Showing posts with label Kucing Liar. Show all posts

Tuesday, April 2, 2013

Mengenal Kucing Jungle

Iis Nurliyah: Kucing Liar.
Foto Kucing Jungle
Kucing Jungle (Felis chaus) merupakan jenis terbesar dari keluarga Felis. Penampakan kucing jenis ini terlihat menyerupai Lynx. Hal ini dikarenakan kucing ini memiliki kaki yang jenjang, ekor yang pendek, dan juga 'jambul' di ujung telinganya.
Kucing Jungle memiliki bentuk wajah yang lonjong dengan moncong berwarna putih. Kucing ini hadir dalam berbagai macam variasi warna bulu seperti kuning-keabu-abuan, merah kecokelatan, cokelat keabu-abuan, atau sedikit tutul-tutul hitam. Bulu bagian bawah selalu lebih pucat dibandingkan dengan warna bulu dibagian tubuhnya yang dominan.
Ukuran tubuh kucing Jungle panjangnya  sekitar 50 hingga 94 cm dengan tinggi badan sekitar 36 cm. Panjang ekornya sekitar 20 hingga 31 cm. Untuk berat badannya sangat bervariasi. Berat badan kucing ini berkisar antara 3 hingga 16 kg dengan rata-rata mediumnya sekitar 8 kg. Ukuran tubuh si betina lebih kecil dibandingkan dengan ukuran si jantan.
Kelebihan sekaligus yang membedakan kucing Jungle dengan jenis kucing lainnya adalah, ukuran cakar yang sama besar di kaki depan dan belakang. Padahal biasanya cakar kucing pada kaki belakang lebih panjang dan lebih kuat dibandingkan dengan cakar pada kaki depan. Itulah sebabnya, kucing Jungle dapat menuruni pohon semudah saat dia memanjat.
Jenis kucing ini banyak ditemukan di India. Namun sesungguhnya penyebaran kucing Jungle meliputi Mesir, Asia Barat dan Tengah, Asia Selatan, Srilangka dan Asia Tenggara. Habitat kucing Jungle antara lain di padang rumput sabana, hutan tropis, dan sekitaran aliran sungai, danau dan dataran rendah. Dan tidak mungkin ditemukan di daerah Hutan Hujan.
Meskipun kucing ini adalah kucing yang mudah beradaptasi, bahkan di padang stepa yang kering, tetapi kucing ini lebih senang berada di daerah subur dengan alang-alang yang tinggi yang dapat digunakan utnuk bersembunyi. 
Kucing ini tidak akan bertahan hidup di daerah dengan iklim dingin, sehingga tidak akan ditemukan di daerah yang sering turun salju. Mereka biasanya akan hidup di daerah dengan ketinggian 2,400 meter di atas permukaan laut atau mungkin malah yang lebih tinggi lagi. Mereka adalah kucing yang suka keluyuran, sehingga terkadang sering terlihat di perkampungan.
Uniknya, meskipun jenis kucing ini tidaklah benar-benar pernah dijinakkan oleh manusia, tetapi beberapa ekor kucing Jungle pernah ditemukan dalam wujud mumi kucing ini di Mesir. Dengan demikian, ditarik sebuah kesimpulan bahwa kucing ini sempat digunakan juga untuk mengendalikan populasi hewan pengerat di Mesir.
Kucing Jungle adalah binatang soliter atau penyendiri. Mereka biasanya akan menghuni lubang-lubang bekas binatang lain yang sudah ditinggalkan, lubang di pohon, dan celah batu. Meskipun mereka aktif di malam hari, tetapi pada kenyataannya kucing ini tidaklah se-nokturnal jenis kucing lainnya. Bahkan pada saat cuaca dingin, kucing Jungle tidak jarang ditemukan tengah berjemur sepanjang hari.
Kucing ini dapat menempuh perjalanan sejauh 3 - 6 km setiap malamnya dalam mencari mangsa. Namun jangkauan ini berbeda-beda tergantung ketersediaan mangsa di area tersebut.Dalam berburu, mereka tidak hanya mengandalkan indera pendengaran dan penglihatan mereka saja, tetapi juga indera penciuman mereka. Buruan mereka antara lain tikus, katak, burung, anak babi, beberapa jenis reptil termasuk kura-kura dan ular. Bahkan jika mereka tinggal di dekat pemukiman manusia, mereka tak jarang akan memangsa ayam atau bebek peliharaan penduduk.
Kucing ini juga termasuk binatang yang teritorial, mereka akan menyemprotkan urine mereka atau mencakar kulit pohon untuk menandai wilayah mereka. Mereka termasuk perenang yang ulung. Namun biasanya mereka berenang atau menyelam bukan untuk mencari ikan, tetapi untuk melarikan diri dari kejaran anjing ataupun manusia. Dan juga untuk menghilangkan jejak bau mereka.
Kucing ini mampu melompat dan berlari dengan cukup mahir. Tidak jarang mereka melompat untuk menangkap burung yang tengah terbang rendah. Namun meskipun mereka mampu berlari hingga 32 km/jam, mereka cenderung tidak akan mengejar mangsa yang berhasil lolos dari terkaman pertamanya. 
Kucing jenis ini sangat sulit untuk dijinakkan, meskipun sudah dipelihara sejak kecil. Pesaing utamanya dalam bertahan hidup di alam liar adalah serigala dan kucing hutan. Dan predator yang mengancam mereka antara lain buaya, beruang, segerombolan serigala, dan kucing-kucing besar seperti harimau.
Kucing Jungle betina siap kawin pada usia 11 bulan, dan biasanya musim kawin berlangsung sekitar akhir januari hingga pertengahan April. Dan sperma pejantan biasanya sedang ON pada bulan Februari dan Maret.
Masa kehamilan kucing Jungle sekitar 63 - 66 hari. Dalam sekali persalinan Kucing Jungle dapat melahirkan 3 hingga 5 ekor anakan. Namun paling sering mereka melahirkan 3 ekor anakan. Sekali waktu, kucing Jungle pun dapat dua kali melahirkan dalam satu tahun. Kucing betina akan melahirkan di liang atau bekas rumah binatang lain yang sudah ditinggalkan.
Anakan mereka biasanya terlahir dengan bobot sekitar 43 hingga 160 gram. Dan kemungkinan beratnya jauh lebih kecil lagi jika lahir di alam liar dibandingkan dengan yang lahir di penangkaran. Anakan kucing Jungle lahir dalam kondisi buta, dan baru membuka matanya pada hari ke-10 hingga ke-13 dan baru bisa disapih setelah usia mereka menginjak tiga bulan.
Kucing jantan biasanya tidak berpartisipasi dalam mengasuh dan membesarkan anak-anak mereka. Namun berdasarkan pengamatan yang dilakukan di penangkaran, kucing jantan justru akan lebih protektif dibandingkan dengan betinanya atau kucing jantan dari jenis kucing lain.
Anakan kucing Jungle baru mulai bisa menangkap mangsa mereka sendiri pada usia sekiatr 6 bulan, dan akan meninggalkan induk mereka pada usia 8 atau 9 bulan. Di penangkaran, rata-rata usia harapan hidup mereka adalah 10 -12 tahun. Namun di alam liar tidak sedikit yang mampu bertahan hingga usia 20 tahun.
Kucing Jungle (Felis chaus) masuk dalam daftar binatang terancam punah CITES Appendix II. Perburuan terhadap satwa ini dilarang di Bangladesh, China, India, Israel, Myanmar, Pakistan, Tajikistan, Thailand, dan Turki. namun tidak dilindungi di luar kawasan konservasi Bhutan, Georgia, Laos, Lebanon, Myanmar, Nepal, Sri Lanka, dan Vietnam.

