Thursday, October 24, 2013

Mengenal Kucing Selkirk Rex

Iis Nurliyah.
Foto Kucing Selkirk Rex
Kucing Selkirk Rex berbeda dari semua kucing jenis Rex lainnya. Kucing ini berasal dari Montana, Amerika Serikat. Kucing jenis ini terbentuk karena mutasi genetik yang alami. Kucing jenis memiliki tubuh yang besar dan kokoh menyerupai British Shorthair.

Pada tahun 1987 seekor anak kucing lahir dari seekor kucing yang diselamatkan ke penampungan. Anak kucing yang memiliki bulu yang tidak biasanya tersebut kemudian dipelihara oleh seorang breeder yang bernama Jeri Newman dan diberi nama Miss DePesto. Kemudian, dengan menyilangkannya dengan seekor kucing persia jantan berbulu hitam lahirlah 3 ekor kucing Selkirk Rex dan 3 ekor kucing berbulu lurus. Dari sinilah keberadaan kucing Selkish Rex dimulai.

Dalam pengembangannya, digunakan beberapa jenis kucing ras lain untuk menghasilkan kucing Selkish Rex seperti yang sekarang kita lihat. Diantaranya adalah American Shorthair, Kucing Persia, Kucing Himalaya, Kucing Exotic, dan British Shorthair.

Kucing jenis ini hadir dalam dua variasi yaitu longhair dan shorthair dimana semua warna bulu diijinkan. Bulunya sangat lembut, dan terlihat seperti bulu domba dengan pola ikal yang tidak beraturan. Sayangnya, bulunya yang sangat padat memiliki kecenderungan rontok yang tinggi tidak seperti kebanyakan jenis kucing Rex lain yang hypoallergic.

Keberadaan kucing Selkirk Rex pertama kali diakui oleh The International Cat Association (TICA) pada tahun 1992. Disusul pengakuan dari American Cat Fanciers Association pada tahun 1998, dan Cat Fanciers' Association (CFA) pada tahun 2000.

Temperamen kucing Selkirk Rex cenderung santai, manja, tetapi juga senang bermain-main. Sampai saat ini belum ditemukan masalah khusus pada kondisi kesehatannya. Mereka termasuk jenis kucing yang memiliki daya tahan tubuh tinggi. Namun, seperti kebanyakan kucing jenis Rex lainnya, iritasi pada bagian dalam telinga masih mungkin terjadi, dikarenakan bulunya yang keriting.

Untuk perawatannya, dikarenakan bulunya sangat tebal, keriting, dan mudah rontok, kucing ini perlu sering-sering dimandikan. Terutama yang versi longhair.

Referensi : wikipedia
Wednesday, October 23, 2013

Diduga dendeng buatan China menjadi penyebab kematian 580 ekor anjing dan kucing di AS sejak 2007

Iis Nurliyah.
kucing sayang
Sebuah laporan mengejutkan datang dari Amerika Serikat terkait dengan dendeng dari China dan kematian kucing dan anjing peliharaan. Dilaporkan, sejak tahun 2007 ada sekitar 580 ekor anjing dan kucing serta 3.600 anjing dan 10 kucing yang sakit setelah makan dendeng yang berhubungan dengan China.

Namun anehnya, Badan Pengawas Makanan dan Obat (FDA) Amerika Serikat sudah mengunjungi produsen dendeng buatan China dan telah melakukan sekitar 1.200 tes, tetapi belum bisa menemukan zat berbahaya apa yang ada pada makanan tersebut.

