Saturday, June 29, 2013

Kucing ini harus dicukur gundul karena cat yang menyiram tubuhnya sudah mengeras

Iis Nurliyah.
Shy-shy, kucing yang tersiram cat
Seekor kucing bernama Shy-shy (malu) akan merasa lebih malu lagi ketika dia kembali ke masjid. Pasalnya kucing asal Christchurch ini akan segera dicukur gundul setelah disiram menggunakan cat waktu kedapatan mencuri.

Polisi setempat membawa si kucing ke SPCA setempat untuk mendapatkan perawatan, setelah sebelumnya menginap di Hillmorton/Spreydon Islamic Centre dan baru ditemukan pada Selasa pagi waktu setempat.

Jenna Woodford, petugas lapangan SPCA mengatakan bahwa cat yang ada di bulu si kucing sudah mengering, dan tidak akan bisa hilang hanya dengan dimandikan. Setelah diberi obat penenang bulu pada bagian kepala, kaki, punggung, dan sisi samping si kucing pun dicukur habis.
"Sekarang dia tampak seperti kucing Siam," ungkap Woodford seperti dikutip dari stuff.co.nz.
Shy-shy tinggal bermalam di klinik dan akan menghabiskan beberapa hari tinggal di SPCA sebelum dikembalikan kembali ke Spreydon Islamic Centre. Geoff Sutton, SPCA Canterbury inspectorate manager, mengatakan  bahwa komunitas masjid yang membayar biaya klinik.

Referensi : stuff.co.nz
Friday, June 28, 2013

Kucing yang diadopsi di Swedia dan sempat tinggal di Austria ini, hilang dan bertemu kembali dengan pemiliknya di Amerika

Iis Nurliyah.
Foto seekor kucing bernama Kairi
Kisah ini terjadi pada hari Jumat kemaren (21/06/13), ketika seseorang datang ke Multnomah County animal shelter di Troutdale dengan membawa seekor kucing yang berhasil masuk perangkap yang dibuat oleh seorang penduduk di Southeast Portland..

Petugas shelter berasumsi bahwa kucing betina berbulu putih-hitam tersebut adalah kucing jalanan, sehingga mereka menempatkannya di ruangan kucing jalanan. Namun ternyata si kucing sangat ramah dan menyenangkan, mendengkur ketika ada staf yang masuk ke ruang tersebut dan menggosok tubuhnya untuk merayu.

Dalam sebuah pengujian, tehnisi menemukan sebuah microchip tertanam di tubuh si kucing. Namun kode yang terdapat di microchip tersebut tidak biasa. Kode tersebut terdiri dari 15 angka dan dimulai dengan angka 752.
"Kode yang kita gunakan dimulai dengan angka 011 dan terdiri dari 9 atau 12 digit," ungkap Karen McGill, koordinator penyelamat kucing di Multnomah County, seperti dikutip dari oregonlive.com"Ada satu yang memiliki 15 digit tanpa huruf, benar-benar sangat tidak biasa."
Setelah diselidiki, akhirnya diketahui bahwa kode tersebut adalah kode microchip yang digunakan di Swedia yang dimulai dengan 3 digit kode negara : 752. Shelter tersebut pun kemudian menghubungi orang di Swedia dan duta besar Swedia di Seattle. Pencarian siapa pemilik kucing tersebut pun dilakukan, tetapi masih belum ada hasil. Tidak ada satupun yang tahu siapa pemilik kucing tersebut.

Akhirnya pencarian tersebutpun menggunakan jasa internet. Mereka memajang pengumuman di laman Facebook Multnomah County Animal Service pada hari Selasa. Penguman tersebut pun di share lebih dari 700 kali. Dan pada hari Kamis, pemilik si kucing pun pergi ke Shelter dan bertemu kembali dengan kucing kesayangannya yang sudah lama menghilang.

Kucing tersebut ternyata bernama Kairi. Kucing milik Catherine Roebuck. Sang pemilik pun kemudian bercerita bahwa dia mengadopsi Kairi di Swedia pada tahun 2004, lalu pindah ke Austria pada 2008, kemudian kembali ke Amerika. Pertama dia tinggal di Alabama, kemudian pindah ke Portland, dimana dia tinggal di Southeast.

Dan kisah ini pun berakhir dengan bahagia. Menunjukkan betapa pentingnya memasang microchip kepada kucing kesayangan.

Referensi : oregonlive
Thursday, June 27, 2013

Kucing Anda Tidaklah Benar-Benar Mengabaikan Anda

Iis Nurliyah.
Foto Kucing Kampung
Kucing mungkin selalu mencoba menyembunyikan perasaannya, tetapi study terbaru menemukan bahwa sebenarnya kucing memperlakukan majikannya lebih special daripada orang lain.

