Showing posts with label Info Blacan. Show all posts

Wednesday, January 16, 2013

Kucing Blacan, salah satu jenis kucing yang dilindungi oleh Undang Undang

Iis Nurliyah: Info Blacan.
dilarang jual beli blacan
Kucing Blacan atau kucing Hutan (Felis bengalensis) sebenarnya adalah salah satu satwa langka yang dilindungi oleh Undang Undang. Bersama dengan 294 spesies lainnya, kucing Blacan dilindungi oleh Peraturan Pemerintah No. 7 tahun 1999.
Dulu sempat saya bilang kalau memelihara Blacan adalah alternatif bagi yang ingin memelihara kucing Bengal tetapi nggak punyau duit. Saya minta maaf sebesar-besarnya. Yang saya tahu saat saya memelihara Blacan dulu, kucing liar eksotis ini masih dalam kategori "hewan populasi rendah" dan masih boleh diperjualbelikan. Namun akhir-akhir ini saya baru tahu kalau kucing Blacan sudah masuk kategori hewan yang dilindungi dan dilarang diperjualbelikan. Saya sendiri sekarang sudah tidak lagi memelihara kucing Blacan.
Memang sih, di internet masih saja ada yang terang-terangan menjual anakan kucing Blacan. Namun saya sarankan anda untuk tidak tergoda untuk membelinya. Atau anda akan berurusan dengan pihak kepolisian. Berikut ini adalah sanksi bagi yang memelihara atau yang memperjualbelikan hewan yang sudah masuk dalam kategori hewan yang dilindungi menurut Peraturan Pemerintah No. 7 tahun 1999:
  1. Barangsiapa dengan Sengaja menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup; (Pasal 21 ayat (2) huruf a), diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). (Pasal 40 ayat (2));
  2. Barang Siapa Dengan Sengaja menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati (Pasal 21 ayat (2) huruf b), diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). (Pasal 40 ayat (2));
  3. Dengan Sengaja memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh, atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia; (Pasal 21 ayat (2) huruf d), diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). (Pasal 40 ayat (2))
Kucing Blacan (Felis bengalensis) dilindungi oleh Undang-Undang tersebut bersama dengan beberapa spesies kucing liar lainnya seperti Kucing Merah (Felis badia), Kucing Kuwuk (Felis marmorota), Kucing dampak (Felis planiceps), Kucing Emas (Felis temmincki), dan Kucing Bakau (Felis viverrinus).

Saturday, December 22, 2012

Kenapa kalung kucing ada loncengnya???

Iis Nurliyah: Info Blacan.
gambar kucing imut
Ada sebuah argumen menarik dari salah seorang guru saya waktu saya SMP kalau tidak salah. Guru saya tersebut mengatakan "Kucing kok dikasih kalung yang ada loncengnya, tikus-tikus pasti tahu lah kalau ada kucing yang datang."
Nah, apakah ada yang salah dengan argumen guru saya tersebut??? Tidak. Berarti benar dong??? Tidak juga. Jawabannya adalah tergantung tujuan pemakaian kalung.
Sebenarnya tujuan kalung kucing dikasih lonceng adalah untuk menekan insting berburu si kucing. Benar kata guru saya, kalau kucing diberi kalung berlonceng akan membuat tikus tahu kalau si kucing mendekat. Namun memang itu tujuannya, agar si kucing tidak pernah berhasil menangkap buruan. Sehingga naluri berburu si kucing lama-kelamaan akan berkurang dan hilang.
Hal ini dilakukan karena terkadang kebiasaan kucing berburu dan membawa hasil buruannya ke dalam rumah membuat pemilik rumah merasa kepayahan. Sehingga dengan menekan insting berburu si kucing, tidak akan lagi ditemukan bangkai tikus di dalam rumah.
Namun jika anda memelihara kucing untuk mengatasi masalah tikus di rumah anda, adalah salah besar kalau memberikan kalung berlonceng kepada si kucing. Itu akan membuat kinerjanya sebagai pemburu tikus hancur berantakan.
Jadi intinya, jika anda memelihara kucing hanya untuk hewan kesayangan,akan lebih baik kalau si kucing dikasih kalung berlonceng. Namun kalau anda memelihara kucing untuk mengatasi masalah tikus di rumah anda, maka jangan sekali-kali memasangkan kalung berlonceng kepada kucing anda.

