bukti yang menunjukkan kucing ini memiliki hubungan dengan kucing yang berasal dari Mesir tersebut.
Kucing ini merupakan jenis kucing berukuran medium yang memiliki susunan tulang yang kuat dan tubuh yang sangat atletis. Karakteristik tubuhnya tersebut membuat kucing ini mampu berlari cepat dan memanjat dengan baik. Seperti halnya Egyptian Mau, kucing Keuda juga memiliki lapisan kulit ekstra di bagian perut dan siku yang membuatnya mampu berlari layaknya seekor cheetah dan berbelok tanpa mengurangi kecepatan.
Temperamen kucing American Keuda cenderung aktif, suka di luar rumah, serba ingin tahu, suaranya lembut, dan juga termasuk kucing yang cerdas. Mereka juga sangat mudah beradaptasi baik dengan lingkungan maupun dengan manusia. Mereka dikenal bisa dekat dengan anak-anak dan juga binatang peliharaan lainnya dalam satu rumah. Kucing ini juga diketahui senang bermain air, sehingga memudahkan anda jika ingin memandikannya.
Dan karena struktur fisiknya sangat sempurna untuk berlari, kucing ini senang bergerak seperti berlari, melompat, dan memanjat. So, banyak-banyak memberinya mainan seperti, papan untuk mencakar, pohon kucing, tangga, dan mainan-mainan lainnya. Dan karena kucing ini termasuk kucing yang cerdas, anda juga bisa mengajarkannya untuk berjalan di atas tali.
Kucing American Keuda merupakan kucing berbulu pendek, dan terkadang bisa ditemui juga yang berbulu medium. Bulunya lembut, licin dan berkilau. Lapisan bulu bawahnya sangat sedikit dan tidak bertambah tebal ketika musim dingin.
Warna bulu kucing American Keuda tersedia dalam banyak pola dan warna seperti warana solid (putih, abu-abu, cokelat, hitam, merah, krem),  tabby dan shaded (berbayang). Bahkan terkadang mereka memiliki bulu yang terlihat menyerupai kucing Egyptian Mau, Siamese, ataupun Havana Brown.
Karena kucing ini termasuk ras asli, maka kondisi kesehatannya terbilang sangat baik. Hanya saja karena lapisan bulunya sangat tipis, maka dia akan rentan terpengaruh suhu yang dingin.
Sayangnya, sampai saat ini (2012) kucing ini masih belum sepenuhnya terdaftar di Asosiasi kucing, dan juga belum terlalu banyak diketahui. Untuk itu dilakukanlah pengembangan kucing American Keuda sejak 2002.
Referensi : mysmelly