Referensi : wikipedia
Tuesday, January 22, 2013

Mengenal Chinese mountain cat, Kucing Gunung China

Iis Nurliyah: Kucing Liar.
Mengenal Chinese mountain cat, Kucing Gunung China
Chinese mountain cat (Felis bieti) atau jika dibahasa Indonesiakan menjadi Kucing Gunung Cina merupakan spesies kucing liar yang hidup di bagian barat China. Kucing ini diklasifikasikan sebagai subspesies dari F. silvestris bieti berdasarkan analisis genetik pada tahun 2007.
Spesies kucing liar ini dulunya disebut sebagai kucing gurun Cina, tetapi karena pada kenyataannya kucing ini sangat jarang bahkan tidak pernah ditemukan di gurun, makanya namanya disarankan untuk diganti menjadi kucing gunung Cina pada tahun 1992. Kucing jenis ini termasuk dalam daftar spesies yang rentan punah menurut IUCN. Hal ini dikarenakan jumlah populasinya diperkirakan tidak lebih dari 10.000 ekor untuk saat ini.
Kucing Gunung Cina dewasa mempunyai berat sekitar 6,5 sampai 9 kg dengan panjang tubuh sekitar 69 sampai 84 cm dan panjang ekor mencapai 29 hingga 41 cm. Bulunya berwarna menyerupai pasir dengan bagian bawah tubuh berwarna keputih-putihan.
Kucing Gunung Cina merupakan binatang nokturnal yang aktif di malam hari. Buruan mereka adalah pikas, burung, tikus dan hewan pengerat lainnya. Kebanyakan kucing liar ini hidup di alam bebas. Hanya beberapa saja yang tinggal di kebun binatang. Masa kelahiran kucing liar ini antara Januari hingga Maret. Dan biasanya sekali persalinan dapat melahirkan 2 sampai 4 ekor anakan.
Kucing ini merupakan hewan endemik Cina. Artinya tidak bisa ditemukan di luar negara Cina. Penyebarannya pun terbatas. Hanya di bagian tepi utara-timur Dataran Tinggi Tibet, Timur Qinghai dan utara-barat Sichuan.
Habitat kucing gunung cina adalah di padang rumput dan stepa dengan ketinggian 2.500 dan 5.000 m di atas permukaan laut. Sampai saat ini hanya diketahui itu saja habitatnya. Belum ada kabar yang memberitakan kucing liar ini ditemukan di habitat lain seperti gurun ataupun hutan lebat.
Ancaman populasi kucing gunung Cina justru diakibatkan oleh mangsanya sendiri. Pikas yang menjadi mangsa utama kucing liar ini banyak diracun oleh manusia, sehingga jumlahnya menjadi semakin sedikit. Selain itu, tidak sedikit juga kucing gunung cina yang mati karena memakan pikas yang terkena racun.

Referensi : wikipedia
Wednesday, January 9, 2013

Jenis kucing liar langka yang hidup di Indonesia

Iis Nurliyah: Kucing Liar.
Jenis kucing liar langka yang hidup di Indonesia
Jenis kucing liar yang hidup di wilayah Indonesia cukup banyak jumlahnya. Mulai dari jenis kucing besar seperti Harimau Sumatera, Harimau Jawa, dll hingga jenis kucing kecil seperti Blacan, semua hidup dengan populasi yang mengkhawatirkan di Indonesia.
Adalah tugas kita seharusnya yang telah mewarisi tanah dengan beranegaragam satwa di atasnya ini untuk merawat dan menjaganya. Dan karena tak kenal maka tak sayang, maka saya akan mencoba mengenalkan jenis-jenis kucing liar langka yang hidup di wilayah Indonesia. Jenis-jenis kucing berikut ini adalah jenis-jenis kucing berukuran kecil hingga medium. Sehingga Harimau tidak saya masukkan.

Kucing Hutan/Blacan
gambar kucing blacan
Kucing ini memiliki berbagai nama yang berbeda di setiap wilayah di Indonesia seperti meong congkok, macan akar, macan rembah dll. Populasi kucing ini kian menurun akibat dari menyempitnya habitat dan makanan, serta karena ditangkap oleh manusia. Yah, kucing ini memang salah satu kucing liar yang memungkinkan untuk dipelihara, makanya banyak dijual di pasar gelap. Sebelumnya saya juga pernah memelihara kucing blacan. Namun setelah diberitakan di TV kalau kucing ini termasuk hewan yang dilindungi, saat ini saya sudah tidak memeliharanya lagi. Selngkapnya anda bisa membaca di artikel Mengenal Kucing Blacan

Kucing Emas
gambar kucing emas
Dikenal juga dengan nama Asiatic Golden Cat atau penduduk Sumatera penyebutnya macan kijang. Karena masih ada yang percaya kalau kucing ini memiliki kekuatan magis, makanya populasinya semakin menurun akibat diburu untuk diambil bagian-bagian tubuhnya seperti cakar, gigi, kulit dll. Selama pola pikir kita masih purba semacam itu, jenis kucing liar langka yang hidup di Pulau Sumatera ini akan semakin terancam populasinya. Selengkapnya baca di Kucing Emas, jenis kucing yang penuh mitos.