Sebuah penelitian yang konon akan dipublikasikan pada Animal Cognition edisi Juli mendatang, akan menerangkan mengenai hubungan manusia dan kucing dari sudut pandang si kucing. Memang kucing tidak selalu melakukan apa yang diperintahkan majikannya, tetapi mereka sebenarnya mencintai majikannya.

Co-author Atsuko Saito dari University of Tokyo menjelaskan kepada Discovery News bahwa anjing telah berevolusi dan dikembangbiakkan, "untuk mengikuti perintah pemiliknya, tetapi kucing belum. Jadi, terkadang kucing tampak menyendiri, tetapi mereka memiliki hubungan yang spesial dengan pemiliknya."
"Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kucing telah berevolusi untuk berperilaku seperti anak kucing (disekitar pemiliknya), dan manusia merawat kucing sama seperti mereka merawat bayi," imbuh co-author Kazutaka Shinozuka dari University of South Florida College of Medicine. "Untuk membentuk hubungan seperti induk dan bayinya, pengenalan pemilik sangat penting bagi si kucing."
Penelitian mereka kebanyakan dilakukan di rumah si kucing agar tidak membuat si kucing marah atau merasa khawatir. Para peneliti memainkan sebuah rekanan suara manusia yang si kucing tidak melihat sumbernya. Si kucing ternyata bereaksi terhadap suara tersebut. Namun mereka tidak bereaksi dengan mengeong atau menggerakkan ekornya, mereka hanya menggerakkan daun telinga dan kepala mereka untuk mencari sumber suara.

Si kucing juga terkadang menunjukkan pembesaran mata (pupil dilation), yang menunjukkan sebuah emosi yang kuat seperti gairah atau rasa senang. Penelitian lain menyatakan bahwa pupil dilation juga terkait dengan aktifitas otak, mengungkapkan reaksi mental untuk rangsangan emosional.

Reaksi-reaksi tersebut lebih sering terjadi ketika si kucing mendengar suara pemiliknya, dan terutama bagi mereka yang terbiasa mendengar banyak suara, seperti suara anggota keluarga yang lain atau suara orang asing.

Kucing memang sudah berevolusi untuk terbiasa menyembunyikan emosinya. Sebagai contoh, di alam liar dimana tidak ada satupun yang dapat menolong mereka dan predator siap menerkam mereka yang lemah, maka kucing akan menyembunyikan rasa sakitnya. Kemampuan introvert mereka ini juga terbawa pada kucing rumahan, sehingga pemilik yang sangat perhatian sekalipun terkadang tidak tahu kalau si kucing sebenarnya sedang mengalami sakit dalam.

Intinya, setelah 10.000 tahun berhubungan dengan manusia, kucing domestik memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan kita, dan kita semakin memahami mereka dalam banyak hal. Bahkan manusia yang belum pernah memiliki atau berada dekat dengan kucing tetap dapat mengenali emosi si kucing ketika mendengar suara meong atau dengkuran si kucing.

Referensi : nbc news
Wednesday, June 26, 2013

Hadiah Rp 84 Juta untuk pemberi informasi pelaku penganiaya kucing di US

Iis Nurliyah.
Foto Xena, kucing yang tertembus anak panah di US
Melukai kucing sembarangan, ternyata dapat membawa masalah yang cukup pelik. Seperti kasus yang terjadi di Amerika baru-baru ini. Demi bisa menangkap pelaku pemanah kucing, The Humane Society (sebuah organisasi perlindungan hewan yang berbasis di Washington, US.) mengeluarkan sebuah sayembara berhadiah $ 8.500 atau sekitar Rp 84 Juta, bagi yang dapat memberikan informasi tentang pelaku.

Seekor kucing berumur 2 tahunan yang bernama Xena ditemukan berkeliaran dengan sebatang anak panah menembus bahunya sekitar dua minggu yang lalu. Meski demikian, kucing tersebut masih cukup punya tenaga untuk berlari. Hal ini membuat Anne Arundel, petugas kontrol hewan yang menemukan si kucing, mengalami sedikit kesulitan untuk menangkapnya.
"Ini adalah kejahatan yang benar-benar tidak berperasaan, menembak kucing peliharaan dengan panah, memaksanya untuk menderita selama berhari-hari kesakitan dan ketakutan," ungkap Tami Santelli, direktur The Humane Society wilayah Maryland seperti dikutip dari tempo.co. "Kami berharap penghargaan ini akan membawa siapapun yang dapat memberikan informasi tentang kekejaman terhadap hewan."
Menurut Kristin Fleckenstein, juru bicara Kantor Anne Arundel County, pelaku penganiaya kucing tersebut dapat didakwa dengan ancaman 90 hari hingga 3 tahun penjara serta denda sekitar $ 1.000 hingga $ 5.000.