Padahal menurut laporan, sejumlah hewan peliharaan langsung mengalami beberapa gejala penurunan kesehatan seperti penurunan aktivitas, penurunan nafsu makan, muntah dan diare, bahkan kesulitan kencing, beberapa jam setelah memakan dendeng tersebut.
"Ini adalah salah satu wabah paling sulit dan misterius yang pernah kami temui," ungkap Bernadette Dunham, direktur pusat FDA untuk Kedokteran Hewan. "Hewan berkaki empat yang kami cintai itu layak menerima usaha terbaik kami dan kami memberikannya. Sebagai pecinta hewan, kami punya harapan yang besar, dalam waktu dekat kami akan menemukan penyebab dan menghentikan penyakit ini," imbuh Dunham.
Sebagai tindak lanjut dari penyidikan ini, sejumlah merk dendeng telah dihapus dari pasaran pada awal tahun ini, setelah laboratorium di New York AS menemukan dendeng tersebut mengandung enam jenis obat. Selain itu, setelah dua distributor penjual makanan menarik produk mereka dari pasaran, jumlah hewan yang mengalami keracunan mengalami penurunan.

Referensi : sindonews
Tuesday, October 22, 2013

Karbhuis, Rumah Cakar Bagi si Kucing

Iis Nurliyah.
Kucing Mencakar Karbhuis
Pola hidup kucing tidak akan pernah terlepas dari kegiatan mencakar-cakar. Itu adalah naluri kucing untuk mengasah ketajaman cakarnya sebagai senjata untuk berburu dan menjaga diri. Meskipun kebanyakan kucing peliharaan (terutama kucing ras) tidak lagi memiliki kemampuan berburu, tetapi animal insting ini tetap melekat pada kucing.

Yang merepotkan adalah, kebanyakan dari hewan manis ini mengasah cakar mereka pada perabotan rumah tangga seperti karpet, sofa, lemari dll. Sehingga perabotan kesayangan menjadi rusak atau seenggaknya tergores.

Nah, untuk itu sebuah furnitur yang disebut dengan "Rumah gores" yang diciptakan oleh seorang desainer asal Rotterdam, Belanda, menawarkan sebuah solusi baru. Perlengkapan ini bernama "karbhuis" dan terbuat dari 90% bahan daur ulang (48 lapisan kardus duoflod).

Bentuknya menyerupai rumah mainan berukuran 38 x 34 x 52cm. Desainnya yang menyerupai rumah ini jelas lebih efektif dibandingkan dengan 'papan garuk' yang saat ini banyak dijual di pasaran. Dengan desain yang seperti ini si kucing tidak hanya bisa dengan bebas mengasah cakar, tetapi juga bisa si kucing gunakan sebagai rumah mereka. Keren kan??? ^_^

Referensi : tribunnews

Kiriman Pembaca : Fluffy kucing pemberani yang takut odong odong

Iis Nurliyah.
foto fluffy
Fluffy kucing pemberani dan takut sama odong odong wkwkwkwk
ini lah salah satu kucing yang saya punya,induknya yg membawanya kesini.
induknya benar memilih tempat untuk anak2nya besar dirumahku
induknya sekarang hilang begitu saja tanpa mengirimkan sms,email,pesan faceook dll.
Monday, October 21, 2013

Unik : Kafe Khusus Kucing Hitam di Jepang

Iis Nurliyah.
suasana kafe kucing hitam di Jepang
Kehadiran Kafe Kucing mungkin sudah menjadi hal yang biasa lagi di beberapa negara. Namun bagaimana jika kafe kucing tersebut hanya khusus menghadirkan kucing-kucing berbulu hitam??? Hmm, sekarang di Jepang sudah hadir kafe khusus kucing hitam loh!!!

Kafe yang bernama Cat Cafe Nekobayaka ini terletak di kota Himeji, Prefektur Hyogo, Jepang. Kafe kucing ini merupakan yang pertama dan satu-satunya kafe kucing hitam yang ada di dunia saat ini.

Misi dari kafe kucing hitam ini terbilang cukup mulia loh. Dengan menghadirkan kafe kucing hitam ini, pihak pengelola kafe bermaksud untuk menghilangkan mitos buruk yang selama ini sudah dilekatkan pada spesies kucing hitam.

Anda perlu mengeluarkan dana sebesar 1.000 yen (Rp 115.483) untuk setengah jam pertama dan 500 yen (Rp 57.741) untuk setiap setengah jam berikutnya. Sementara harga minuman ringan di kafe ini harganya sekitar 500 yen per gelas. Sedangkan untuk minuman beralkohol dijual dengan harga 600 yen (Rp 69.289).