Mengenal Kucing American Curl, kucing dengan telinga menyerupai tanduk

Iis Nurliyah.
Kucing American Curl
Kucing american Curl berasal dari Lakewood, California, Amerika Serikat. Berawal dari penemuan 2 ekor kucing liar pada Juni 1981 oleh keluarga Ruga, ras kucing ini mulai terbentuk. Dua ekor kucing yang mereka temukan pada saat itu merupakan kucing dengan bulu panjang, dimana yang satu berbulu hitam, dan yang satunya berbulu putih-hitam. Keduanya kemudian diberi nama Panda dan Shulamith. Namun beberapa minggu kemudian Panda menghilang. Sehingga Shulamith menjadi nenek moyang betina dari ras American Curl saat ini.
Kucing American Curl memiliki 2 versi yaitu Kucing American Curl berbulu panjang dan Kucing American Curl berbulu pendek. Kucing ini terkenal dengan bentuk daun telinganya yang tidak biasa. Bentuknya melengkung ke dalam menyerupai tanduk banteng kecil. Telinganya tergolong rapuh. Perlu penanganan yang hati-hati terhadap daun telinganya ini agar tidak terjadi patah tulang rawan.
Pada tahun 1983, seekor kucing American Curl diikutkan dalam cat show untuk pertama kalinya. Dan pada tahun 1987 seekor kucing Amerikan Curl berbulu panjang menjadi juara The International Cat Association (TICA). Lalu pada tahun 1993, kucing ini menjadi ras pertama yang dimasukkan dalam 2 kelas lomba sekaligus dalam ajang Cat Fanciers' Association (CFA) Championship, yaitu kelas kucing berbulu panjang dan kelas kucing berbulu pendek.
Kucing American Curl merupakan jenis kucing berukuran medium dengan berat antara 5 - 10 lbs. Mereka merupakan kucing yang kuat dan sehat, serta tidak menderita kelainan genetik seperti yang banyak dialami oleh kucing ras murni lainnya.
Anakan American Curl lahir dengan bentuk daun telinga lurus, dan baru mulai terlihat melengkung setelah umurnya menginjak 10 hari. Telinga tersebut akan terus mengalami pelengkungan hingga usianya menginjak 4 bulan. Baru setelah usianya menginjak 4 bulan, telinganya yang melengkung tersebut akan mengeras dan kaku.
Mungkin American Curl yang dipelihara banyak yang memiliki telinga yang tidak begitu melengkung atau bahkan malah terlihat lurus, tetapi untuk diikutkan dalam lomba, telinga kucing ini harus melengkung dengan sudut lengkung sekitar 90 dan 180 derajat. Semakin melengkung semakin baik, tetapi akan didiskualifikasi jika melengkungnya tersebut sampai menyentuh kepala si kucing.
Baik yang berbulu panjang ataupun yang berbulu pendek, keduanya memiliki tekstur bulu yang lembut, dan halus. Dan konon bulu mereka ini tidak memerlukan banyak perawatan. Untuk saat ini (2012), kucing ini masih tergolong tidak banyak dipelihara di penjuru dunia. Di luar Amerika, mungkin baru bisa ditemui di Spanyol, Perancis, Jepang, Rusia dan beberapa negara saja.
Karena bukan kucing hasil persilangan atau rekayasa genetik, kucing American Curl cenderung memiliki kondisi kesehatan yang baik. Mereka tidak diketahui memiliki penyakit turunan, selain telinganya yang melengkung.
Referensi : wikipedia

Mengenal Kucing Alpine Lynx, kucing putih dengan daun telinga melengkung

Iis Nurliyah.
mengenal kucing alpine lynx, kucing putih dengan daun telinga melengkung
Kucing Alpine Lynx merupakan hasil dari pengawinan silang antara Bobcat (kucing hutan di daerah Amerika Utara) dengan kucing domestik. Yang unik dari kucing ras ini adalah bentuk daun telinganya yang melipat keluar, meski masih ada juga yang daun telinganya lurus. Bobcat sendiri juga disilangkan dengan beberapa jenis kucing domestik lainnya yang melahirkan jenis kucing Desert Lynx, Highland Lynx, dan Mohave Bob.
Bentuk mata kucing ini cenderung besar dan ekspresif, serta dapat hadir dalam beberapa warna seperti biru, hijau, emas, dan odd-eye (warna mata kiri berbeda dengan warna mata kanan, tetapi odd-eye yang terjadi pada kucing alpine Lynx adalah satu biru dan satunya hijau atau emas).
Kucing Alpine Lynx hadir dalam dua varian bulu yaitu bulu panjang dan bulu pendek. Bulu kucing Alpine Lynx berwarna putih dominan dengan tekstur lurus ataupun bergelombang. Cukup rumit untuk membedakan kucing ini dengan kucing-kucing saudaranya dari Bobcat seperti Desert Lynx, Highland Lynx, dan Mohave Bob. Namun berikut ada beberapa standar untuk membedakan mereka :
  • Semua anak kucing yang berbulu putih entah itu lurus ataupun bergelombang maka digolongkan sebagai kucing Alpine Lynx.
  • Semua anak kucing yang tidak berbulu putih dan bulunya bergelombang maka dimasukkan dalam kelompok kucing Mohave Bobs.
  • Semua anak kucing yang bulunya lurus tetapi tidak berwarna putih, dan bentuk daun telinganya lurus, maka disebut sebagai kucing Desert Lynx.
  • Sedangkan anak kucing yang lahir dengan bulu lurus dan tidak berwarna putih, serta telinganya melengkung, maka disebut sebagai kucing Highland Lynx.
Ukuran tubuh kucing alpine Lynx hampir sama dengan ukuran kucing domestik normal. Biasanya ukuran tubuh Alpine Lynx jantan lebih besar dibandingkan dengan ukuran tubuh Alpine Lynx betina. Temperamen kucing Alpine Lynx cenderung sangat waspada dan cerdas.
Kucing Alpine Lynx, Highland Lynx, Desert Lynx, dan Mohave Bobs terdaftar di Rare & Exotic Feline Registry sebagai bagian dari group Desert Lynx.

