Showing posts with label Kucing Jinak. Show all posts

Thursday, January 2, 2014

Mengenal Kucing Snowshoe

Iis Nurliyah: Kucing Jinak.
Foto kucing Snowshoe
Kucing Snowshoe merupakan ras kucing langka yang mulai dikembangbiakkan di Amerika Serikat sekitar tahun 1960-an. Kucing Snowshoe pertama kali direkayasa di Philadelphia, ketika seorang breeder kucing Siam yang bernama Dorothy Hinds-Daugherty, menemukan kucingnya melahirkan 3 ekor anak kucing dengan kaki berwarna putih. Kemudian dilakukanlah sebuah breeding program yang disebut "Silver Laces", yaitu dengan menyilangkan kucing siam dengan pola warna unik dengan bi-color American Shorthair serta kucing ras lainnya.

Ketika Hinds-Daugherty memutuskan untuk berhenti dari program ini, Vikki Olander merekrut beberapa breeder baru dan melanjutkan program tersebut hingga mendapatkan status diakui oleh cat associations.

Meski kucing Snowshoe sudah eksis sejak 50-an tahun yang lalu, saat ini snowshoe masih termasuk jenis kucing yang langka. Salah satu penyebab utamanya adalah sulitnya lahir anakan kucing dengan pola warna standar kucing snowshoe. Dengan kata lain, akibat gen resesif, pola bulu anakan kucing snowshoe masih tidak bisa diprediksi.

Kucing Snowshoe dikatakan memiliki kepribadian yang hangat dan patuh. Sehingga kucing ini tidak akan tahan jika ditinggalkan sendirian dalam waktu yang cukup lama oleh pemiliknya. Mereka senang bermain air dan dapat berenang.

Kucing Snowshoe juga dikenal vocal seperti kucing Siam, meskipun suara mereka tidaklah sekeras meongan kucing Siam. Kucing ini juga dikenal sangat cerdas, memiliki kemampuan untuk belajar membuka pintu dan melakukan beberapa trik.


Referensi : wikipedia
Thursday, December 20, 2012

Kucing Australian Tiffanie (Austiff)

Iis Nurliyah: Kucing Jinak.
Kucing Australian Tiffanie (Austiff)
Kucing Australian Tiffanie atau Austiff merupakan hasil dari persilangan kucing Burmilla dengan kucing Persia. Hasilnya adalah seperti yang tampak pada gambar di atas, seekor kucing yang mirip dengan Chinchilla Longhair. Dan perlu anda ingat, meskipun namanya adalah "Tiffanie", kucing ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan kucing Tiffanie (Eropa) ataupun Tiffany (Amerika Serikat).
Kucing Burmilla merupakan hasil persilangan antara kucing Chinchilla Persian yang berbulu panjang dengan kucing Burmese. Dan gen kucing berbulu panjang pada kucing Burmilla muncul ketika kucing-kucing Burmilla dibesarkan bersama-sama dan melahirkan seekor kucing Burmilla generasi kedua yang berbulu panjang.
Nah, kucing Burmilla berbulu panjang inilah yang dikawinsilangkan dengan Chinchilla Persian yang kemudian melahirkan kucing Australian Tiffanie yang lahir dari rahim si Persia. Kucing berbulu semi-longhair ini baru mendapatkan pengakuan penuh pada tahun 1999.
Warna bulu kucing berukuran medium ini bermacam-macam seperti halnya bulu kucing Burmilla, seperti hitam, biru, cokelat, dan lilac. namun mungkin anda akan lebih banyak menemukan yang berbulu putih. Tekstur bulu kucing Austiff ini tergolong lembut dan halus.
Temperamen kucing Australian Tiffanie cenderung berperilaku sangat baik dan agak aktif. Kucing ini memiliki suara meong yang halus dan tetapi tidak banyak mengeong. Kucing ini juga termasuk kucing yang tidak hanya bisa berdampingan dengan kucing saja, tetapi dia juga bisa hidup berdampingan dengan binatang piaraan lainnya.
Harapan hidup kucing Austiff rata-rata sekitar 17 tahun. Meskipun bulunya semi-longhair, tetapi kucing ini tidak begitu banyak membutuhkan perawatan. Anda hanya perlu menyisirnya beberapa kali seminggu. Selain itu, anda juga perlu tahu jika kucing ini mengalami masa kerontokan dua kali dalam setahun, yaitu pada saat akhir musim panas dan akhir musim dingin.
Kucing ini merupakan jenis kucing yang tenang, sehingga tidak masalah jika dipelihara di rumah yang tidak terlalu besar.  Kucing australian Tiffanie cenderung lebih senang menghabiskan waktunya di dalam rumah bermain-main dengan pemiliknya.
Referensi : petpages
Tuesday, November 20, 2012