Kucing Batu
gambar kucing batu
Merupakan jenis kucing arborel yang lebih benyak menghabiskan waktu hidupnya di atas pohon. Dalam bahasa Inggris kucing ini dikenal dengan nama Marbled Cat. Saat ini kucing batu sudah dimasukkan dalam kategori rentan punah di Indonesia. Sehingga mereka sudah dilindungi Undang Undang dan dilarang diperjualbelikan. Selengkapnya baca di Mengenal kucing Batu.

Kucing Merah
gambar kucing merah langka
Seperti namanya, bulu kucing ini memang terlihat kemerahan. Di dunia kucing ini lebih dikenal dengan nama Bornean Bay Cat, karena memang hanya hidup di Pulau Borneo (Kalimantan). Belum ada data pasti mengenai jumlah populasi jenis kucing langka ini. Namun yang pasti IUCN sudah mengkategorikannya sebagai binatang yang hampir punah. Selengkapnya baca di Mengenal Kucing Merah.

Flat-headed cat
gambar Flat-headed cat
Merupakan jenis kucing liar bertubuh kecil yang tersebar di daerah Thailand, Malaysia, Kalimantan, dan Sumatera. Sejak tahun 2008 kucing liar ini digolongkan sebagai hewan yang terancam punah oleh IUCN. Diperkirakan pada tahuhn 2008, jumlah kucing ini hanya ada sekitar 2.500 ekor. Selengkapnya baca di Mengenal Flat-headed cat.

Kucing Bakau
gambar kucing bakau
Kucing ini adalah kucing yang pandai menyelam. Berbeda dengan kebanyakan kucing yang takut dengan air, kucing ini justru akan berenang dan menyelam untuk mendapatkan mangsanya seperti ikan dan katak. Jenis kucing ini dilindungi oleh Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999. Selengkapnya baca di Mengenal Kucing Bakau.

Demikianlah kiranya beberapa jenis kucing liar langka yang hidup di wilayah Indonesia. Akan lebih bijaksana bagi kita jika mengaguminya tanpa harus ingin memilikinya. Biarkan mereka hidup di habitat mereka, dan biarkan mereka tumbuh selayaknya. ^_^
Monday, December 24, 2012

Mengenal Kucing Batu

Iis Nurliyah: Kucing Liar.
gambar kucing batu
Kucing batu yang memiliki nama latin Pardofelis marmorata ini dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Marbled Cat. Merupakan salah satu spesies kucing liar dan kucing yang dilindungi yang hidup di Indonesia.
Ukuran tubuh kucing batu seukuran dengan kucing domestik. Panjang tubuhnya hanya sekitar 45 hingga 62 cm, panjang ekornya sekitar 35 hingga 55 cm dan berat badannya hanya sekitar 2 sampai 5 kg saja. Kucing ini memiliki pola bulu yang terlihat sangat mirip dengan kucing Blacan.
Kucing batu merupakan pemanjat pohon yang handal. Mereka termasuk jenis hewan arboreal yang kebanyakan waktunya dihabiskan di atas pohon. Meskipun demikian mereka terkadang juga akan turun untuk berburu mangsanya seperti tikus, burung, reptil, dan tupai. Mereka juga termasuk hewan nokturnal yang lebih aktif dimalam hari.
Habitat kucing liar ini dalah di hutan hujan tropis dengan ketinggian dibawah 3.000 m di atas permukaan laut. Populasi kucing batu tersebar di beberapa negara Asia Selatan dan Tenggara seperti Kamboja, Bhutan, Brunei Darussalam, Laos, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Thailand, Vietnam, Nepal, dan India. Di Indonesia sendiri kucing ini dapat ditemukan di Pulau Kalimantan dan Sumatera.
Diperkirakan populasi kucing batu di seluruh dunia hanya ada sekitar 10.000 ekor. Dan diperkirakan jumlahnya akan terus menurun setiap tahunnya akibat dari alih fungsi hutan sebagai lahan pemukiman dan pertanian, serta kebakaran hutan. Sehingga, kucing batu dimasukkan oleh CITIES sebagai satwa golongan Apendiks I (tidak boleh diperdagangkan). Sedangkan IUICN memasukkannya ke dalam golongan satwa konservasi Vulnerable (rentan). Selain itu, kucing batu juga termasuk satwa yang dilindungi oleh Undang Undang.
Referensi : alamendah