Mengenal Kucing Aegean, kucing ras murni dari Yunani

Iis Nurliyah.
Mengenal Kucing Aegean, kucing ras murni dari Yunani
Kucing Aegean aslinya berasal dari kepulauan Cycladicm di laut Aegea, Yunani. Kucing ini dianggap merupakan satu-satunya kucing ras murni yang berasal dari Yunani. Kucing ini dianggap sebagai kucing ras murni termuda dan dipercaya sebagai salah satu kucing paling langka. Namun pada kenyataannya kucing ini banyak sekali terdapat di Yunani. Dan kalau sekilas dilihat dari penampilannya saja, kucing ini sangat mirip dengan kucing-kucing kampung di negara tercinta kita ini, Indonesia.
Kucing Aegean termasuk kucing berbadan medium dengan tubuh yang kuat dan berotot, serta tidak memiliki tanda kegemukan. Tubuhnya panjang dengan kaki berukuran medium dan cakar yang kuat. Bulu ekornya panjang, lurus dan tidak kusut. Bentuk telinganya besar dan membulat pada pangkalnya deng ujung lancip. Kepalanya berukuran medium, lebar tetapi tidak bulat. Dan warna bola matanya biasanya kehijau-hijauan.
Kucing-kucing Aegean disukai karena karakternya yang baik serta karena kecerdasannya. Selain itu, kucing ini juga dikenal sebagai predator hama tikus yang sangat handal. Sehingga banyak petani yang memanfaatkannya sebagai pengendali hama tikus di ladang maupun lumbung mereka. Di Yunani tentunya.
Meskipun anakan kucing Aegean baru akhir-akhir ini saja dibiakkan secara sistematis, sebenarnya kucing ini sudah dipelihara sejak beraba-abad yang lalu dan sudah beradaptasi dengan sangat baik terhadap manusia.
Temperamen kucing Aegean cenderung cerdas, aktif, ceria, dan juga tidak malu-malu untuk melakukan sesuatu yang dapat menarik perhatian orang. Selain itu kucing Aegean juga merupakan jenis kucing yang dapat dipelihara di apartemen.
Bulu kucing Aegean merupakan jenis semi-longhaired, tanpa bulu lapisan bawah, dengan bulu moderat dan ekor yang lebat. Bulunya ini dapat melindunginya dari cuaca di musim dingin dengan baik dan akan rontok pada musim panas.
Bulu kucing Aegean dapat berpola dua warna ataupun tiga warna. Namun pasti selalu ada warna putihnya. Dan biasanya warna putih ini menutup sekitar 1/3 hingga 2/3 tubuhnya. Warna lain yang umum mendampingi warna putih tersebut adalah hitam, merah, biru, krem, baik itu dengan ataupun tanpa belang.