Kafe kucing yang unik dan... ... ... Mahal kan??? ^_^

Referensi : merdeka

Australia Wajibkan Mengebiri dan Memasang Microchip pada Kucing Peliharaan

Iis Nurliyah.
foto keluarga kucing
Menteri Pemerintahan Daerah Negara Bagian Australia Barat, Tony Simpson, mengatakan bahwa sekitar 200 ribu kucing di Australia di-euthanasia setiap tahunnya. Sehingga mulai 1 November nanti akan diberlakukan secara penuh Undang-Undang tentang kucing.

Undang-Undang ini berisi tentang kewajiban mendaftarkan, mengebiri, dan memasang microchip pada kucing yang sudah berumur di atas 6 bulan. Kebijakan ini diambil untuk mendorong para pemilik kucing untuk lebih bertanggung jawab dan menekan jumlah kucing liar yang konon sudah sangat banyak di Australia.
“Dari pengamatan kami, ada lima ribu kucing tiap tahun yang dimatikan bukan karena kesalahan mereka sendiri,"  tutur Simpson. "Kucing juga harus memiliki penanda dan tanda registrasi sehingga kita bisa menyatukan kembali kucing hilang dengan pemiliknya,".
Sebelumnya, beberapa pemerintah daerah sudah memberlakukan Undang-Undang tersebut, tetapi kali ini Undang-Undang sudah berlaku untuk semua negara bagian di Australia. Dikenakan biaya sebesar 100 dolar Australia pertahun untuk kucing yang dikebiri, dan 30-50 dolar Australia untuk melakukan pemasangan microchip.

Namun Pemerintah Negara Bagian menyediakan subsidi sebesar lebih dari 3 juta dolar Australia untuk pemerintah lokal dan LSM kesejahteraan hewan guna membantu pengebirian kucing yang dimiliki oleh pensiunan dan keluarga berpenghasilan rendah. Dan konon saat ini 90% pemilik kucing di sana sudah siap mengebiri kucing peliharaan mereka.


Referensi : detik
Friday, October 18, 2013

Kucing London ini ditemukan di Skotlandia

Iis Nurliyah.
Kucing London ini ditemukan di Skotlandia
Setelah satu tahun sebelumnya menghilang di London Selatan, Inggris, seekor kucing bernama Pablo yang berumur 9 tahunan, beberapa minggu yang lalu ditemukan kembali di sebuah kota di Skotlandia. Kucing berbulu abu-abu dengan tabi hitam tersebut adalah milik Siobhan Campbell.

Kucing tersebut ditemukan berada di dalam bank TSB yang berada di Rosyth, Fife, Skotlandia. Kucing yang sempat dikira sudah mati oleh pemiliknya tersebut berhasil menemukan cara untuk membuka pintu otomastis, lalu masuk dan tidur di sebuah kursi di dalam bank tersebut.

Terang saja pegawai di bank tersebut kaget menemukan seekor kucing berada di ruangan mereka. Salah seorang pegawai kemudian menangkap dan menyerahkan kucing tersebut kepada shelter setempat. Di tempat inilah diketahui bahwa kucing tersebut adalah Pablo, berdasarkan scan microchip yang ditemukan di tubuh si kucing.

Awalnya Pablo sempat dikira kucing dari London yang ikut dengan majikannya yang pindahan ke Skotlandia, tetapi begitu sang pemilik dihubungi, pihak shelter kaget, karena ternyata sang pemilik masih tinggal di London. Itu artinya, Pablo sudah 'merantau' sejauh 724 kilometer dari kampung halamannya.

Ibu Siobhan Campbell, Kate Partridge, pun begitu terkejut ketika dirinya menerima telepon yang memberitakan penemuan Pablo. Namun sepertinya keluarga Campbell juga merasa sangat senang karena bisa bertemu lagi dengan kucing peliharaan mereka tersebut.

Referensi : metrotvnews