Mengenal kucing emas, kucing yang penuh mitos di Sumatera

Iis Nurliyah: Kucing Liar.
gambar kucing emas
Kucing emas yang bernama latin Pardofelis temminckii ini dalam bahasa Inggris disebut dengan Asiatic Golden Cat, Temminck’s Cat, atau Golden Cat. Kucing ini meruapakn kucing liar yang hidup di Pulau Sumatera. Belum banyak informasi yang didapat dari kucing ini.
Penduduk lokal biasa menyebut kucing emas dengan sebutan harimau kijang. Mereka menganggap kucing ini sebagai binatang bertuah. Sehingga secara tidak langsung kepercayaan mereka ini telah mengancam keberadaan kucing emas karena perburuan untuk mengambil bagian-bagian tubuh si kucing untuk dijadikan jimat atau semacamnya.
Kucing emas merupakan jenis kucing liar berukuran medium yang memiliki panjang tubuh sekitar 66 hingga 105 cm, panjang ekor 40 hingga 57 cm, tinggi mencapai 56 cm, dan berat badannya sekitar 9 sampai 15 kg. Warna bulu kucing emas tentu saja cokelat keemasan. Namun ada juga yang berwarna abu-abu ataupun cokelat tua.
Kucing langka ini merupakan hewan yang lebih banyak aktif di malam hari. Namun terkadang kita juga bisa menjumpainya di siang hari. Mangsanya antara lain tikus, reptil, burung, rusa muda, kambing, hingga anak kerbau. Meskipun kucing ini mahir memanjat, kucing ini cenderung lebih senang berburu di permukaan tanah.
Kucing emas merupakan hewan yang lebih suka hidup sendiri (soliter). Namun setelah menemukan pasangannya, dia akan setia pada pasangannya tersebut dan berburu bersama-sama.
Penyebaran kucing emas antara lain mencakup Bangladesh, India, Bhutan, China, Indonesia, Kamboja, Laos, Nepal, Thailand, Malaysia, Myanmar, dan Vietnam. habitatnya adalah di hutan-hutan hujan tropis dengan ketinggian tidak lebih dari 2000 m diatas permukaan laut. Di Indonesia, kucing emas hanya dapat ditemui di Pulau Sumatera. Kucing emas yang tidak di alam liar bisa ditemui di Taman Nasional Way Kambas (Lampung), Taman Nasional Kerinci Seblat (Jambi), dan Taman Nasional Batang Gadis (Sumatera Utara).
Jumlah populasi kucing emas tidak diketahui secara pasti. Namun diyakini jumlahnya semakin tahun semakin menurun. Sehingga kucing ini digolongkan sebagai satwa Apendix I (dilarang diperdagangkan) oleh CITIES. Sedangkan menurut IUCN Redlist kucing emas digolongkan sebagai salah satu satwa Near Threatened (Hampir Terancam).
Kucing emas sempat dianggap sudah punah, hingga pada tahun 2005 sebuah gambar kamera berhasil menangkap keberadaan kucing ini di area Way Kambas. Dan sejak saat itu, kucing ini pun dilindungi oleh Undang Undang.
Ancaman bagi kelangsungan hidup kucing emas yang paling besar adalah manusia. Penyempitan habitat akibat pembangunan area pemukiman serta mitos yang berkembang di masyarakat yang menganggap kucing ini bertuah, sangat membahayakan jumlah populasi kucing emas ini.
Referensi; alamendah
Sunday, December 23, 2012

Flat-headed cat, kucing liar yang ada di Sumatera dan Kalimantan

Iis Nurliyah: Kucing Liar.
flat headed cat
Flat-headed cat (Prionailurus planiceps) merupakan seekor kucing liar bertubuh kecil yang tersebar di daerah Thailand, Malaysia, Kalimantan, dan Sumatera. Sejak tahun 2008 kucing liar ini digolongkan sebagai hewan yang terancam punah oleh IUCN. Diperkirakan pada tahuhn 2008, jumlah kucing ini hanya ada sekitar 2.500 ekor.
Pada mulanya kucing liar ini dimasukkan dalam keluarga Felis, tetapi sekarang kucing ini dimasukkan menjadi salah satu dari lima spesies Prionailurus. Menurut catatan ISIS, hanya ada beberapa ekor saja yang terdapat dalam penangkaran. Kira-kira tidak lebih dari 10 ekor. Itu pun semuanya berada di kebun binatang Malaysia dan Thailand.
Kucing berkepala datar ini memiliki bulu berwarna cokelat kemerahan di dahinya, cokelat gelap di badannya, dan putih berbintik di bagian perutnya. Warna pada mukanya lebih cerah daripada warna badannya, dengan moncong dan dagu berwarna putih. Kucing ini juga memiliki sejenis selaput di bagian cakarnya seperti halnya kucing bakau yang memudahkannya untuk berenang dan bergerak di daerah berlumpur.
Flat-headed cat memiliki panjang tubuh sekitar 41 hingga 50 cm dengan panjang ekor sekitar 13 hingga 15 cm. Berat badan kucing berkepala datar ini sekitar 1,5 hingga 2,5 kg.
Habitat Flat-headed cat adalah hutan hujan tropis yang ada di Thailand Selatan, Semenanjung Malaysia, Sabah, Serawak, Brunei, Kalimantan, dan Sumatera. Mereka hidup di daerah dataran rendah terutama di daerah-daerah yang dekat dengan sumber air tawar. 70% kucing ini ditemukan dalam radius 3 kilometer dari sumber air tawar.
Kucing liar yang hidup di wilayah Indonesia ini adalah binatang soliter. Kucing langka ini secara umum merupakan hewan yang aktif di malam hari (nokturnal). Namun diketahui juga bahwa kucing betina dewasa lebih aktif sekitar pukul 08.00 - 11.30 WIB dan 18.00 - 22.00 WIB.
Karena jumlahnya yang kian menurun, kucing berkepala datar ini dimasukkan dalam daftar hewan yang dilindungi di Indonesia, Malaysia, dan Thailand.


Referensi : wikipedia
Wednesday, December 19, 2012

Mengenal Kucing Bakau (Fishing cat)

Iis Nurliyah: Kucing Liar.
Gambar kucing bakau, Fishing Cat
Kucing Bakau (Prionailurus viverrinus) memiliki penampilan serta motif tutul yang terlihat sangat mirip dengan Blacan. Hanya saja ukuran tubuh kucing Bakau 2 kali lipat besarnya. Selain itu, jika bulu kucing Blacan agak kekuningan, bulu kucing bakau terkesan agak abu-abu kehijauan.
Kucing liar yang dalam bahasa Inggris disebut dengan Fishing Cat ini merupakan salah satu kucing yang tidak takut dengan air. Bahkan kucing ini justru dapat menyelam untuk menangkap mangsanya yang berupa ikan, katak, unggas air, dan udang. Kucing bakau dapat berenang dan menyelam dengan cukup mumpuni berkat adanya semacam selaput pada bagian cakarnya. Mangsa lainnya yaitu hewan darat seperti tikus, ular, burung, dan bahkan anak rusa.
Panjang tubuh kucing bakau dewasa sekitar 57 cm sampai 78 cm dengan panjang ekor mencapai 20 cm hingga 30 cm dan berat badannya berkisar antara 5 kg sampai16 kg. Habitat kucing Bakau adalah daerah-daerah bakau, rawa, daerah aliran sungai dan daerah yang terkena pasang surut air laut. Kucing ini tersebar di daerah Asia Selatan dan Asia Tenggara. Di Indonesia sendiri kita dapat menjumpainya di beberapa daerah di Pulau Jawa.
Kucing Bakau termasuk salah satu spesies yang terancam punah yang dicatat oleh IUCN Redlist dan CITES Apendiks II. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999, kucing ini termasuk binatang yang dilindungi di Indonesia.
Salah satu penyebab penurunan populasi kucing liar yang mampu berenang ini adalah karena habitat mereka yang bayak tergusur untuk lahan pertanian, tambak, serta pemukiman penduduk. 
Berdasarkan informasi video yang saya dapat dari YouTube, saat ini kucing bakau sudah dikonservasikan di area suaka marga satwa Way Kambas di Pulau Sumatera. Kucing ini dilindungi dalam habitat yang sama dengan Harimau.
Referensi : alamendah
Tuesday, December 18, 2012