Referensi : wikipedia
Friday, December 28, 2012

85 ekor tentara kucing untuk menjaga sebuah gudang gandum di China

Iis Nurliyah.
kucing pemburu tikus
Karena gudang gandumnya diserang oleh banyak sekali tikus. Liu Jiangguo (47) seorang warga Panjing, provinsi Liaoning, China, telah menyiapkan bala tentara kucing sebanyak 85 ekor yang sudah dia latih untuk menghajar tikus.
Perlu waktu sekitar 2 tahun untuknya melatih kucing sebanyak itu. Dan hasilnya, menurut Liu, kucing-kucing hasil didikannya merupakan seorang antagonis yang tidak akan pernah memberi ampun kepada tikus-tikus yang menyerang ladang gandumnya.
"Mereka, semua kucing saya, kejam, tak kenal ampun. Tikus tak memiliki nyali untuk memasuki gudang saya sekarang," kata Liu Jiangguo seperti dikutip dari kompas.com
Dan hasilnya, saat ini (tahun 2009) hama tikus yang menyerang gudang gandumnya sudah tidak lagi separah sebelumnya. Sepertinya tikus-tikus tersebut sudah frustasi karena harus berhadapan dengan tentara kucing yang sudah terlatih sebanyak 85 ekor.

Referensi : kompas

Gara-gara seekor kucing, keberangkatan pesawat ditunda hingga hampir 5 jam

Iis Nurliyah.
kucing nakal
Ternyata seekor binatang kecil seperti kucing mampu membuat kekacauan yang begitu besar. Seperti yang terjadi di Kanada, seekor kucing yang diketahui bernama Ripples membuat jadwal penerbangan salah satu pesawat Maskapai Penerbangan Air Canada ditunda hingga berjam-jam.
Ripples berhasil keluar dari kandangnya dan berhasil masuk ke ruang kokpit beberapa saat sebelum pesawat Air Canada yang berada di bandara Halifax, Kanada, akan lepas landas. Kejadian tersebut membuat pesawat yang sebenarnya akan segera terbang dari Halifax ke Toronto pada pukul 05.30 waktu setempat menjadi diundur selama hampir 5 jam.
Kyle Warkentin, pemilik kucing tersebut mengaku sangat kesal dengan kejadian tersebut (sepertinya penumpang yang lain malah lebih kesal lagi). Dia dan para kru pesawat bahu-membahu mencari kemana si kucing itu pergi. Hingga akhirnya mereka menemukannya bersembunyi di ruang kokpit.
Memang pencarian tersebut tidaklah terlalu lama. Namun akibat kucing yang "menyusup" tersebut, pesawat harus menjalani serangkaian pemeriksaan ulang untuk mengecek apakah kondisi kabel di kokpit tidak ada yang putus atau rusak karena Ripples.
Dan akhirnya, pesawat yang seharusnya berangkat pada pukul 05.30 waktu setempat baru bisa terbang pada pukul 10.00.

Referensi : detik

Penjelasan ilmiah kucing menggonggong

Iis Nurliyah.
Penjelasan ilmiah kucing menggonggong
Fenomena kucing menggonggong bukanlah fenomena HOAX yang semakin banyak tersebar di era internet saat ini. Kucing yang menggonggong itu benar-benar ada dan bisa dijelaskan secara ilmiah. Dan berikut ini adalah penjelasan dari Nicholas Dodman, seorang ahli perilaku hewan.
Susunan laring, trakea, dan diafragma kucing hampir menyerupai yang dimiliki oleh anjing. Sehingga dalam keadaan tertentu kucing dapat mengeluarkan suara yang menyerupai gonggongan anjing. Suara gonggongan tersebut terjadi akibat adanya aliran udara yang bergerak tiba-tiba di saluran udara si kucing.
Namun satu kalimat yang paling unik yang diucapkan oleh Profesor yang mengajar di Cummings School of Veterinary Medicine di Tufts University ini adalah kemungkinan jika kucing mengeluarkan gonggongan karena meniru suara anjing yang sering didengarnya. Secerdas itukah kucing???
"Kucing yang terlalu gembira bisa menghasilkan suara itu. Mirip dengan meong yang dipaksakan," Ungkap Dodman kepada Life's Little Mysteries seperti dikutip dari kompas.com  "Bisa saja menirukan suara yang sering didengarnya (anjing)."
Di dalam video Youtube berdurasi 0 : 23 detik berikut ini akan ditampilkan seekor kucing berwarna gelap yang tengah nangkring di jendela "menggonggongi" sesuatu di luar jendela. Dan kejadian tersebut sempat diabadikan oleh sang pemilik.
Referensi : kompas