credit image :  indonesiadalamtulisan
Friday, December 21, 2012

SAM KEE Bookstore, sebuah toko buku sekaligus rumah penampungan bagi kucing-kucing jalanan

Iis Nurliyah: Info Blacan.
SAM KEE Bookstore
Sebuah toko buku kecil yang bernama SAM KEE Bookstore di North Point, Hongkong menjadi sebuah rumah singgah bagi para kucing liar dan kucing yang tidak punya tempat tinggal di daerah tersebut. 
Menurut Chunli yang baru saja mendatangi toko buku tersebut, pemilik dari toko buku memang sudah mengikhlaskan toko buku miliknya tersebut untuk tempat tinggal para kucing yang tidak punya tempat tinggal. Kucing-kucing tersebut dibebaskan berkeliaran di dalam toko buku dan juga disekitar para pelanggan.
Kucing-kucing tersebut juga diberi makanan, perhatian, dan kasih sayang dari setiap orang yang ada dan datang ke toko tersebut. Sehingga kucing-kucing tersebut pun merasa nyaman berkeliaran di daerah tersebut dan dengan bebeas tidur di tumpukan buku, dan kadang tidur di pangkuan pengunjung toko.
Banyak orang yang datang ke toko tersebut untuk membaca dan menghabiskan waktunya bersama kucing-kucing tersebut. Bahkan ada pelanggan tetap yang sudah memiliki ikatan yang erat dengan kucing-kucing di sana. Toko buku tersebut pun menjadi rumah permanen bagi banyak kucing jalanan.
kucing dipangkuan seorang pelanggan SAM KEE Bookstore

Referensi : lovemeow
Saturday, December 15, 2012

Arti gerakan ekor kucing Blacan

Iis Nurliyah: Info Blacan.
Arti gerakan ekor kucing Blacan
Berikut ini adalah kesimpulan yang saya ambil sendiri setelah cukup lama tinggal satu rumah dengan seekor kucing blacan. Saya terangkan sekali lagi bahwa ini adalah hasil pengamatan saya sendiri. Tidak ada manipulasi ataupun hasil penelitian secara resmi dari para ahli blacan sedunia ataupun para pihak pecinta blacan terkait. 
So jika ada yang tidak setuju dengan apa yang saya utarakan, saya minta maaf. Ini adalah sebuah opini publik, dan opini berbeda dengan ilmu pasti. Dan jika ada yang ingin menambahkan, saya akan sangat senang sekali menambahkannya di artikel ini.
Sejauh yang saya amati, ada beberapa gerakan khas yang ditunjukkan oleh ekor blacan. Dia cenderung akan mengibas-ngibaskan atau menggoyang-goyangkan ekornya ke kiri dan ke kanan ketika hatinya sedang bahagia. Saya perhatikan ketika saya mengajak blacan saya bermain kejar-kejaran, ekornya akan dikibas-kibaskan. Menurut saya itu pertanda kalau dia sedang senang.
Blacan akan menarik ekornya ke bawah, rapat menutup lubang anusnya, dan terlihat hampir menyelip diantara kedua kaki belakangnya ketika dia merasa terancam. Kesimpulan ini saya ambil karena saya sering melihat blacan saya melakukan itu ketika dirinya berhadapan dengan kucing kampung yang ukurannya lebih besar darinya yang sering masuk ke kost saya.
Ekor Blacan akan sedikit melengkung ke atas dengan indah ketika mood nya sedang santai. Saya sering mendapati kucing blacan saya yang baru bangun tidur di luar kost, ketika masuk ke kamar kost ekornya terlihat terangkat dan melengkung ke atas dengan indah. Gerakannya terlihat anggun, dan ekspresinya tenang, tidak takut, tidak pula lemas.
Nah, demikian yang bisa saya simpulkan dari pengamatan saya terhadap blacan betina saya yang saya beri nama Aya.  Suatu saat jika saya berhasil mengambil gambarnya, saya akan masukkan ke artikel ini sebagai pelengkapnya. Kurang lebihnya saya mohon disempurnakan.
Friday, December 14, 2012