Kucing Merah, kucing liar endemik Pulau Kalimantan

Iis Nurliyah: Kucing Liar.
gambar kucing merah kalimantan
Kucing Merah (Pardofelis badia) atau dalam Bahasa Inggris disebut Borneo Bay Cat, Bay Cat, Bornean Bay Cat, dan Bornean Marbled Cat. Kucing liar ini merupakan kucing endemik Pulau Kalimantan. Artinya anda tidak akan bisa menemukannya di luar Pulau Kalimantan. Konon kucing ini cudah ada di Pulau Kalimantan sejak 4 juta tahun lalu ketika Kalimantan masih bersatu dengan daratan Asia.
Kucing liar ini disebut kucing merah karena memiliki bulu yang berwarna cokelat kemerahan. Meskipun demikian, sebenarnya ada juga jenis yang berbulu keabu-abuan. Ukuran tubuh kucing merah sekitar 55 cm untuk panjang tubuhnya, dan berat tubuh sekitar 2,3 hingga 4,5 kg.
Kucing merah termasuk binatang nokturnal. Dia aktif dimalam hari untuk mencari mangsa seperti tikus, burung, dan monyet. Selai berburu, kucing ini diketahui juga memakan bangkai-bangkai sisa predator lain atau hewan yang mati lainnya.
Kucing merah akan siap kawin ketika menginjak usia antara 18 hingga 24 bulan. Dalam sekali persalinan, kucing ini dapat melahirkan 1 sampai 3 ekor anakan setelah menjalani masa kehamilan selama 70 hingga 75 hari.
Habitat kucing merah adalah hutan - hutan tropis di Kalimantan dengan ketinggian sekitar 900 meter di atas permukaan laut. Belum ada data pasti mengenai jumlah populasi kucing merah. Oleh karena itu kucing merah dikategorikan kedalam binatang yang terancam punah oleh IUCn pada tahun 2002 lalu.
Kucing merah juga termasuk hewan yang dilindungi di Malaysia. Yeah seperti yang kita tahu, kita berbagi tempat dengan Malaysia di Pulau Kalimantan. Dan kucing Merah ini juga ditemukan di Serawak dan Sabah. Di sana kucing ini pun disebut dengan kucing merah.
Referensi : alamendah
Thursday, December 13, 2012

Mengenal Bobcat, kucing liar asal Amerika Utara

Iis Nurliyah: Kucing Liar.
gambar bobcat
Bobcat (Lynx Rufus) merupakan jenis kucing lair yang hidup di daerah Amerika bagian Utara meliputi Kanada bagian selatan, A.S bagian utara, dan bagian utara Meksiko. Habitat kucing liar ini antara lain pinggiran perkotaan, pepohonan, semi gurun pasir, dan rawa-rawa.
Warna bulu Bobcat berbeda-beda tergantung musim. namun biasanya bulu bobcat berwarna abu-abu muda hingga cokelat muda dengan tutul - tutul hitam di seluruh tubuh. Lebih detailnya, anda bisa melihatnya langsung pada gambar dan video di akhir artikel.
Ukuran tubuh bobcat mencapai 2 kali besar kucing rumahan. Namun tidak juga sebesar Lynx. Ukuran tubuh Bobcat jantan umumnya lebih besar jika dibandingkan dengan ukuran tubuh betinanya. Biasanya panjang tubuh bobcat antara 70 cm hingga 120 cm dengan berat badan antara 8 kg hingga 15 kg. Sedangkan panjang ekornya biasanya hanya sekitar 15 cm.
Kucing liar amerika ini memangsa serangga, kelinci, tikus, hingga rusa. Mereka adalah pemanjat yang ulung, serta mampu berenang dengan cukup baik. Mereka memiliki pendengaran yang tajam. Bulu-bulu pada daun telinga mereka sangat sensitif dan membantu mereka untuk mendengar dengan lebih baik.
Bobcat memiliki jangkauan dan daerah kekuasaan yang luas dan berubah-ubah tergantung musim. Mereka akan menandai daerah kekuasaan mereka dengan cakaran di pohon, kencing, dan kotoran mereka.
Musim kawin kucing liar ini terjadi sekitar akhir musim dingin h
ingga musim semi. Betina akan mengandung selama 2 bulan, dan selanjutnya akan melahirkan anakan dengan berat badan sekitar 2,8 hingga 3 ons dan panjang tubuh sekitar 25 cm.
Referensi : kucingkita
Tuesday, December 11, 2012