Saat ini, kondisi Xena sudah cukup membaik setelah menjalani operasi pengangkatan anak panah yang menembus tubuhnya. Si kucing malang tersebut pun tengah menjalani perawatan di Animal Rescue di Harwood, Md.

Referensi : tempo
Tuesday, June 25, 2013

Trend mendandani kucing dengan baju manusia ternyata sudah ada sejak 100 tahun lalu

Iis Nurliyah.
Foto Miss B Colman dan kucingnya yang didandani seperti balita
Ternyata fenomena kucing yang berfoto dengan mengenakan pakaian manusia bukanlah fenomena yang baru. Salah satu cara para pecinta kucing menunjukkan kecintaannya kepada makhluk berbulu mereka tersebut, ternyata sudah dilakukan sejak seratus tahun yang lalu.

Hal ini dibuktikan dengan ditemukan dan dipublikasikannya sebuah potongan koran lawas yang menampilkan sebuah foto seekor kucing mengenakan baju manusia dan berada di atas kereta bayi, seperti layaknya seorang balita.

Dalam sebuah artikel pada koran The Hull Daily Mail yang terbit pada tahun 1912, ditampilkan foto seekor kucing  yang dimiliki oleh seorang yang bernama Miss B Colman, dari Ilford, Essex. DAlam artikelnya, dkatakan bahwa Nyonya Colman dan kucingnya sering jalan-jalan bersama, terutama di pagi hari.

Jadi, tidak mengherankan jika di era internet ini bertebaran foto-foto kucing dalam segala kondisi di dunia maya. Jaman dulu saja yang notabene kamera merupakan barang mewah dan langka, sudah ada kucing yang difoto, apalagi jaman sekarang, kamera sudah merupakan produk massal. ^_^
 
Referensi : dailymail
Monday, June 24, 2013

Kucing ini Bisa Nyanyi Rock N Roll, Bro!!!

Iis Nurliyah.
Dulunya gue pikir kucing itu nggak tau menau soal musik. Taunya cuman makan dan tidur. Eh, begitu gue liat video ini, gue langsung insaf, bro... Ternyata kucing juga punya selera musik. Kucing di video ini aja bisa nyanyi lagunya Bob Segar yang judulnya "Old Time Rock N' Roll". He...
Terlepas ini hasil editan atau bukan, tapi gaya si kucing bener-bener Rock N Roll, bro. Pake slayer segala lagi. So, musik macam apa yang kucing lu suka??? ^_^
 

Seekor kucing epilepsi diduga sebagai penyebab kebakaran

Iis Nurliyah.
Seekor kucing epilepsi diduga sebagai penyebab kebakaran
Jacky McCusker (52) dan putranya, Tom (32) menelepon panggilan darurat setelah mereka mendapati rumah mereka di Telford, Shropshire, dipenuhi asap. Beruntung mereka berhasil diselamatkan oleh petugas pemadam kebakaran dari lantai paling atas rumahnya. Mereka pun segera dirujuk ke rumah sakit terdekat.

Nyonya McCusker meyakini bahwa kebakaran tersebut diakibatkan oleh kucing kesayangannya yang bernama Bubba. Dia percaya bahwa Bubba yang tidur di dekat kompor listrik, tanpa sengaja telah menyalakan kompor listrik tersebut ketika penyakit ayan sementaranya kumat. Kompor listrik tersebutpun akhirnya membakar papan kayu dan api mulai menyebar ke seisi dapur.

Ketika nyonya McCusker dan putranya tengah menunggu penyelamatan dari petugas pemadam kebakaran, dari balik jendela mereka melihat kucing 12 tahunnya tersebut tengah duduk santai di pagar seberang jalan.
"Anda tidak akan bisa menulis apa yang saya katakan pada waktu itu." ungkap Nyonya mcCucker seperti dikutip dari dailymail.co.uk, "Epilepsi jauh lebih sering terjadi pada kucing daripada yang anda bayangkan. Dulu dia pernah tidur dan menendang botol saus dan plat aneh. Saya tidak pernah berpikir hal seperti ini akan terjadi, tetapi tombol ON/OFF oven listrik hanya perlu sedikit dorongan untuk dapat menyala."
Tiga mobil pemadam kebakaran yang membawa 15 kru pemadam pun akhirnya tiba 8 menit setelah mendapatkan panggilan untuk menyelamatkan mereka dari kepungan asap yang menyelimuti rumah mereka. Namun dapur mereka benar-benar sudah hangus terbakar..

Referensi : dailymail