Seekor kucing bisa makan menggunakan garpu

Iis Nurliyah: Info Blacan.
Seekor kucing bisa makan menggunakan garpu
Seekor kucing terekam dalam sebuah video berdurasi 35 detik yang di-upload di Youtube tengah makan menggunakan sebuah garpu. Ini memang terlihat sangat gila. Tidak habis pikir bagaimana sang pemilik mengajarkan 'keahlian manusia' itu kepada seekor kucing yang sepertinya berjenis Savanah itu.
Yeah, sebagian penonton, yang saat artikel ini ditulis sudah berjumlah 1,5 juta lebih, berdecak kagum melihat aksi ajaib kucing tersebut. Namun ada juga sebagian yang lain yang mengomentarinya dengan nada skiptis, dan meragukan keaslian video tersebut.
Meskipun memang benar jika kucing adalah salah satu binatang cerdas yang dapat dilatih oleh manusia. Namun saya rasa, jika kucing tersebut memang benar makan menggunakan garpu, keahlian semacam itu tidak ada gunanya bagi si kucing. Malah hanya bikin repot saja.
Namun, sebenarnya setelah melihat video tersebut, saya juga curiga tentang keaslian skenarionya. Mungkin videonya memang asli. Namun, ujung garpu yang tidak terlihat, mengundang kecurigaan saya kalau sebenarnya cakar kucing hanya menggenggam batang garpu, sedangkan ujungnya dipegang dan digerakkan oleh si pemilik kucing. Bagaiman menurut anda??? Cek videonya di bawah ini!!!

Yang perlu anda ketahui tentang kucing peliharaan

Iis Nurliyah: Info Blacan.
Yang perlu anda ketahui tentang kucing peliharaan
Memelihara kucing bisa menjadi sebuah kesenangan tersendiri. Terutama bagi yang disibukkan dengan jadwal padat yang menyuntukkan. Dengan bermain-main dengan kucing kesayangan, rasa suntuk akibat aktivitas harian sedikit terobati. 
Namun jika kita memelihara kucing secara asal-asalan, bisa saja yang kita dapat adalah sebaliknya. Kita akan dibikin repot oleh si kucing. Entah itu gampang sakit, atau tidak mau dekat denagn kita. So, berikut ada beberapa tips memelihara kucing yang mungkin berguna bagi anda :
  • Tubuh kucing tidak membutuhkan asupan gula. Pemberian susu formula pada kucing secara rutin justru tidak baik bagi kesehatan mereka. Asupan gula tersebut dapat memicu si kucing terkena diare ataupun gangguan pencernaan yang lain.
  • Porsi makan kucing itu sedikit, tetapi sering. Ini dikarenakan kucing memiliki usus yang pendek. Akan lebih baik jika anda memberi makan anak kucing sedikit-sedikit tapi dalam frekwensi yang sering. Kalau anda memberinya langsung banyak, tidak baik untuk si kucing.
  • Lebih baik anda membiasakan si kucing dari kecil minum air matang. Ini akan membantu menjaga pencernaannya. Yeah, meski saya sendiri mengakui, saat masih kitty, terkadang kucing saya suka curi-curi kesempatan untuk minum air bekas cucian. Dan karena tidak ketahuan, jadinya terbiasa. Makanya nafsu makannya kurang bagus.
  • Menyayangi kucing tidak harus dengan sering-sering menggendongnya. Anak kucing membutuhkan 16 hingga 18 jam waktu tidur setiap harinya. So, jika anda pulang ke rumah melihat anak kucing anda sedang tidur, biarkan saja. Biasanya umur 6 bulan kucing sudah bisa dibilang dewasa.
  • Saat masih kitty, sifat kucing akan mudah dibentuk. So, jika anda ingin kucing anda saat dewasa menjadi kucing periang yang suka bermain. Ajaklah kitty anda sering-sering bermain ketika dia tidak sedang tidur.
  • Seperti yang kita tahu, kucing sangat senang bermain dengan kain, tali, ataupun benang. Karena kucing saya juga sangat senang bermain dengan bola benang. Sebenarnya itu kurang baik sih, karena kucing akan menggigitnya dan bisa saja menelan bahan-bahan tersebut. So, anda bisa membelikannya mainan dari bahan atom seperti bola atom.
  • Kucing tidak mengenal kata 'bersalah'. Memukul atau membentak si kucing saat dia 'nakal' hanya akan membuatnya takut, dan semakin menjaga jarak dengan anda. Saya sendiri masih bingung dalam mengatasi masalah yang satu ini. Di satu sisi kucing saya suka menggigit, tetapi di sisi lain kalau saya sentil kepalanya biar tidak menggigit, si kucing langsung kelihatan uring-uringan.
Nah, demikian beberapa hal yang saya rasa para pecinta kucing harus tahu. Mungkin ada beberapa yang penyelesaian masalahnya masih ngegantung. Namun jika saya tidak dapat menemukan jawabannya, maka pencarian itu akan saya wariskan kepada anda. ^_^