Sand Cat, kucing tanguh penghuni padang pasir

Iis Nurliyah: Kucing Liar.
Sand Cat, kucing tanguh penghuni padang pasir
Sand cat memiliki nama latin Felis margarita. Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia, Sand Cat berarti kucing pasir. Yeah, nama itu memang sangat cocok untuk kucing ini karena mereka memang hidup di padang pasir.
Orang Eropa pertama yang menemukan kucing langka ini adalah Victor Loche pada tahun 1858. Nama latin yang dia berikan kepada kucing pasir ini diambil dari nama pemimpin ekspedisi yang diikutinya yang bernama Jean Auguste Margueritte.
Habitat Sand Cat adalah di padang pasir di daerah Semenanjung Arab, Asia Barat dan Afrika, termasuk Sahara. Bisa dibilang kucing ini adalah kucing yang sangat tangguh dalam bertahan hidup, mengingat biasanya kucing akan hidup di daerah yang dekat denagn aliran air.
Ukuran tubuh Sand cat hampir sama dengan ukuran tubuh kucing domestik yaitu sekitar panjangnya sekitar 39 hingga 57 cm, ditambah panjang ekor sekitar 23 hingga 31 cm. Sementara berat badannya sekitar 1,4 hingga 3,4 kg. Hanya saja bulu Sand cat lebih tebal, tetapi tidak termasuk kucing berbulu panjang. Untuk beradaptasi dengan iklim gurun yang sangat panas, kaki - kaki kucing yang sudah dimasukkan dalam kategori terancam punah ini ditumbuhi bulu - bulu.
Selain berfungsi untuk menahan panasnya pasir di gurun, bulu - bulu pada bantalan kaki mereka tersebut juga dapat membantu langkah mereka untuk tidak meninggalkan jejak kaki di pasir.  Sehingga akan sulit bagi predator lain untuk melacak mereka. Keunikan lain yang dimiliki oleh kucing pasir ini adalah daun telinganya yang bisa di arahkan hingga mengarah ke bawah saat mencoba melacak buruan.
Warna bulu kucing pasir adalah dominan pucat kucing pasir, dengan warna putih di bagian dagu dan bagian bawah. Selengkapnya mengenai anatomi tubuh kucing pasir ini anda bisa mempresentasikannya sendiri dengan melihat video dan gambar yang kami lampirkan.
Seperti kebanyakan jenis kucing lainnya, kucing pasir juga merupakan binatang yang suka menyendiri (soliter) diluar musim kawin.. Biasanya mereka akan mendiami liang bekas rubah atau landak. Namun terkadang mereka juga akan memperlebar liang yang digali oleh binatang pengerat untuk didiaminya. Yang unik adalah, kucing ini tidak mempertahankan wilayahnya, tetapi malah saling bertukar liang untuk tempat tinggal dengan kucing pasir lainnya.
Kucing pasir termasuk hewan malam (nokturnal). Saat senja mulai datang, kucing langka ini akan keluar untuk berburu. Mangsa kucing pasir antara lain kadal, tikus, burung, serta serangga.  Kucing ini memperoleh asupan air dari hewan yang berhasil dimangsanya. So, tidak mengherankan jika mereka bisa hidup di daerah yang sangat jauh dari sumber air.
Selain telinganya yang sangat tajam, kucing liar langka ini juga merupakan penggali yang handal. Mereka akan menggali dengan sangat cepat ketika mendeteksi ada mangsa di bawah pijakannya.
Kucing ini akan melahirkan sekitar 2 ekor kitty setiap tahunnya. Namun kitty tersebut sering tidak sampai dewasa karena kelalaian induknya. Maka dari itu, populasi dari kucing pasir semakin mengkhawatirkan, terlebih lagi karena menurunnya jumlah hewan buruan di habitat mereka.
Di penangkaran, rata - rata harapan hidup kucing pasir bisa mencapai usia 13 tahun. Namun belum diketahui berapa rata - rata harapan hidup kucing ini di alam liar.
Referensi : wikipedia
Sunday, December 9, 2012

Andean mountain cat, kucing liar langka dari pegunungan Andes

Iis Nurliyah: Kucing Liar.
Andean mountain cat, kucing liar langka dari pegunungan Andes
Andean mountain cat atau kucing gunung Andean atau yang memiliki nama latin Leopardus jacobita ini merupakan jenis kucing liar berukuran kecil. Ras ini adalah satu dari dua jenis felids yang tidak memiliki subspesies.
Andean mountain cat merupakan salah satu dari dua lusin ras kucing liar berukuran kecil yang ada di dunia. Saat ini jumlahnya hanya sekitar 2.500 ekor kurang di seluruh dunia dan masuk dalam kategori hewan yang dilindungi.
Kucing liar ini hidup di ketinggian 3.500 - 4.800 m di atas permukaan laut. Dan hanya ditemukan di daerah yang memiliki cukup air. Meskipun ukurannya sebenarnya nyaris sama dengan kucing domestik, tetapi berkat ekornya yang panjang dan berbulu lebat, kucing ini jadi terlihat lebih besar.
Bulu Andean mountain cat berwarna abu-abu silver dengan bulu bagian bawah berwarna putih dengan banyak bintik dan garis berwarna gelap. Terdapat bulu berwarna hitam yang melingkar di sekitar ekor dan sebagian badannya.
Panjang tubuh kucing gunung Andean sekitar 57 hingga 64 cm, dengan panjang ekor sekitar 41 hingga  48 cm dan tinggi sekitar 36 cm diukur dari kaki hingga pundak. Sementara berat tubuh kucing langka ini sekitar 5,5 kg.
Kucing yang lebih banyak aktif dimalam hari ini merupakan yang paling terkenal dan yang paling langka dari semua jenis kucing. Sehingga banyak pengetahuan mengenai kucing ini yang didapat langusng dari alam liar dan habitat aslinya. Dipercaya sampai saat tulisan ini kami tulis, kucing ini belum ada yang masuk dalam penangkaran. Dan dipercaya pula bahwa kucing ini hanya bisa ditemui di pegunungan Andes yang meliputi Peru, Bolivia, Cili, dan Argenti8na.
Sampai saat ini pengetahuan mengenai ras kucing langka ini sudah semakin meningkat. Setidaknya sejak Nowell dan Jackson menuliskan bahwa "Belum dikatahui pasti apakah kelangkaan kucing ini akibat fenomena alam, atau akibat perbuatan manusia, atau hanya karena kesalahan pengamatan saja.", sejak saat itu penelitian berhasil menemukan fakta bahwa kucing ini memang ras yang langka.
Berdasarkan pengamatan yang sudah dilakukan di alam liar, diperkirakan musim kawin Andean mountain cat terjadi sekitar bulan Juli dan Agustus. Kesimpulan ini diambil karena anakan kucing langka ini mulai terlihat pada bulan April dan Oktober.
Biasanya Andean mountain cat akan melahirkan satu atau dua ekor anakan selama musim semi dan musim panas. Hal ini juga sama dengan kebanyakan predator yang melahirkan anak-anaknya pada saat sumber makanan mereka sedang berkembangbiak juga.
Pada tahun 2002 status Andean mountain cat berubah dari "populasi rendah" menjadi "terancam punah" oleh IUCN. Dan karena habitat dari kucing liar langka ini tersebar di empat negara, maka para ahli biologi berusaha bekerjasama dalam upaya perlindungan hewan langka ini. Upaya ini melahirkan sebuah organisasi yang kemudian dikenal sebagai  Andean Cat Alliance
Referensi : wikipedia
Thursday, December 6, 2012