Mengenal Kucing Himalayan

Iis Nurliyah: Kucing Jinak.
Kucing Himalayan jenis Peke
Kucing Himalayan merupakan ras kucing berbulu panjang yang terlihat sangat identik dengan kucing Persia kecuali warna bola matanya yang biru dan pewarnaan bulunya. Waktu saya jalan - jalan ke Pasar hewan beberapa hari yang lalu saja, saya sempat terkecoh dengan penampilan kucing Himalayan ini.
Pola warnanya terlihat sangat mirip dengan kucing Siam dengan dominasi warna putih dan abu-abu pada bagian wajah dan cakar. Namun kucing ini juga memiliki bulu lebat yang khas kucing Persia. Usut punya usut ternyata kucing ini memang hasil persilangan antara kucing Persia dengan kucing Siam.
Sebenarnya kucing jenis ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, tetapi kucing ini baru dikenalkan ke Eropa sekitar tahun 1950-an. Itu pun dengan nama Colourpoint Persian, bukan kucing himalayan seperti yang kita sebut sekarang.
Saat ini kucing Himalayan atau kucing himalaya sudah diklasifikasikan dalam ras yang berbeda dengan Persian oleh International Cat Association. Namun masih dimasukkan dalam group yang sama dengan Persia dan Exotic Shorthair (Kucing Persia versi bulu pendek) dalam "Persian Breed Group standard".
Namun begitu, beberapa peternak kucing masih menganggap Himalayan sebagai versi warna lain dari Persian, bukan sebagai ras yang terpisah. Meskipun pada kenyataannya kucing ini tetap bersaing dalam kategori warnanya masing - masing dan dikompetisikan dalam kompetisi yang berbeda.
Seperti kucing persia, kucing Himalayan cenderung memiliki tubuh yang terlihat bulat dengan kaki pendek, yang membuat mereka susah untuk melompat setinggi ras kucing lainnya. Meski ada juga beberapa yang bentuk tubuhnya lebih menyerupai kucing Siam dan dapat melompat hingga setinggi 7 kaki.
Terdapat 2 jenis kucing Himalayan yaitu jenis tradisional atau muka boneka (Doll Face) dan Peke atau Ultra-face dengan wajah yang terlihat lebih Pesek atau bahkan sangat pesek. Yang anda lihat pada gambar di atas adalah kucing Himalayan jenis Peke sedangkan yang akan anda lihat di akhir artikel ini nanti adalah kucing himalayan jenis doll face.
Karakteristik kucing himalayan adalah kucing yang manis, cerdas, dan cenderung sangat bersahabat dan dapat menjadi hewan pendamping yang sangat baik. Sifat mereka juga lebih aktif dari pada kucing Persia yang terkesan suka bermalas-malasan. Sifat ini di dapatnya dari kucing Siam yang memang lebih aktif dari Persia.
Mereka senang menghabiskan waktunya hingga berjam-jam untuk bermain main dengan benda-benda yang menurut mereka menarik, seperti kertas kusit, dan tali atau mainan kucing lainnya. Mereka cenderung hidup untuk mengabdi kepada manusia untuk mendapatkan kasih sayang dan perlindungan. So, tidak mengherankan jika mereka sangat senang dielus-elus.
Karena kucing Himalaya adalah keturunan dari kucing Persia, maka beberapa kucing ini dapat menuruni gen yang dapat memicu penyakit seperti Polycystic kidney disease (PKD). Namun dengan melakukan tes genetik, anda dapat mengetahui apakah kucing himalaya anda berpotensi menderita PKD atau tidak secara dini untuk melakukan pengobatan.
Seperti kebanyakan kucing berbulu panjang, kucing Himalaya butuh untuk disisir setiap harinya agar penampilannya senantiasa terlihat cantik. Selain itu, mungkin anda juga perlu membasuh mukanya setiap hari. Anda juga dituntut untuk sering memandikannya untuk menghilangkan minyak pada bulu dan kulitnya.
Jika anda berminat untuk memelihara kucing Himalayan, perlu anda ketahui jika harga kucing Himalayan sekitar 1 juta hingga 5 juta rupiah tergantung kualitas. Namun anda juga bisa menemukan yang jual kucing Himalayan murah di internet, seperti yang pernah saya lihat di sebuah situs jual beli Indonesia yang jual anakan kucing Himalaya murah seharga Rp650.000,00.
Kucing Himalayan jenis doll face
Referensi : Wikipedia
Monday, October 15, 2012