Referensi : beberapa sumber
Monday, November 12, 2012

Sepertinya Kucing Blacan gue udah punya ikatan batin sama gue...

Iis Nurliyah: Info Blacan.
gambar kucing blacan gue lagi galau
Hari Sabtu Sore, gue mesti mudik karena temen gue ada yang ngajakin maen ke Gunung Kidul (Rencananya sih gitu, tapi jadinya malahan ke Kolam Renang Arta Tirta). Nah karena kemaren waktu gue bawa pulang, turun dari kendaraan kucing gue jalannya miring-miring terus seharian, gue kasihan. makanya mudik gue kali ini kucing Blacan kesayangan gue nggak gue bawa sekalian.
Hari Senin malem gue balik ke Jogja. Gue buka pintu kamar, ternyata kamar gue udah kayak kandang kucing beneran, baunya minta ampun. Gue pel, kemudian gue semprot-semprot pake parfum ruangan buat nyamarin bau.
Abis itu temen gue bilang, dari siang kucing Blacan gue belum dibeliin makan, terus gue kasih dia makan jangkrik yang gue bawain dari rumah. Biasanya dia bakal makan lahap. Tapi, nggak tau kenapa si Aya, Blacan gue, nggak mau makan. Dia malah ngeloyor ke luar kost.
Gue panggil-panggil biasanya nyamper, tapi kali ini nggak. Gue cari-cari di luar ternyata dia lagi tiduran galau di atas bantal di deket kamar mandi kost. Gue bawa masuk, keluar lagi, bawa masuk lagi, keluar lagi. Ya udah, gue bela-belain beli lele goreng jam 10.45 malem. Untung warung penyetan belum punah sepenuhnya. Masih ada satu yang tersisa.
Namun, ternyata si Blacan tetep nggak mau makan lele yang gue beliin. Gue jadi was-was, jangan jangan dia sakit, takut mati lagi kayak kucing Persia gue. Nyampe jam setengah 12-an malem dia masih belum mau masuk kost. Gue samperin, gue usap-usap, kepalanya, terus gue bilang "Sorry yak, gue udah ninggalin lu sendirian 2 hari, besok kalo gue mudik, lu gue bawa dah..." Trus gue angkat bawa masuk kost. Nyampe dalem, si Aya mau tiduran di kasur deket gue, tapi tetep nggak mau makan nyampe pagi.
Paginya si Aya udah mau makan kayak biasa lagi, tapi pas gue kunci di kamar karena gue mau buang air kecil dulu, dia merengekrengek. Gue cuek aja. Tapi pas gue keluar dari toilet gue takjub, si Aya udah ada di depan pintu, jalannya agak pincangan. Ternyata dia lompat dari jendela yang tingginya hampir 1 meter, padahal umurnya baru 3,5 bulan, seharusnya kakinya belum cukup kuat. Trus si Aya gue ajak jalan-jalan pagi, ma main-main sebentar.
Dari sini gue jadi berpikir, apa kucing Blacan itu beda sama kucing hias kayak Anggora ato Persia yak???
Dari kebiasaannya emang beda sih. Blacan lebih mirip anjing dari pada kucing. Dia senang diajak bermain, kalo lagi seneng ekornya dikibas-kibas, sukanya jilatin tangan gue, dan kalo gue keluar hobinya ngikutin gue.
Apa mungkin kucing Blacan juga punya ikatan batin dengan majikannya kayak anjing??? Pikir gue.  Ah, itu masih belum teruji ilmiah. Mungkin cuma kebetulan aja kucing Blacan gue kayak gini. kalo ada temen-temen yang punya pengalaman serupa kayak gue dengan kucing Blacan kalian, boleh komen tuh... ^_^
Friday, November 9, 2012