Mengenal kucing serval

Iis Nurliyah: Kucing Liar.
Kucing Serval merupakan kucing liar Afrika berukuran medium. Saat pertama kali anda melihatnya, mungkin anda akan berfikir kalau ini adalah kucing Savanah. Yeah, penampilannya memang sangat mirip karena kucing ini adalah nenek moyang dari kucing Savanah.
Serval atau Leptailurus serval atau serval Caracal atau orang setempat menyebutnya Tierboskat (kucing hutan harimau) beratnya sekitar 7 sampai 12 kg untuk betina, dan 9 - 18 kg untuk jantan, dengan tubuh yang ramping. Kucing ini memiliki kaki yang panjang, sehingga menjadikannya sebagai salah satu kucing tertinggi. Untuk lebih jelasnya mengenai penampilan dari kucing serval ini anda bisa melihatnya langsung pada gambar dan video yang kami lampirkan nanti.
Habitat kucing serval adalah padang rumbut savana dan juga daerah pegunungan dengan ketinggian 3000 meter di atas permukaan laut. Penyebran kucing serval meliputi daerah selatan sahara. Kucing liar ini juga pernah terlihat di Maroko, Tunisia, dan Aljazair. Namun kemungkinan besar saat ini kucing ini sudah tidak dapat lagi ditemukan di Aljazair.
Kucing Serval termasuk jenis hewan nokturnal yang aktif di malam hari. Namun jika ada predator nokturnal lain yang lebih besar di wilayahnya atau karena terganggu aktifitas manusia, kucing ini juga dapat berburu di siang hari. 
Mangsa kucing serval antara lain tikus, burung, kelinci, hyrax, reptil, serangga, ikan, dan katak. Bahkan terkadang kucing serval juga memangsa hewan lain yang ukurannya lebih besar seperti, kijang, dan rusa. Kucing ini biasanya makan dengan sangat cepat, bahkan terkadang karena terlalu cepat makannya, kucing ini sampai muntah-muntah karena adanya penyumbatan di tenggorokannya.
Meskipun demikian, kucing ini termasuk pemakan yang selektif. Saat mendapatkan mangsa yang besar, kucing ini hanya akan memakan daging dan tulang lunaknya saja. Bulu, jeroan, kaki, kuku, paruh serta tulang keras tidak dimakannya.
Kemampuan berburu kucing serval sangat menakjubkan. Selain larinya yang cepat berkat kakinya yang kuat dan panjang, kucing ini juga dapat mendengar dengan sangat tajam dengan telinganya yang lebar. Kucing ini juga diketahui dapat menggali tanah untuk mengejar mangsa pengerat, serta dapat melompat hingga setinggi 2 - 3 meter untuk menangkap burung. Kemampuan berburu kucing serval mencapai tingkat efisiensi 50%, jauh lebih efisien dibandingkan dengan macan tutul yang punya efisiensi menangkap mangsa 38% atau singa yang hanya 30%.
Kucing serval merupakan kucing yang sangat cerdas, serta memiliki kemampuan memecahkan masalah yang luar biasa. Sehingga membuatnya dengan mudah dapat menghindari predator lain serta mendapatkan mangsanya. Biasanya serval akan mempermainkan mangsanya terlebih dahulu selama beberapa menit sebelum dimangsa. Biasanya serval jantan akan lebih agresif dibandingkan dengan betina.
Kucing Serval dapat hidup hingga umur 10 tahun di alam liar dan bisa mencapai 20 tahun di penangkaran. Kucing ini mengandung selama 66 - 77 hari dan akan melahirkan beberapa waktu sebelum masa puncak populasi tikus lokal. Biasanya kucing ini akan melahirkan 2 ekor anakan dalam sekali persalinan. namun ada juga yang melahirkan sampai 4 ekor.
Anakan Serval akan dilahirkan di bekas liang hewan lain yang sudah ditinggalkan atau di semak. Anakan serval terlahir dalam kondisi buta. Mereka baru akan membuka mata pada hari ke 9 - 13, dan mulai memakan makanan yang padat setelah usianya menginjak 1 bulan. Mereka baru akan mulai berburu ketika sudah berusia 6 bulan. Dan saat usianya sudah 12 bulan, anakan kucing serval akan meninggalkan induknya. Dan di rentang usia 12 - 25 bulan kucing serval sudah siap untuk kawin.
Referensi : wikipedia
Wednesday, December 5, 2012

Mengenal Kucing Pallas, kucing liar dari Asia Tengah

Iis Nurliyah: Kucing Liar.
Kucing Pallas
Kucing Pallas atau dikenal juga dengan nama kucing Manul ((Otocolobus manul syn. Felis manul)) merupakan salah satu spesies kucing liar yang habitatnya di sekitar daerah padang rumput dan stepa di daerah Asia Tengah.
Kucing ini mendapatkan nama 'Pallas' dari nama naturalis Jerman yang pertama kali mendeskripsikan ras kucing ini untuk pertama kalinya pada tahun 1776 yang bernama  Peter Simon Pallas. Sayangnya pada tahun 2002, IUCN menyatakan kalau kucing liar ini sudah berada pada status hampir terancam punah karena penyebarannya yang tidak merata. Selain itu Manul juga banyak diburu untuk diambil bulunya di China, Mongolia, dan Rusia.
Ukuran tubuh kucing Pallas tergolong relatif sama dengan kebanyakan kucing domestik yaitu panjang sekitar 46 - 65 cm, dan berat antara 2,5 hingga 4,5 kg. Postur tubuhnya kekar serta memiliki bulu yang lebat yang berwarna kekuningan, sehingga membuatnya tampak begitu 'tua'.. Yang unik dari warna bulu kucing Pallas ini adalah, ketika musim dingin warna bulunya akan terlihat kelabu dan tidak terlalu berpola seperti pada saat musim panas.
Untuk taksonomi secara riil mengenai seperti apa penampilan kucing Pallas ini, anda bisa melihatnya langsung pada gambar yang kami sediakan atau pada video di bawah nanti.
penyebaran kucing Pallas meliputi padang rumput dan stepa di wilayah Asia Tengah seperti Mongolia, China, dan dataran tinggi Tibet. Kucing liar ini juga dapat ditemukan di daerah Kyrgyzstan dan Kazakhstan, dan sesekali juga terlihat di Rusia. Dan pada tahun 2008, untuk pertama kalinya kucing liar ini terekam kamera di Iran Khojir National Park.
Kucing Pallas atau Manul ini termasuk binatang malam dan hidup secara soliter. Mereka akan banyak menghabiskan siangnya di gua, celah-celah, atau lubang masmut dan baru keluar untuk berburu ketika sore hari tiba. Dan karena kucing ini bukanlah pelari yang handal, mereka berburu dengan cara menyergap. Mangsa mereka antara lain, tikus, marmut, gerbil, pikas, dan ayam hutan Chukar.
Musim kawin kucing Pallas tergolong sangat pendek, dan Oestrus pun hanya berlangsung sekitar 26 sampai 42 jam Kucing liar ini mengalami masa kehamilan sekitar 66 hingga 77 hari dan akan melahirkan sekitar bulan April dan Mei. Kucing ini dapat melahirkan sekitar 2 - 6  kitty dalam sekali persalinan. 
Pada saat baru saja lahir, kucing Pallas sudah memiliki bulu yang tebal. Setelah usianya menginjak 2 bulan, bulu tersebut akan digantikan dengan bulu kucing dewasa. Dan setelah berumur 4 bulan kucing ini sudah akan mulai berburu.. Kucing Pallas baru akan memiliki wujud dewasa ketika usianya menginjak 6 bulan. Dan kabarnya kucing ini dapat hidup hingga berumur 11 tahun di penangkaran.
Referensi : wikipedia
Monday, December 3, 2012