Kucing Tiffany

Iis Nurliyah: Kucing Jinak.
Kucing Tiffany
Kucing Tiffany atau Chantilly sempat dinyatan punah hingga pada tahun 1967 seorang pemilik Neotype Cattery di New York, Amerika Serikat yang bernama Jennie Robinson membeli sebuah rumah dan menemukan sepasang kucing ini.
Tanpa mereka sadari sebelumnya, di rumah itu keluarganya menemukan 2 ekor kucing yang penampilannya cukup indah. Jennie sama sekali tidak mengetahui jenis kucing apa itu. Namun yang pasti kucing tersebut memiliki warna coklat, dan bulunya semi-longhair.. Kemudian kucing tersebut diberi nama Thomas dan Shirley.
Akhirnya, sepasang kucing tersebut melahirkan enam anak kucing. Anehnya semua anak kucing memiliki bulu coklat padat yang mirip dengan induknya. Kemudian, Jennie Robinson membuat program penangkaran untuk kucing milik mereka itu. Tepatnya tahun 1970 Jennie mendaftarkan Thomas dan shirley dengan anak kucing mereka ke  American Cats Association (ACA).
Beberapa ahli menduga bahwa kucing tersbut hanyalah keturunan dari kucing Birman. Namun mereka tidak memiliki warna sepia yang merupakan karakteristik dari kucing Birman. Kemudian beberapa keturunan kucing tersebut dijual kepada Sigyn Lund (Breeder kucing Birman). Kemudian Sigyn Lund memperkenalkan kucing itu sebagai kucing Tiffany.
Karena jumlah kucing Tiffany sangat sedikit, ACA sempat menghapus kucing Tiffany dari daftar. Namun beberapa tahun kemudian, di Kanada terdapat banyak pecinta kucing yang menemukan ras ini dan memutuskan untuk melestarikannya..
Kucing ini memiliki bentuk tubuh yang sedikit asing yang diselimuti bulu semi-panjang. Bulunya lembut dan halus. Kucing hanya memiliki satu lapisan bulu, sehingga lebih mudah dalam perawatannya dibandingkan dnegan kucing yang memiliki dua lapisan bulu.
Kucing Tiffany tergolong jenis kucing yang pertumbuhannya lambat. Biasanya pertumbuhan mereka cenderung belum sempurna hingga mereka menginjak usia 2 tahun. Untuk standarisasinya kucing ini harus memiliki hidung yang tidak mancung tidak juga pesek, serta moncong yang kuat, luas, pendek,dan lembut.
Pada mulanya kucing Tiffany hanya memiliki bulu berwarna cokelat. Namun saat ini sudah ada warna lain seperti biru, cinamon, ungu, dan cokelat kekuningan. Selain itu, warna bulu kucing ini juga tidak hanya solid saja, saat ini sudah ada berbagai macam corak seperti tutul, mackerel, dan ticked.
Referensi : mybelovedcat dan wikipedia
Sunday, October 14, 2012

Kucing Ragdoll

Iis Nurliyah: Kucing Jinak.
Kucing Ragdoll
Kucing Ragdoll merupakan ras kucing besar dan berotot dengan bulu semi-longhair dan bermata biru. Kucing ini dibiakkan oleh seorang breeder Amerika kontroversial yang bernama Ann Baker. Nama "Ragdoll" sendiri berasal dari kecenderungan setiap individu untuk membiakkan hewan yang tenang dan santai saat dipegang dan diangkat.
Kisah terbentuknya ras kucing Ragdool dimulai pada tahun 1960-an ketika seekor kucing berbulu panjang berwarna putih yang bernama Josephine mengalami kecelakaan mobil dan membuatnya dibawa ke rumah sakit di University of California.
Diketahui bahwa Josephine merupakan ras kucing Persia/Anggora yang pernah melahirkan kitty hasil perkawinan dengan kucing Birman jantan, dimana salah satunya memiliki warna menyerupai kucing Siam. Baker percaya bahwa Josephine dijadikan subjek rahasia ujicoba genetik pemerintah selama pemulihan di lab. Dia mengklaim, proyek tersebutlah yang membuat Josephine menjadi tenang saat diangkat dan kebal terhadap rasa sakit.
Setelah josephine sembuh, dia melahirkan anak kucing yang memiliki temperamen yang sama dengannya. Anak kucing yang lahir berikutnya pun memiliki sifat yang sama juga. Menyadari hal itu, Ann Baker meminta beberapa anak kucing tersebut dari pemiliknya. Nah, kucing tersebutlah yang kemudian digunakan untuk mengembangkan ras kucing yang kita kenal sekarang sebagai kucing Rahdoll.
Kucing Ragdoll merupakan jenis kucing yang memiliki ukuran tubuh besar, dan memiliki sifat santai dan ramah. Kucing Ragdoll memiliki rambut tebal dan memiliki kesamaan dengan kucing Siam. Itulah sebabnya banyak orang yang salah mengenalinya.
Karakteristik khas kucing Ragdoll adalah, postur tubuh yang biasanya gempal dengan kaki pendek, dan memiliki ukuran tubuh jauh lebih besar daripada ras kucing lainnya. Kucing Ragdoll juga memiliki warna bulu yang sangat unik seperti, seal, biru, coklat, ungu, merah, dan krem​​.
Jika kucing Savannah terdaftar dalam buku Guinness sebagai kucing terpanjang di dunia, maka kucing Ragdoll terdaftar sebagai kucing terbesar di dunia, dengan berat sekitar 12 - 20 pound untuk kucing laki-laki dan sekitar 10 - 15 pound untuk kucing betina.
Perawatan kucing Ragdoll tidak terlalu sulit karena kucing ini dapat membersihkan diri mereka sendiri. dengan sangat baik. Namun tetap jangan lupa untuk menyisir rambut mereka agar tidak kusut. Harga kucing Ragdoll sekitar $375 - $1800  atau sekitar 3,5 juta - 10 juta lebih tergantung pada kualitas dan usia. 

Referensi : mybelovedcat  dan wikipedia