Kucing Blacan, alternatif bagi yang ingin pelihara kucing Bengal tetapi nggak punya duit...

Iis Nurliyah: Info Blacan.
Anakan Kucing Blacan
Blacan memiliki motif bulu yang sangat mirip dengan kucing Bengal, dan kucing Savannah. Hanya saja ukuran tubuh serta emosi yang dimiliki oleh kucing Blacan masih liar. Namun dengan memelihara Blacan sejak kecil dan tidak memberinya makan daging mentah lama - kelamaan sifat liarnya ini akan berkurang.
Bagi saya sendiri, memelihara kucing Bengal adalah sebuah impian. Namun karena harganya yang sangat mahal bagi saya (seekor anakan Bengal harganya sekitar 10 jutaan rupiah), maka saya putuskan untuk memelihara kucing hutan atau biasa kita kenal sebagai kucing Blacan. Toh kucing Bengal juga merupakan hasil persilangan dari kucing Blacan dengan American Shorthair.
Pada awalnya, saya sedikit kerepotan memelihara Blacan karena dia tidak mau makan cat food. Sehingga mau tidak mau setiap hari saya harus membelikannya satu ekor lele goreng yang gorengannya tidak terlalu kering hingga usia 3 bulan. Sebagai seorang anak kosan, ini jelas cukup menguras dompet saya. Dan terus terang saya tidak memberinya susu, padahal pada usia itu seharusnya dia masih menyusu.
Namun, setelah memelihara Blacan, ternyata ada tantangan tersendiri. Kucing Blacan sangat aktif tidak seperti kucing Persia yang dulu pernah saya pelihara yang kerjanya cuma makan dan tidur. Blacan cenderung sangat senang bermain. Namun, caranya bermain memang sedikit kasar, jadi jangan sampai anda salah mengartikan "permainannya" tersebut sebagai sebuah agresi.
Memang sih banyak kendala dalam memelihara Blacan, seperti dia sering pipis sembarangan. Susah ngelatih dia biar buang air besarnya nggak sembarangan. Dan karena dia nokturnal yang aktif di malam hari (pada kenyataannya siang malam Blacan saya selalu aktif nggak keruan) kalau malam sebaiknya dia dikandang, karena kalau tidak, dia akan mengganggu anda dengan lompat kesana kemari.
Namun ternyata waktu saya selidiki, perbedaan antara Bengal dengan Blacan hanyalah terletak pada ukuran, dan sifat liarnya saja. Ukuran Blacan hanya sebesar kucing domestik, tidak seperti Savanah dan Bengal yang ukurannya bisa segede anjing. Untuk karakteristik, Bengal dan Blacan sama - sama kucing yang sangat aktif. Dengan kata lain, menurut saya Blacan merupakan alternatif terbaik bagi yang ingin memelihara kucing Bengal tetapi terkendala masalah biaya.
O iya, Blacan saya saat ini berumur sekitar 3,5 bulan, dan sangat aktif. Penampilannyapun semakin mirip dengan Bengal, cuman warna bulunya sedikit kekuningan. Kemanapun saya pergi maunya ikut saja, bahkan waktu saya mandi pun dia ikut masuk kamar mandi.
Aya, kucing Blacan kesayangan saya

Kucing Blacan imut