Sunda clouded leopard, kucing liar langka asli Indonesia

Iis Nurliyah: Kucing Liar.
Sunda clouded leopard, kucing liar langka asli Indonesia
Ternyata Indonesia memiliki satu ras kucing liar langka yang bisa dibilang sebagai hewan endemik karena hanya ditemukan di pulau Sumatera dan Kalimantan saja. Kucing yang diberi nama Sunda clouded leopard atau oleh penduduk setempat sering disebut macan dahan (Neofelis diardi) ini memiliki paras yang menyerupai jaguar.
Kucing liar langka asli Indonesia ini merupakan ras kucing berukuran medium. Para ilmuwan baru menemukan spesies ini di awal abad ke-19. Itu pun masih diklasifikasikan sebagai subspesies dari macan tutul (Neofelis nebulosa), dan baru pada tahun 2006, kucing medium ini diklasifikasikan dalan spesies tersendiri.
Pada tahun 2008 IUCN mengklasifikasikan  Sunda clouded leopard sebagai hewan yang rawan punah. Jumlahnya waktu itu diketahui hanya ada sekitar 10.000 ekor dengan tren jumlah yang terus menurun setiap tahunnya.
Sebelumnya spesies kucing langka ini disebut Bornean clouded leopard (Macan tutul Borneo). Nama ini merujuk pada kata - kata Dr. Stephen O'Brien dari U.S. National Cancer Institute yang dipublikasikan oleh WWF pada tahun 2007. Pada artikel tersebut dituliskan seperti ini "Genetic research results clearly indicate that the clouded leopard of Borneo should be considered a separate species".
Kebiasaan dan pola hidup dari macan dahan ini belum banyak diketahui karena binatang langka ini masih sulit dikuak. Namun diasumsikan bahwa binatang ini adalah jenis binatang penyendiri, dan berburu di permukaan tanah, dan akan memanjat pohon jika ada bahaya yang mengancam.
Sebelumnya saya berpikir jika 'kucing' yang dimaksud dalam artikel Sunda clouded leopard ini adalah seukuran kucing liar kecil seperti Blacan. Eh, ternyata 'kucing' yang dimaksud di sini adalah sejenis macan. He he, peace... ^_^
Referensi : Wikipedia
Thursday, October 11, 2012

Kucing Hutan / Blacan

Iis Nurliyah: Kucing Liar.
Kucing Hutan / Blacan
Blacan atau dikenal juga dengan berbagai nama daerah seperti meong congkok, macan akar, macan rembah, macan rembang, atau mungkin masih ada yang lainnya merupakan ras kucing hutan yang saat ini termasuk satwa yang dilindungi di Indonesia.
Dalam bahasa Inggris, kucing liar ini disebut Asian Leopard Cats atau biasa di singkat ALC karena corak bulunya yang menyerupai macan tutul. Kucing hutan ini masuk dalam genus Prionailurus dan spesies Prionailurus Bengalensis (P.B). Terdapat 3 jenis kucing hutan yang hidup di Indonesia yaitu sub spesies P.B Javanensis penyebarannya di jawa-Bali, P.B Sumatranus di Sumatra, dan P.B Borneoensis di Kalimantan.
Kucing ini termasuk hewan yang aktif di malam hari (nocturnal) untuk mencari buruan. Makanan kucing hutan ini berupa hewan-hewan kecil seperti tikus, kelinci, burung, serangga, dan amphibi. Kucing ini memiliki kemampuan memanjat yang sangat hebat. Selain itu, kucing ini juga dapat berenang.
Ukuran tubuh kucing hutan kurang lebih sama dengan ukuran kucing domestik. Yang membedakan kucing hutan dengan kucing domestik dalam penampilannya adalah corak bulu dan warnanya. Untuk blacan yang berkembang di Indonesia cenderung berwarna dasar kuning kecokelatan dengan belang-belang hitam dari kepala hingga tengkuk. Sedangkan corak bulu pada bagian tubuh biasanya tutul tutul kayak macan tutul..
Oleh CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora), Blacan dimasukan ke dalam Apendiks II kecuali untuk Blacan/kucing hutan yang berkembang di Bangladesh, India dan Thailand yang dimasukkan dalam daftar Apendiks I. 
Dan oleh IUCN ( International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources.) Red List, Blacan dimasukan ke dalam status konservasi Least Concern (Resiko Rendah) kecuali untuk subspesies P. b. iriomotensis yang berstatuskan Endangered (Terancam).
Meskipun kucing ini merupakan hewan yang dilindungi, ternyata di sebuah situs online saya dapati orang yang jual kucing hutan. Harga kucing hutan yang dibanderol adalah 300 ribuan.


Referensi : blacan-ibk.forumq.net dan flora-faunaindonesia.blogspot.com